Uptodai.com - Presiden Inter Milan, Beppe Marotta sentil Giorgio Chiellini menyusul protes keras kubu Juventus terkait insiden yang melibatkan Alessandro Bastoni dalam laga Derby d’Italia. Pertandingan pekan ke-25 Serie A 2025/2026 tersebut menyisakan bara panas meski peluit panjang telah dibunyikan di Giuseppe Meazza.

Ketegangan memuncak saat wasit mengusir bek Juventus, Pierre Kalulu, pada menit ke-42 setelah menerima kartu kuning kedua. Keputusan ini memicu kemarahan manajemen Si Nyonya Tua karena kontak fisik dengan Bastoni dianggap sangat minim. Pihak Juventus menuduh bek Inter tersebut melakukan aksi teatrikal yang merugikan tim tamu.

Kontroversi Diving Alessandro Bastoni dan Kartu Merah Kalulu

Insiden tersebut menjadi titik balik permainan yang membuat Juventus harus berjuang dengan sepuluh pemain di sisa laga. Kontroversi diving Alessandro Bastoni pun langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai media olahraga Italia. Banyak pihak menilai Bastoni sengaja menjatuhkan diri untuk memancing reaksi wasit agar memberikan hukuman kepada Kalulu.

Meskipun tayangan ulang memperlihatkan adanya kontak, intensitasnya dianggap tidak cukup kuat untuk membuat seorang pemain tersungkur. Namun, wasit tetap pada pendiriannya dan menolak tuduhan adanya simulasi atau diving dari pihak Inter Milan. Keputusan ini membuat jajaran direksi Juventus, termasuk Giorgio Chiellini, berang dan melayangkan kritik terbuka.

Marotta sendiri tidak menampik bahwa gestur yang ditunjukkan Bastoni memang memicu perdebatan yang cukup luas di lapangan. Ia mengakui bahwa ada hal-hal yang terkadang melampaui batas kewajaran dalam sebuah pertandingan dengan tensi setinggi Derby d’Italia. Namun, ia menekankan pentingnya dialog daripada sekadar melontarkan protes yang meledak-ledak.

“Gestur Bastoni mungkin tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip fair play yang kita junjung tinggi,” ujar Marotta. Ia menambahkan bahwa pencegahan terhadap insiden serupa seharusnya bisa dilakukan melalui pemahaman aturan yang lebih baik oleh para pemain. Marotta menilai edukasi mengenai regulasi pertandingan menjadi kunci utama agar konflik seperti ini tidak terus berulang.

Sindiran Halus Marotta untuk Direktur Muda Juventus

Ketegangan tidak hanya berhenti di lapangan, tetapi merembet hingga ke level manajemen klub. Giorgio Chiellini yang kini menjabat sebagai direktur Juventus tampil sangat vokal dalam menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan wasit. Hal inilah yang kemudian memicu reaksi dari Marotta yang merupakan mantan atasan Chiellini saat masih di Juventus.

Marotta mengaku sempat menyapa Chiellini setelah pertandingan berakhir untuk meredakan suasana yang kian memanas. Namun, ia merasa respons yang diberikan oleh mantan bek timnas Italia tersebut terkesan terlalu emosional dan berlebihan. Baginya, sikap Chiellini mencerminkan sosok yang baru saja terjun ke dunia manajerial klub besar.

Secara terbuka, Beppe Marotta sentil Giorgio Chiellini dengan menyebutnya sebagai direktur yang masih hijau di dunia sepak bola. “Saat ini, dia adalah direktur muda dan kurang berpengalaman, sehingga reaksinya mungkin dipengaruhi oleh emosi sesaat,” tutur Marotta. Pernyataan ini menjadi sindiran telak mengingat Marotta adalah sosok veteran yang sudah puluhan tahun malang melintang di manajemen Serie A.

Marotta mengingatkan bahwa posisi direktur menuntut ketenangan dan perspektif yang lebih luas dalam melihat sebuah masalah. Ia merasa Chiellini masih perlu belajar banyak untuk mengelola tekanan, terutama saat timnya mengalami kerugian akibat keputusan wasit. Relasi lama antara keduanya tampaknya tidak menghalangi Marotta untuk memberikan “pelajaran” publik kepada mantan anak asuhnya tersebut.

Hingga saat ini, atmosfer persaingan antara Inter Milan dan Juventus diprediksi akan terus memanas di papan atas klasemen. Insiden kartu merah Kalulu dan tuduhan diving Bastoni dipastikan akan menjadi bumbu penyedap dalam pertemuan kedua tim selanjutnya. Serie A musim ini pun semakin menarik untuk diikuti seiring dengan perang urat syaraf antar petinggi klub.