Pengamat Belanda Kritik Tajam Maarten Paes Saat Bela Ajax
Uptodai.com - Kritik tajam Maarten Paes di Ajax kini menjadi perbincangan hangat setelah pengamat sepak bola senior Belanda, Johan Derksen, melontarkan pernyataan pedas. Derksen yang dikenal vokal tidak ragu mempertanyakan kualitas penjaga gawang utama Timnas Indonesia tersebut secara terbuka. Ironisnya, sikap keras ini berbanding terbalik dengan pembelaan yang pernah ia berikan kepada pemain Indonesia lainnya, Mees Hilgers.
Sebelumnya, Derksen sempat pasang badan ketika Mees Hilgers mendapatkan perlakuan kurang adil dari manajemen FC Twente. Ia menilai klub tersebut menghambat karier profesional sang bek dengan tidak memberikan menit bermain yang cukup di lapangan. Menurut pandangannya, tindakan FC Twente saat itu sangat memalukan karena bisa mematikan potensi besar pemain berbakat seperti Hilgers.
Namun, keramahan Derksen terhadap pemain keturunan Indonesia tampaknya tidak berlaku bagi sosok Maarten Paes. Saat membahas keterpurukan Ajax Amsterdam dalam beberapa laga terakhir, ia justru menunjuk hidung Paes sebagai salah satu titik lemah tim. Derksen bahkan menggunakan diksi yang sangat kasar untuk mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap performa sang kiper.
Hujatan Keras Johan Derksen Terhadap Performa Maarten Paes
“Siapa idiot yang membawa kembali kiper itu?” tanya Johan Derksen dengan nada sinis dalam sebuah program di Voetbal Primeur. Ia merasa heran mengapa raksasa Belanda sekelas Ajax memutuskan untuk merekrut Paes kembali ke kompetisi kasta tertinggi. Bagi Derksen, kualitas teknis yang ditunjukkan Paes sejauh ini masih jauh dari standar yang dibutuhkan oleh klub sebesar De Godenzonen.
Derksen menyoroti aspek distribusi bola yang ia anggap sebagai kelemahan fatal dari penjaga gawang berusia 26 tahun tersebut. Ia mencatat bahwa hampir setiap tendangan gawang yang dilakukan Paes seringkali berujung pada hilangnya penguasaan bola tim. Hal ini dianggap sangat merugikan strategi permainan Ajax yang sangat mengandalkan penguasaan bola sejak dari lini pertahanan paling bawah.
Tidak berhenti di situ, Derksen juga mengungkit kembali rekam jejak masa lalu Paes saat masih berseragam FC Utrecht beberapa musim lalu. Ia menyebut bahwa Paes hanyalah kiper cadangan yang seringkali membuat timnya menelan kekalahan saat mendapatkan kesempatan turun sebagai pemain pengganti. Kritik ini seolah ingin meruntuhkan reputasi positif yang selama ini melekat pada Paes bersama skuad Garuda.
Tantangan Berat di Liga Belanda dan Masa Depan Ajax
Tekanan besar kini berada sepenuhnya di pundak Maarten Paes untuk membuktikan bahwa semua kritik tersebut salah besar. Bermain di kompetisi seketat Eredivisie memang menuntut konsistensi tinggi serta ketangguhan mental yang luar biasa dari setiap pemain. Manajemen Ajax sendiri tengah berusaha melakukan perbaikan menyeluruh, termasuk dengan melakukan penyegaran di jajaran pelatih demi mendongkrak posisi klasemen.
Di sisi lain, publik sepak bola tanah air tentu tetap memberikan dukungan moral yang penuh kepada kiper andalannya tersebut. Peran Paes di Timnas Indonesia sejauh ini terbukti sangat krusial, terutama saat menghadapi lawan-lawan tangguh di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia menjadi pilar penting bersama nama-nama besar lain seperti Emil Audero dalam menjaga martabat pertahanan Indonesia di kancah internasional.
Situasi ini menjadi ujian nyata bagi kelangsungan karier profesional Maarten Paes di benua Eropa untuk masa mendatang. Apakah ia mampu bangkit dari badai kritik tajam ini atau justru tenggelam dalam tekanan publik Belanda yang sangat menuntut hasil instan. Yang pasti, setiap langkah dan penyelamatan Paes di Ajax akan terus menjadi sorotan tajam bagi para pecinta sepak bola di dua negara.