Uptodai.com - Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, kini dihadapkan pada peluang emas untuk memperkuat skuad Garuda dengan hadirnya pemain kelas Eropa. Isu mengenai kesediaan Pascal Struijk Timnas Indonesia semakin menguat, dan kabar ini tentu menjadi angin segar bagi federasi dan penggemar sepak bola nasional.

Struijk, yang saat ini menjabat sebagai kapten di klub Championship Inggris, Leeds United, adalah sosok bek tengah yang sangat diidam-idamkan. Jika proses naturalisasi ini terealisasi, pemain berdarah Belanda-Indonesia ini akan langsung menyandang status sebagai pemain termahal dalam sejarah Timnas, dengan estimasi harga pasar mencapai 20 juta euro atau setara Rp392 miliar.

Menguatnya Sinyal Pascal Struijk Timnas Indonesia

Spekulasi mengenai Struijk bukan hal baru dalam perbincangan publik sepak bola Tanah Air. Sejak September 2024, media Belanda, Voetbal Primeur, telah melaporkan bahwa Struijk diizinkan secara prinsip untuk memilih membela Indonesia.

Komentar dari pengamat sepak bola Belanda saat itu, Dennie van Laar, menekankan bahwa Struijk adalah pemain dengan kualitas luar biasa yang sangat dibutuhkan Garuda. Kualitasnya yang sudah teruji di kompetisi Eropa menjadi nilai jual utama yang sulit ditandingi pemain lain.

Bukti visual pun sempat muncul pada April 2025, yang semakin memanaskan rumor. Saat itu, Struijk tertangkap kamera duduk di tribun yang sama dengan Patrick Kluivert, mantan juru taktik skuad Garuda, ketika menyaksikan laga Oxford United melawan Leeds United di Liga 2 Inggris.

Pertemuan yang terjadi secara publik ini memicu spekulasi intensif mengenai adanya pembicaraan awal mengenai masa depan sang bek di kancah internasional.

Syarat Berat dan Peran Kunci John Herdman

Meskipun demikian, sempat beredar kabar bahwa Struijk mengajukan syarat yang cukup berat sebelum bersedia membela Merah Putih. Bek bertinggi 190 sentimeter itu disebut-sebut baru mau berkomitmen penuh jika Timnas Indonesia berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Kegagalan Garuda mencapai babak tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa peluang Struijk telah tertutup. Namun, dinamika di balik layar negosiasi pemain diaspora seringkali berubah seiring waktu dan pendekatan personal.

Di sinilah peran John Herdman menjadi sangat krusial. Herdman dikenal memiliki kemampuan negosiasi dan pendekatan personal yang luar biasa terhadap pemain, terutama mereka yang bermain di luar negeri.

Pengalamannya menangani timnas Kanada dan Selandia Baru membuktikan bahwa ia mahir meyakinkan pemain diaspora untuk berkomitmen pada proyek jangka panjang tim nasional. Bukan tidak mungkin, melalui pendekatan yang humanis dari Herdman, Struijk luluh dan bersedia bergabung tanpa harus menunggu kepastian lolos Piala Dunia.

Dampak Harga Pasar Pascal Struijk dan Taktik Garuda

Secara taktis, kehadiran Struijk akan mengubah peta kekuatan lini belakang Indonesia secara drastis. Dalam formasi 3-4-3 andalan Herdman, bek dengan postur ideal ini sangat cocok mengisi posisi bek tengah sisi kiri.

Struijk memiliki kemampuan membangun serangan dari belakang (ball-playing defender) yang sangat vital dalam skema modern. Keterampilannya dalam mengalirkan bola dan memutus serangan lawan akan menjadi aset berharga.

Ia dapat membentuk trio pertahanan yang solid dan menakutkan bersama Kevin Diks dan Jay Idzes, menciptakan tembok yang tangguh di hadapan kiper. Komposisi ini menjanjikan pertahanan yang kokoh sekaligus fleksibel dalam transisi menyerang.

Kualitas dan Harga Pasar Pascal Struijk yang mencapai hampir Rp400 miliar bukan sekadar angka di atas kertas. Nilai fantastis tersebut merupakan cerminan dari pengalaman bermain di liga kompetitif Eropa, kemampuan adaptasi, serta kepemimpinannya sebagai kapten di klub sekelas Leeds United.

Kini, bola panas ada di tangan PSSI dan John Herdman. Keberhasilan negosiasi dengan Struijk tidak hanya akan memberikan tambahan kekuatan teknis yang signifikan, tetapi juga meningkatkan citra dan daya tarik Timnas Indonesia di kancah sepak bola global, membuktikan keseriusan Garuda dalam mengejar prestasi tertinggi.