Jawaban Unik Oliver Glasner Tanggapi Rumor MU
Uptodai.com - Kekosongan kursi panas di Manchester United (MU) pasca-pemecatan Ruben Amorim memicu spekulasi liar di seluruh Eropa. Sejumlah nama pelatih top mulai muncul sebagai kandidat potensial untuk mengisi posisi manajer permanen, atau setidaknya, manajer interim hingga akhir musim.
Salah satu nama yang paling santer disebut adalah manajer Crystal Palace, Oliver Glasner. Pria asal Austria ini dinilai memiliki rekam jejak mumpuni setelah sukses membawa Palace meraih gelar bergengsi. Ketika ditanya langsung mengenai kemungkinan dirinya menukangi Setan Merah, Oliver Glasner tanggapi rumor MU dengan jawaban yang unik, bahkan cenderung jenaka.
Reaksi Dingin dari London Selatan
Isu kepindahan Glasner ke Old Trafford mencuat setelah ia sukses mengukir sejarah bagi Crystal Palace, termasuk memenangkan Piala FA dan Community Shield. Namun, saat dikonfrontasi media mengenai ketertarikan dari raksasa Premier League tersebut, Glasner memilih untuk tidak berspekulasi.
Manajer berusia 49 tahun itu bahkan menggunakan aturan kontraknya sebagai alasan untuk menghindari pembahasan sensitif tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya terikat pada profesionalisme dan tidak diizinkan melanggar ketentuan yang ada.
“Saya tidak diperbolehkan bertaruh. Kontrak saya memiliki satu paragraf yang melarang saya bertaruh. Dan saya tidak melihatnya,” ujar Glasner, dikutip dari laporan media Inggris. Pernyataan ini secara tersirat menunjukkan bahwa ia tidak mau mengambil risiko spekulasi terkait masa depannya.
Komitmen Profesional dan Batasan Kontrak
Saat pertanyaan lanjutan terus diarahkan kepadanya, Glasner tetap teguh pada pendiriannya. Ia menegaskan posisinya sebagai manajer Crystal Palace dan menolak memberikan informasi yang dianggapnya rahasia atau melanggar perjanjian kerja.
“Saya juga tidak bisa memberikan informasi rahasia. Itu juga akan melanggar kontrak saya. Saya adalah manajer Crystal Palace dan tidak masuk akal bagi Anda untuk mengajukan pertanyaan lebih lanjut tentang hal itu,” tegasnya, menutup rapat pintu diskusi mengenai Manchester United.
Krisis Kepemimpinan di Old Trafford
Kebutuhan Manchester United akan manajer baru menjadi mendesak setelah manajemen INEOS memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Keputusan ini diambil hanya 14 bulan setelah Amorim didatangkan, menandakan gejolak internal yang serius di klub.
Saat ini, Darren Fletcher ditunjuk sebagai manajer sementara untuk mengamankan posisi tim di Liga Inggris. Namun, INEOS diketahui sedang bergerak cepat mencari solusi jangka pendek, sebelum menunjuk pelatih permanen di akhir musim. Nama Glasner muncul karena dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan terbukti mampu membawa tim menengah meraih trofi.
Selain Oliver Glasner tanggapi rumor MU, klub juga dikaitkan dengan beberapa nama lama, termasuk kemungkinan kembalinya Ole Gunnar Solskjaer. Mantan manajer Setan Merah itu disebut-sebut berpeluang besar mengisi posisi interim, mengingat ia sudah familiar dengan kultur klub.
Tekanan Internal Crystal Palace Memicu Spekulasi
Meskipun Glasner tampak berkomitmen penuh di London selatan, situasi internal Crystal Palace tidak sepenuhnya kondusif. Spekulasi mengenai kepindahannya semakin menguat karena ia beberapa kali menyuarakan kebutuhan klub untuk meningkatkan ambisi agar bisa bersaing di level tertinggi.
Apalagi, Palace terancam kehilangan sejumlah pilar penting yang menjadi tulang punggung tim. Eberechi Eze telah lebih dulu hengkang ke Arsenal, sementara Michael Olise memilih bergabung dengan Bayern Munich. Selain itu, masa depan bek tengah andalan, Marc Guehi, juga menjadi tanda tanya besar.
Guehi, yang kontraknya akan segera berakhir, diminati oleh dua raksasa Premier League, Manchester City dan Liverpool. Kehilangan pemain kunci secara beruntun ini dikhawatirkan dapat membatasi potensi Glasner di Palace, sehingga tawaran dari klub sebesar Manchester United mungkin sulit untuk ditolak, terlepas dari jawaban diplomatik yang ia sampaikan kepada publik.