Uptodai.com - Kekacauan di internal Manchester United kembali memanas setelah klub memutuskan memecat manajer Ruben Amorim awal pekan ini. Di tengah situasi yang serba tidak pasti, Darren Fletcher nasib Manchester United akhirnya terungkap, setidaknya untuk jangka waktu yang sangat pendek.

Mantan gelandang legendaris Setan Merah tersebut saat ini menjabat sebagai caretaker, memimpin tim dalam situasi transisi. Namun, pengumuman yang ia sampaikan tidak hanya sekadar konfirmasi, melainkan juga menyoroti betapa gentingnya proses pencarian manajer permanen yang sedang berlangsung di Old Trafford.

Darren Fletcher Amankan Posisi, Sementara Bursa Pelatih Manchester United Memanas

Manchester United memasuki tahun baru dengan keputusan drastis, yakni mendepak Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026). Rentetan hasil minor yang tidak memuaskan serta adanya friksi dengan jajaran manajemen menjadi alasan utama di balik pemecatan tersebut. Meskipun Amorim sempat membawa progres di beberapa aspek, performa keseluruhan tim dinilai belum mencapai standar yang ditetapkan oleh petinggi klub.

Kini, prioritas utama manajemen adalah menemukan sosok yang tepat, bahkan jika itu hanya manajer interim yang bersedia mengisi kekosongan hingga akhir musim. Situasi ini berbeda dengan beberapa bursa sebelumnya, di mana United cenderung mencari solusi jangka panjang.

Di tengah kekosongan tersebut, nama-nama besar mulai mencuat ke permukaan. Laporan dari jurnalis kenamaan Fabrizio Romano menyebutkan bahwa Ole Gunnar Solskjaer, yang pernah dipecat United beberapa tahun lalu, berpeluang besar kembali ke Old Trafford. Selain Solskjaer, legenda klub lainnya, Michael Carrick, juga disebut-sebut masuk dalam daftar pertimbangan untuk mengisi posisi sementara.

Hasil Imbang Kontra Burnley dan Konfirmasi Jangka Pendek

Sebagai penjabat sementara, Darren Fletcher memimpin United dalam laga tandang yang sulit melawan Burnley di Turf Moor. Dalam duel lanjutan Premier League yang berlangsung Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, Setan Merah hanya mampu bermain imbang 2-2.

Pertandingan tersebut berjalan buruk bagi United sejak awal, bahkan mereka sempat tertinggal akibat gol bunuh diri Ayden Heaven di babak pertama. Semangat tim sempat terangkat di paruh kedua ketika dwigol dari Benjamin Sesko berhasil membalikkan keadaan. Sayangnya, kegagalan mempertahankan keunggulan terjadi setelah Jaidon Anthony menyamakan kedudukan, membatalkan potensi tiga poin penuh bagi tim tamu.

Hasil imbang yang mengecewakan ini membuat United terperosok ke peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Inggris. Mereka harus rela dilangkahi oleh Brentford dan Newcastle United yang berhasil meraih kemenangan di pekan yang sama.

Fletcher Ditugaskan Memimpin Laga Piala FA

Setelah peluit panjang dibunyikan di Turf Moor, sorotan langsung mengarah kepada Darren Fletcher nasib Manchester United di pertandingan berikutnya. United dijadwalkan menjamu Brighton & Hove Albion dalam ajang Piala FA, yang merupakan kesempatan penting untuk menyelamatkan musim mereka dari kegagalan total.

Fletcher mengonfirmasi bahwa ia akan tetap berada di kursi panas untuk pertandingan tersebut. Ia mengaku sudah mendapatkan instruksi langsung dari manajemen klub.

“Saya sudah diberi tahu bahwa mereka menginginkan saya untuk memimpin tim untuk hari Minggu [laga kontra Brighton],” ujar Fletcher seusai pertandingan melawan Burnley, seperti dikutip dari Independent.

Meskipun demikian, Fletcher mengakui bahwa keputusan ini sudah tercium sejak awal pekan, namun fokus utamanya adalah pertandingan Premier League. “Ada perasaan bahwa itu mungkin akan terjadi sejak hari Senin, namun kami ingin fokus kepada Burnley,” tambahnya.

Dengan konfirmasi ini, fokus dan energi Fletcher kini sepenuhnya beralih kepada persiapan melawan Brighton. Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah statusnya setelah pertandingan Piala FA. Manajemen United belum memberikan kejelasan apakah Fletcher akan terus menjabat hingga manajer interim baru ditemukan, atau apakah penunjukan Solskjaer atau Carrick akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Situasi ini menegaskan bahwa United masih dalam fase krisis manajerial, di mana solusi jangka pendek menjadi pilihan pragmatis sambil menunggu sosok yang benar-benar siap menahkodai kapal Setan Merah.