Uptodai.com - Kontroversi diving Derby d’Italia kembali memanas setelah Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, melontarkan pernyataan tajam terkait insiden masa lalu. Marotta bereaksi keras terhadap kritik yang menghujam bek tengahnya, Alessandro Bastoni, pasca kemenangan I Nerazzurri atas Juventus. Laga yang berakhir dengan skor 3-2 tersebut menyisakan perdebatan panjang mengenai sportivitas di atas lapangan hijau.

Wasit Federico La Penna menjadi pusat perhatian karena memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu dalam pertandingan tersebut. Keputusan itu dianggap kontroversial lantaran Bastoni dituding melakukan simulasi untuk mengelabui sang pengadil. Media Italia pun segera membanjiri ruang publik dengan kecaman yang menyudutkan pemain bertahan berusia 26 tahun tersebut.

Pembelaan Giuseppe Marotta Terhadap Alessandro Bastoni

Menanggapi serangan tersebut, Giuseppe Marotta mengakui adanya kesalahan dalam keputusan wasit namun menyayangkan reaksi media yang dianggapnya tidak proporsional. Ia menegaskan bahwa Bastoni adalah pemain profesional dengan rekam jejak bersih selama lebih dari 300 penampilan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Menurutnya, serangan terhadap sang pemain sudah melampaui batas kewajaran dari apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Marotta pasang badan dan menyebut bahwa posisi klub sangat sederhana dalam menghadapi polemik ini. Ia menilai bahwa seorang pemain yang tidak pernah menjadi protagonis dalam peristiwa sensasional tidak layak mendapatkan penghakiman sepihak. Baginya, kesalahan wasit adalah bagian dari dinamika pertandingan yang sering terjadi namun kali ini dibesar-besarkan secara berlebihan.

Sindiran Tajam untuk Juventus dan Insiden 2021

Dalam sebuah pertemuan resmi Lega, Marotta kemudian mengalihkan sorotan ke arah sejarah kelam rivalitas kedua tim pada tahun 2021 silam. Ia mengingatkan publik pada aksi jatuh Juan Cuadrado yang membuahkan penalti krusial bagi kemenangan Juventus kala itu. Saat itu, Si Nyonya Tua berhasil menundukkan Inter Milan dengan skor 3-2 berkat insiden simulasi yang melibatkan kontak minim dengan Ivan Perisic.

Sindiran ini bukan tanpa alasan, sebab kemenangan Juventus pada masa itu memiliki dampak finansial yang sangat masif bagi klub asal Turin tersebut. Berkat tambahan tiga poin dari insiden penalti Cuadrado, Juventus berhasil mengamankan tiket ke pentas Liga Champions musim berikutnya. Marotta menyebut keuntungan yang didapat sang rival mencapai angka fantastis, yakni sekitar 60 hingga 70 juta Euro.

Standar Ganda dalam Menilai Insiden Simulasi

Presiden Inter Milan tersebut menekankan bahwa insiden simulasi Inter vs Juventus bukanlah fenomena baru dalam panasnya persaingan Serie A. Ia menilai publik seolah memiliki standar ganda ketika menghakimi aksi pemain Inter dibandingkan dengan kejadian serupa di masa lalu. Baginya, sejarah mencatat bahwa kesalahan pengadil lapangan seringkali memberikan dampak yang jauh lebih besar dari sekadar kartu merah.

Kini, persaingan antara Inter Milan dan Juventus diprediksi akan semakin memanas menyusul pernyataan terbuka dari sang presiden. Marotta ingin memastikan bahwa mentalitas pemainnya tidak terganggu oleh narasi negatif yang berkembang di luar lapangan. Ia berharap publik lebih objektif dalam melihat setiap kejadian tanpa harus melupakan konteks sejarah yang pernah terjadi sebelumnya.