Uptodai.com - Daftar negara undangan FIFA ASEAN Cup 2026 kini menjadi sorotan pecinta sepak bola setelah Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) resmi melibatkan tim dari luar Asia Tenggara. Langkah berani ini bertujuan untuk meningkatkan level kompetitif turnamen yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF tersebut. Kehadiran tim-tim tamu ini diprediksi akan memberikan warna baru sekaligus tantangan berat bagi kontestan reguler seperti Indonesia dan Thailand.

Berdasarkan laporan dari Straits Times, FIFA berencana menambah jumlah peserta menjadi 12 negara melalui skema undangan khusus. Struktur kompetisi juga mengalami transformasi besar dengan pembagian format menjadi dua kasta, yakni Divisi I dan Divisi II. Sebanyak delapan negara akan bersaing ketat di Divisi I, sementara sisanya bakal bertarung memperebutkan gengsi di Divisi II.

Format pertandingan di Divisi I nantinya akan membagi delapan tim ke dalam dua grup yang masing-masing dihuni oleh empat negara. Setiap tim akan melakoni tiga pertandingan fase grup untuk menentukan posisi terbaik demi melaju ke babak selanjutnya. Puncaknya, para juara grup akan saling berhadapan di partai final untuk memperebutkan trofi bergengsi tersebut.

Motivasi para peserta dipastikan berlipat ganda karena FIFA telah menyiapkan hadiah yang sangat fantastis bagi sang juara. Pemenang utama akan membawa pulang uang tunai sebesar USD1 juta atau setara dengan Rp17 miliar. Angka ini melonjak drastis dibandingkan edisi-edisi sebelumnya, sekaligus menegaskan status turnamen ini sebagai ajang elit di kawasan Asia.

Profil China sebagai Penantang Utama

China menjadi salah satu negara undangan FIFA ASEAN Cup 2026 yang paling diwaspadai karena reputasinya sebagai kekuatan besar di Asia. Skuad Negeri Tirai Bambu ini memiliki pengalaman matang, termasuk keberhasilan mereka menembus babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kehadiran mereka di Divisi I dipastikan akan menyulitkan negara-negara tradisional Asia Tenggara.

Menariknya, China memiliki catatan pertemuan yang cukup intens dengan tim-tim dari kawasan ASEAN dalam beberapa waktu terakhir. Mereka sempat berada satu grup dengan Thailand dan Singapura pada babak kedua kualifikasi bergengsi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa China sudah sangat familiar dengan karakter permainan cepat yang biasa diperagakan tim-tim Asia Tenggara.

Meski berstatus tim kuat, China pernah merasakan kehebatan Timnas Indonesia di kancah internasional baru-baru ini. Walaupun sempat menang 2-1 di laga kandang, mereka harus menyerah 0-1 saat bertandang ke markas skuad Garuda. Kekalahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut menjadi bukti bahwa dominasi China tidaklah absolut di hadapan Indonesia.

India dan Ambisi Kebangkitan di Asia Tenggara

Negara undangan lainnya yang dipastikan mengisi slot di Divisi I adalah India, wakil kuat dari Asia Selatan. Federasi Sepakbola India secara terbuka menyatakan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini menurut laporan Times of India. Kehadiran India diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan popularitas turnamen di luar wilayah ASEAN.

Namun, kondisi internal tim nasional India saat ini sedang tidak dalam performa terbaiknya karena mengalami penurunan tren hasil pertandingan. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya mampu mengemas dua kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan dua kali kekalahan. Momentum FIFA ASEAN Cup 2026 ini kemungkinan besar akan mereka manfaatkan sebagai ajang evaluasi dan kebangkitan tim.

Hong Kong Pimpin Persaingan di Divisi II

Berbeda dengan China dan India, Hong Kong akan memulai petualangan mereka melalui jalur Divisi II. Negara ini tidak hanya sekadar menjadi peserta, tetapi juga mendapatkan kepercayaan penuh untuk bertindak sebagai tuan rumah di kasta tersebut. Posisi ini memberikan keuntungan psikologis bagi Hong Kong untuk menunjukkan taringnya di hadapan pendukung sendiri.

Hong Kong dijadwalkan akan bertemu dengan sejumlah negara seperti Myanmar, Kamboja, Timor Leste, Brunei Darussalam, dan Laos. Melihat komposisi pesaing yang ada, peluang Hong Kong untuk mendominasi dan menjuarai Divisi II tergolong sangat besar. Kesuksesan di divisi ini nantinya bisa menjadi batu loncatan bagi mereka untuk menembus kasta tertinggi pada edisi berikutnya.

Partisipasi ketiga negara undangan FIFA ASEAN Cup 2026 ini secara otomatis menaikkan standar kualitas sepak bola di kawasan ini. Penggemar sepak bola kini menantikan bagaimana strategi pelatih-pelatih top ASEAN dalam meredam kekuatan tim tamu tersebut. Turnamen ini bukan lagi sekadar ajang regional, melainkan panggung pembuktian bagi tim-tim Asia untuk menunjukkan kelasnya.