Uptodai.com - Rumor mengenai proses naturalisasi Lyfe Oldenstam Timnas Indonesia kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Bek muda berbakat yang kini memperkuat Como 1907 U-19 tersebut secara terang-terangan menyatakan ketertarikannya untuk berseragam Merah Putih di masa depan. Keinginan ini muncul setelah ia melihat langsung kualitas kepemimpinan dan permainan bek senior Indonesia, Jay Idzes.

Lyfe Oldenstam memiliki garis keturunan Indonesia yang cukup kental dari pihak ibunya, di mana kakek dan neneknya berasal dari Jakarta. Pemain kelahiran Belanda ini mulai mencuri perhatian publik setelah menunjukkan performa konsisten di kompetisi usia muda Italia. Kehadirannya tentu menjadi angin segar bagi PSSI yang terus berupaya menjaring talenta diaspora berkualitas tinggi untuk memperkuat skuad Garuda.

Kekaguman Lyfe Oldenstam terhadap Kualitas Jay Idzes

Momen titik balik ketertarikan Lyfe Oldenstam Timnas Indonesia bermula saat ia bertemu dengan Jay Idzes dalam laga Sassuolo melawan Como pada akhir November 2025. Sebagai sesama pemain yang memiliki akar Belanda-Indonesia, Oldenstam mengaku sangat memperhatikan setiap gerak-gerik Idzes di lapangan hijau. Ia merasa terinspirasi oleh ketenangan dan visi bermain yang ditunjukkan oleh kapten Timnas Indonesia tersebut.

Oldenstam memberikan pujian setinggi langit terhadap kemampuan teknis yang dimiliki oleh Idzes selama pertandingan berlangsung. Ia menilai bahwa standar permainan Idzes merupakan level yang ingin ia capai dalam karier profesionalnya sebagai pemain bertahan. Percakapan santai di antara keduanya kabarnya juga sempat menyentuh topik mengenai peluang membela tanah leluhur di kancah internasional.

Meskipun saat ini ia masih menjadi bagian penting dari skuad Belanda U-19, Oldenstam menegaskan bahwa hatinya tidak sepenuhnya tertutup untuk Indonesia. Ia mengakui bahwa peluang untuk berpindah federasi selalu terbuka lebar, terutama jika ada proyek serius dari pihak PSSI. Sikap terbuka ini menunjukkan bahwa pengaruh pemain senior seperti Jay Idzes sangat besar dalam menarik minat talenta muda Eropa.

Profil dan Karier Cemerlang di Akademi Ajax Amsterdam

Sebelum bergabung dengan klub milik pengusaha Indonesia di Italia, Lyfe Oldenstam menempa bakatnya di akademi legendaris Ajax Amsterdam. Ia menghabiskan waktu selama lima tahun di klub raksasa Belanda tersebut dan memperkuat tim kategori umur U-17 hingga U-19. Pengalaman bermain di salah satu akademi terbaik dunia ini membentuk karakter permainannya menjadi bek yang modern dan taktis.

Pada pertengahan tahun 2025, ia memutuskan untuk mencari tantangan baru dengan hijrah ke Italia untuk bergabung bersama Como 1907. Keputusan ini terbukti tepat karena ia langsung mendapatkan menit bermain reguler dan mencatatkan belasan penampilan di musim perdananya. Adaptasi yang cepat di kompetisi Italia yang dikenal sangat mengedepankan taktik bertahan membuat kualitasnya semakin terasah tajam.

Di level internasional, rekam jejak Oldenstam bersama tim nasional Belanda junior tergolong sangat impresif dan konsisten. Ia tercatat sudah membela tim Oranje sejak level U-15 hingga kini dipromosikan ke skuad Belanda U-19 untuk kualifikasi Euro. Fleksibilitasnya yang mampu bermain sebagai bek kiri maupun bek kanan menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh pelatih mana pun.

Potensi Besar Lyfe Oldenstam untuk Pertahanan Garuda

Jika proses naturalisasi Lyfe Oldenstam Timnas Indonesia benar-benar terealisasi, maka lini belakang tim nasional akan semakin mewah dan kompetitif. Oldenstam dikenal sebagai bek yang tidak hanya kuat dalam duel satu lawan satu, tetapi juga memiliki akurasi umpan yang sangat baik. Kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang sangat cocok dengan filosofi permainan modern yang diusung oleh tim kepelatihan saat ini.

PSSI sendiri saat ini memang tengah gencar memantau pemain-pemain muda di Eropa yang memiliki potensi jangka panjang untuk tim nasional. Kehadiran pemain seperti Oldenstam diharapkan bisa menjadi suksesor bagi para pemain senior di masa depan. Dengan usia yang masih sangat muda, ia memiliki waktu yang panjang untuk berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi prestasi sepak bola Indonesia.

Dukungan dari para suporter di media sosial juga terus mengalir deras agar sang pemain segera diproses untuk mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Fenomena ini membuktikan bahwa antusiasme publik terhadap pemain diaspora tetap tinggi, asalkan sang pemain memiliki kualitas yang mumpuni. Kini, bola panas ada di tangan federasi untuk menindaklanjuti ketertarikan bek berbakat milik Como 1907 tersebut.