Laporta Blak-blakan: Hubungan Barcelona Real Madrid Sudah Rusak
Uptodai.com - Pertandingan final Piala Super Spanyol akan menjadi panggung panas bagi dua raksasa La Liga. Menjelang duel akbar tersebut, Presiden Barcelona, Joan Laporta, secara terbuka mengakui bahwa hubungan Barcelona Real Madrid saat ini berada dalam kondisi yang sangat buruk.
Pernyataan blak-blakan dari orang nomor satu di Camp Nou ini jelas menambah bumbu persaingan yang sudah mendarah daging antara kedua klub. Laporta seolah menabuh genderang perang, menekankan bahwa rivalitas abadi ini kini telah memasuki babak baru yang lebih dingin di tingkat manajemen.
Laga El Clasico kali ini akan memperebutkan trofi pertama musim 2025/2026 yang digelar di Jeddah, Arab Saudi. Barcelona berhasil melaju ke final setelah tampil meyakinkan dengan skor telak 5-0 melawan Athletic Bilbao di semifinal, memberikan modal kepercayaan diri yang besar bagi skuad Xavi Hernandez.
Laporta Tabuh Genderang Perang: Hubungan Barcelona Real Madrid Rusak
Laporta sendiri tidak menyembunyikan ambisinya untuk membawa pulang gelar ini. Ia menekankan pentingnya memulai tahun dengan trofi, yang diyakini akan memicu kesuksesan lebih lanjut di sisa musim kompetisi. Ia merasa timnya pantas mencapai final dan sangat siap secara mental untuk menghadapi tantangan besar.
“Kami tidak sabar untuk memenangkan titel ini, yang pertama yang bisa kami menangkan musim ini. Kami sangat siap secara mental,” kata Laporta, menegaskan tekadnya untuk mengamankan trofi Piala Super Spanyol.
Namun, fokus utama perhatian publik tertuju pada pengakuan Laporta mengenai retaknya relasi antar-klub. Ia menyebutkan bahwa keretakan relasi antara Los Cules dan Los Blancos bukan lagi sekadar rivalitas lapangan hijau biasa.
Laporta blak-blakan menyebut bahwa ada masalah spesifik yang telah merusak komunikasi antara manajemen kedua klub. Jika sebelumnya mereka sudah menjadi rival yang pahit, kini terjadi situasi yang menyebabkan hubungan Barcelona Real Madrid menjadi rusak total.
Kasus Negreira Menjadi Pemicu Utama Keretakan
Situasi ini diperparah oleh kasus Negreira yang menyeret Barcelona ke meja hukum. Real Madrid mengambil langkah tegas dengan menuntut Barcelona secara hukum terkait dugaan pembayaran kepada mantan Wakil Presiden Komite Wasit Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira.
Tuntutan hukum dan permintaan ganti rugi jutaan euro dari Madrid inilah yang menjadi titik balik memburuknya relasi historis tersebut. Langkah Madrid ini dianggap Laporta sebagai tindakan yang menjauhkan kedua institusi, meskipun ia mengakui bahwa rasa hormat sebagai klub sepak bola profesional tetap dipertahankan.
“Hubungan dengan Real Madrid buruk, bahkan sudah rusak. Ada berbagai masalah yang telah menjauhkan kami,” tegas Laporta, mengacu pada dampak dari kasus hukum yang sedang berjalan.
Menolak Status Unggulan di Final El Clasico
Meskipun Barcelona tampil dominan di semifinal, Laporta menolak anggapan bahwa timnya adalah unggulan dalam final. Ia berargumen bahwa dalam pertandingan puncak, status favorit tidak berlaku karena kedua tim akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya.
“Dalam final tidak ada tim favorit, apa pun bisa terjadi. Kedua tim akan menggunakan kartu truf mereka untuk menang,” jelas sang Presiden Barcelona.
Laporta juga memberikan apresiasi terhadap performa lawan mereka, Real Madrid, yang juga menang meyakinkan atas Atletico Madrid. Namun, ia sempat menyinggung bahwa Atletico Madrid sebetulnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik di laga semifinal tersebut, yang semakin menegaskan betapa ketatnya persaingan di kompetisi ini.
Walaupun hubungan antar-manajemen telah mencapai titik terendah, Laporta memastikan bahwa semangat tim Barcelona lebih unggul daripada lawan. Di lapangan, Laporta menegaskan bahwa intensitas dan semangat juang tim akan menjadi modal utama untuk menaklukkan rival abadi mereka dan mengamankan trofi pertama musim ini.