Lyfe Oldenstam Lirik Timnas Indonesia Usai Terpukau Aksi Jay Idzes
Uptodai.com - Peluang Lyfe Oldenstam bela Timnas Indonesia kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air. Bek muda berbakat milik Como 1907 ini secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya untuk berseragam Garuda di masa depan. Ketertarikan tersebut muncul setelah ia menyaksikan langsung performa gemilang Jay Idzes di kompetisi kasta kedua Italia.
Lyfe Oldenstam merupakan pemain bertahan yang saat ini memperkuat tim U-19 Como di Italia. Pemain kelahiran Belanda ini memiliki garis keturunan Indonesia yang sangat kuat melalui ibunya yang berasal dari Jakarta. Sebelum berlabuh di Italia, ia menimba ilmu cukup lama di akademi legendaris Ajax Amsterdam.
Perjalanan karier pemain berusia 17 tahun ini tergolong cukup mentereng untuk pemain seusianya. Ia memulai langkah awalnya di klub lokal VV Unicum sebelum akhirnya bergabung dengan PEC Zwolle. Bakat besarnya kemudian tercium oleh pemandu bakat Ajax Amsterdam yang memboyongnya pada tahun 2020 silam.
Bersama raksasa Belanda tersebut, Lyfe berkembang pesat dan menjadi andalan di kelompok umur U-17 hingga U-19. Namun, pada awal tahun 2025, ia memutuskan untuk mencari tantangan baru di Italia bersama Como 1907. Keputusan ini terbukti tepat karena ia langsung mendapatkan menit bermain reguler di kompetisi Primavera.
Kekaguman Lyfe Oldenstam Terhadap Kualitas Jay Idzes
Momen titik balik ketertarikan Lyfe terhadap Indonesia terjadi saat timnya bertemu dengan Sassuolo pada November 2025. Dalam pertandingan tersebut, ia berkesempatan melihat langsung aksi bek senior Timnas Indonesia, Jay Idzes. Kualitas permainan yang ditunjukkan Idzes di atas lapangan ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Lyfe.
Ia mengaku sangat terkesan dengan ketenangan dan visi bermain yang dimiliki oleh bek andalan Shin Tae-yong tersebut. Menurutnya, kemampuan distribusi bola dan teknik operan Idzes berada di atas rata-rata pemain bertahan pada umumnya. Hal ini menjadi standar baru bagi Lyfe dalam melihat potensi perkembangan kariernya sendiri.
“Di lapangan, saya benar-benar memperhatikan kemampuan passing, teknik, dan visi bermain Jay yang luar biasa,” ungkap Lyfe. Ia menilai bahwa kualitas tersebut menunjukkan potensi besar yang bisa dicapai oleh pemain Indonesia di level Eropa. Pengakuan ini ia sampaikan melalui unggahan di media sosial yang langsung memicu reaksi positif dari netizen.
Sinyal Naturalisasi dan Masa Depan Bersama Skuad Garuda
Selain mengagumi permainan teknis, Lyfe juga sempat berbincang singkat dengan Jay Idzes mengenai peluang membela negara leluhurnya. Percakapan tersebut seolah menjadi pembuka jalan bagi kemungkinan proses naturalisasi Lyfe Oldenstam di masa mendatang. Meskipun saat ini ia masih menjadi bagian dari Timnas Belanda kelompok umur, pintu untuk Indonesia tetap terbuka lebar.
Saat ini, Lyfe Oldenstam tercatat sebagai pemain Timnas Belanda U-19 dan telah memberikan kontribusi nyata di kualifikasi Euro. Ia bahkan sempat menyumbangkan assist penting yang membuktikan kualitasnya sebagai bek sayap modern yang ofensif. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dirinya sangat terbuka untuk setiap peluang baru yang datang.
“Untuk saat ini fokus saya memang masih bersama tim nasional Belanda, tetapi saya sangat terbuka untuk peluang baru di masa depan,” jelasnya. Pernyataan diplomatis ini memberikan harapan besar bagi PSSI untuk memantau perkembangannya lebih lanjut. Kehadiran pemain dengan latar belakang akademi Ajax tentu akan menjadi aset berharga bagi pertahanan Indonesia.
Secara teknis, Lyfe adalah pemain yang sangat fleksibel karena mampu menempati beberapa posisi sekaligus di lini belakang. Meski posisi aslinya adalah bek kiri, ia tidak canggung saat harus bermain di sisi kanan maupun didorong lebih ke depan sebagai winger. Kecepatan dan kemampuan teknisnya menjadi senjata utama dalam membantu skema serangan balik.
Dengan postur 166 cm, ia mengandalkan kelincahan untuk memenangkan duel-duel satu lawan satu dengan penyerang lawan. Gaya mainnya yang agresif namun taktis sangat cocok dengan filosofi sepak bola modern yang menuntut bek sayap aktif bergerak. Jika proses perpindahan federasi terjadi, Lyfe bisa menjadi pesaing kompetitif bagi nama-nama besar di pos bek sayap Timnas Indonesia.