Uptodai.com - Catatan buruk mengenai paceklik gol Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal kini memasuki babak baru yang cukup mengkhawatirkan. Megabintang berusia 41 tahun tersebut kembali gagal mencetak gol saat Selecao das Quinas ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo. Laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas, menjadi saksi bisu tumpulnya sang kapten di lini depan.

Dalam pertandingan tersebut, performa mantan pemain Real Madrid ini dinilai jauh dari standar terbaiknya. Bermain penuh selama 90 menit, ia hanya mampu melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun yang menemui sasaran. Lebih memprihatinkan lagi, ia tercatat hanya melakukan 25 kali sentuhan bola, jumlah paling sedikit di antara seluruh starter Portugal.

Kemandulan Terpanjang CR7 di Turnamen Mayor

Hasil minor ini memperpanjang rekor kemandulan sang penyerang menjadi sepuluh pertandingan beruntun di turnamen mayor. Terakhir kali ia mencatatkan namanya di papan skor adalah saat menghadapi Ghana pada fase grup Piala Dunia 2022 silam. Sejak saat itu, keran golnya seolah tersumbat di sisa laga Qatar, seluruh gelaran Euro 2024, hingga laga perdana tahun ini.

Faktor usia yang telah menginjak 41 tahun tampaknya mulai menggerogoti ketajaman fisik sang legenda di atas lapangan hijau. Pada masa keemasannya, ia dikenal sebagai predator kotak penalti yang sangat ditakuti karena kecepatan dan penempatan posisi yang luar biasa. Namun, intensitas tinggi Piala Dunia modern di Amerika Utara ini terlihat sangat menyulitkan pergerakan dinamisnya. Penurunan performa ini memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola mengenai kelayakannya memimpin lini serang.

Dilema Taktis dan Desakan Regenerasi

Di sisi lain, kehadiran talenta muda berbakat seperti Goncalo Ramos dan Rafael Leao di bangku cadangan menambah tekanan bagi sang kapten. Publik mulai mendesak adanya regenerasi taktik agar permainan Portugal menjadi lebih cair dan tidak melulu berpusat pada dirinya. Skema ofensif yang diterapkan saat ini dinilai kurang efektif untuk mengakomodasi gaya mainnya yang tidak lagi secepat dulu. Situasi dilematis ini tentu menjadi ujian berat bagi keharmonisan ruang ganti tim nasional.

Pembelaan Roberto Martinez

Kendati demikian, pelatih Roberto Martinez tetap pasang badan dan memberikan pembelaan serta kepercayaan penuh kepada kaptennya. Menurut Martinez, sangat tidak masuk akal untuk mencadangkan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola saat tim sedang memburu kemenangan. Sang juru taktik meyakini kehadiran sang megabintang di lapangan tetap memberikan dampak psikologis yang besar bagi lawan.

Turnamen bersejarah dengan format baru 48 tim ini masih menyisakan beberapa laga krusial di fase grup bagi Portugal. Ronaldo kini dituntut untuk segera bangkit dan membuktikan bahwa dirinya belum habis di level tertinggi internasional. Laga berikutnya akan menjadi pembuktian apakah sang legenda mampu memecahkan telur kemandulannya atau justru semakin tenggelam dalam kritik.