Bojan Hodak Ungkap Kondisi Mental Pemain Persib Usai Kalah di ACL 2
Uptodai.com - Kondisi mental pemain Persib Bandung saat ini menjadi perhatian serius tim pelatih setelah menelan kekalahan pahit pada laga leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Skuad Pangeran Biru harus mengakui keunggulan Ratchaburi FC dengan skor telak 0-3 saat bertandang ke Thailand tengah pekan lalu.
Hasil minor di Stadion Ratchaburi tersebut memberikan dampak psikologis yang cukup signifikan bagi Thom Haye dan rekan-rekan setimnya. Meski mengusung misi bangkit pada pertemuan kedua, memulihkan kepercayaan diri pemain bukan perkara mudah bagi sang nakhoda. Bojan Hodak kini memikul tanggung jawab besar untuk membangkitkan gairah bertarung anak asuhnya di lapangan.
Pelatih asal Kroasia tersebut mengonfirmasi bahwa secara fisik, para penggawa Maung Bandung sebenarnya berada dalam level yang sangat baik. Namun, ia tidak menampik adanya penurunan moral yang terlihat jelas dalam sesi latihan terbaru. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat Persib harus mengejar defisit tiga gol untuk menjaga peluang lolos.
Evaluasi Bojan Hodak Terkait Kondisi Mental Pemain Persib
Bojan Hodak mengungkapkan bahwa kekalahan telak di Thailand merupakan pil pahit yang harus segera ditelan oleh seluruh anggota tim. Ia menilai fluktuasi performa dalam sepak bola adalah hal yang wajar, namun reaksi setelah kekalahan itulah yang paling menentukan. Bojan terus memantau perkembangan setiap individu agar siap tampil maksimal di leg kedua nanti.
“Kondisi pemain secara fisik oke, tapi secara mental agak kurang oke. Namun, terkadang kekalahan itu perlu dan pertandingan yang buruk bisa saja terjadi,” ujar Bojan Hodak saat memimpin sesi latihan di Lapangan Pendamping GBLA, Kota Bandung, Sabtu (14/2/2026).
Mantan pelatih PSM Makassar ini terus menanamkan pola pikir positif kepada skuad asuhannya agar tidak terlarut dalam kesedihan. Ia percaya bahwa potensi untuk membalikkan keadaan masih terbuka lebar jika para pemain mampu menjaga fokus. Persiapan Persib lawan Ratchaburi FC kini memasuki fase krusial yang menitikberatkan pada aspek psikologis.
Masalah Penyelesaian Akhir dan Efektivitas Serangan
Berdasarkan evaluasi teknis, Bojan melihat bahwa timnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan Ratchaburi FC pada pertemuan pertama. Persib bahkan tercatat menciptakan beberapa peluang emas yang sayangnya gagal dikonversi menjadi gol. Kurangnya ketajaman di lini depan membuat momentum pertandingan berbalik menguntungkan pihak lawan.
“Karena pada babak pertama kami menjadi tim yang lebih baik. Kami kalah, tetapi bermain lebih baik. Di babak kedua, pada dasarnya kami punya peluang dan tembakan yang lebih banyak, tetapi tidak ada gol,” tutur Bojan menambahkan.
Ketidakmampuan memanfaatkan peluang ini justru berujung petaka bagi pertahanan Persib yang mulai kehilangan disiplin posisi. Saat asyik menyerang untuk mengejar ketertinggalan, barisan belakang mereka justru dihukum oleh skema serangan balik cepat. Hal ini menjadi catatan penting dalam strategi Bojan Hodak di ACL 2 untuk laga berikutnya.
Misi Remontada di Hadapan Bobotoh
Bojan Hodak menekankan bahwa bermain di kandang sendiri harus menjadi suntikan motivasi tambahan bagi para pemain. Dukungan penuh dari Bobotoh diharapkan mampu mengangkat kembali psikologis skuad Maung Bandung yang sempat meredup. Ia tidak ingin kesalahan serupa terulang kembali saat menjamu wakil Thailand tersebut di Bandung.
Faktor cuaca dan adaptasi lapangan juga sempat menjadi kendala saat bermain di Thailand, namun hal itu bukan lagi alasan pada leg kedua. Persib dituntut untuk tampil lebih klinis dan tidak membuang peluang sekecil apa pun di depan gawang. Kedisiplinan dalam transisi dari menyerang ke bertahan menjadi kunci utama untuk menghindari gol lawan.
“Lalu kami mulai bermain seperti yang mereka inginkan. Ini hal yang tak boleh terjadi lagi. Sekarang kami fokus ke laga berikutnya dan selalu percaya bisa melakukan sesuatu,” pungkas Bojan dengan nada optimis.
Kini, publik sepak bola Jawa Barat menanti keajaiban di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Dengan pemulihan mental yang tepat, Persib diharapkan mampu menunjukkan karakter aslinya sebagai juara bertahan Liga 1. Pertandingan leg kedua ini akan menjadi pembuktian sejauh mana kematangan mental para pemain dalam menghadapi tekanan kompetisi Asia.