Maarten Paes Mulai Nyetel di Ajax Amsterdam, Pundit Belanda Beri Pujian
Uptodai.com - Maarten Paes di Ajax Amsterdam kini mulai menunjukkan grafik performa yang menanjak setelah sempat melewati masa-masa sulit di awal kedatangannya. Penjaga gawang andalan Timnas Indonesia tersebut perlahan berhasil membungkam keraguan publik sepak bola Belanda melalui aksi gemilangnya di bawah mistar gawang De Godenzonen.
Adaptasi kilat yang ditunjukkan Paes mendapat apresiasi khusus dari pengamat sepak bola senior Belanda, Hans Kraay Jr. Ia menilai sang kiper kini sudah jauh lebih tenang dan mulai memahami filosofi permainan yang diinginkan oleh klub raksasa Amsterdam tersebut. Perubahan ini menjadi angin segar bagi pendukung Ajax yang sebelumnya sempat mengkritik gaya main Paes.
Transformasi Performa di Laga Kontra Sparta Rotterdam
Pujian mengalir deras setelah Maarten Paes tampil solid saat membantu Ajax meraih kemenangan telak 4-0 atas Sparta Rotterdam pada pertengahan Maret 2026. Dalam pertandingan tersebut, Paes tidak hanya sekadar menjaga gawang, tetapi juga menjadi komando di lini pertahanan. Ia berhasil mencatatkan clean sheet keduanya sejak merumput di Johan Cruyff Arena.
Sebelumnya, perjalanan Paes di kasta tertinggi Liga Belanda tidaklah semulus yang dibayangkan banyak orang. Sejumlah pandit lokal sempat melontarkan kritik tajam mengenai kemampuannya dalam membangun serangan dari lini belakang atau build-up play. Ia dianggap terlalu berisiko saat memegang bola dan sering melakukan komunikasi yang dinilai berlebihan di lapangan.
Namun, Hans Kraay Jr melihat adanya pergeseran gaya main yang signifikan dalam beberapa laga terakhir. Ia meyakini bahwa instruksi pelatih Oscar Garcia telah mengubah cara pandang Paes dalam mengambil keputusan di area kotak penalti. Paes kini lebih selektif dalam memilih kapan harus bermain pendek dan kapan harus membuang bola jauh ke depan.
Sentuhan Dingin Oscar Garcia dan Kedewasaan Bermain
Hans Kraay Jr menduga ada pesan khusus yang disampaikan Oscar Garcia kepada kiper bertinggi badan 191 cm tersebut. Menurutnya, Garcia yang memiliki latar belakang filosofi Barcelona tentu menyukai permainan kaki ke kaki, namun tetap mengutamakan keamanan gawang. “Saya rasa pelatih memintanya untuk berhenti melakukan operan berisiko yang bisa ‘membunuh’ tim,” ujar Kraay.
Instruksi tersebut tampaknya dijalankan dengan sangat baik oleh Paes di lapangan hijau. Jika situasi memungkinkan untuk membangun serangan dari bawah, ia akan melakukannya dengan akurasi yang terukur. Sebaliknya, jika lawan memberikan tekanan tinggi, ia tidak ragu untuk melepaskan umpan panjang guna mengamankan area pertahanan.
Fleksibilitas taktik inilah yang membuat performa Maarten Paes bersama Ajax kini dianggap lebih matang dan dewasa. Ia tidak lagi memaksakan ego untuk selalu bermain cantik, melainkan lebih fokus pada efektivitas permainan. Hal ini terbukti efektif meredam agresivitas lawan-lawan Ajax di kompetisi domestik.
Bedah Statistik dan Dampak bagi Timnas Indonesia
Berdasarkan data statistik dari Sofascore, penampilan Paes saat melawan Sparta Rotterdam memang layak mendapatkan apresiasi. Ia mencatatkan satu penyelamatan krusial dan dua kali keluar dari sarangnya untuk memotong serangan balik cepat lawan. Selain itu, ia juga membukukan 12 kali recoveries yang menunjukkan kesigapannya dalam membaca arah bola.
Meskipun akurasi umpannya berada di angka 54 persen, distribusi bola yang dilakukan Paes dinilai jauh lebih aman dibandingkan laga-laga sebelumnya. Ia berhasil melepaskan 19 umpan sukses dari 35 percobaan yang dilakukan sepanjang pertandingan. Performa stabil ini memberinya rating 6,7, sebuah angka yang cukup kompetitif untuk seorang penjaga gawang.
Peningkatan performa ini tentu menjadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Dengan jam terbang tinggi di level Eropa, Paes diharapkan membawa mentalitas juara saat membela skuad Garuda di ajang FIFA Series 2026 mendatang. Kehadirannya di bawah mistar akan memberikan rasa aman bagi lini belakang Indonesia dalam menghadapi lawan-lawan tangguh.