Uptodai.com - Pascal Struijk tolak Timnas Indonesia meski namanya sempat menjadi incaran utama PSSI untuk mengisi lini pertahanan skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir. Keputusan tersebut kini membuahkan hasil manis bagi karier profesionalnya di tanah Britania Raya bersama klub raksasa Leeds United. Bek tangguh ini bertransformasi menjadi salah satu pilar yang tidak tergantikan di kompetisi sepak bola Inggris.

PSSI sebenarnya telah menunjukkan ambisi besar dengan mendatangkan banyak pemain berkualitas melalui jalur naturalisasi untuk mendongkrak prestasi nasional. Nama-nama besar seperti Jay Idzes, Kevin Diks, hingga Calvin Verdonk telah resmi berseragam Merah Putih dan memberikan dampak instan. Kehadiran mereka terbukti mampu membawa Indonesia melaju hingga babak 16 besar Piala Asia 2023 dan menembus putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Namun, di tengah gelombang keberhasilan tersebut, terselip cerita tentang kegagalan federasi meyakinkan Pascal Struijk untuk bergabung. Pemain yang memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya ini memilih untuk tetap memegang paspor Belanda. Publik sepak bola tanah air pun hanya bisa gigit jari melihat performa impresif sang pemain di kompetisi kasta kedua Inggris saat ini.

Transformasi Menjadi Pembelian Terbaik Leeds United

Pascal Struijk kini disebut-sebut sebagai salah satu pembelian terbaik sepanjang sejarah Leeds United berkat konsistensi performanya di lini belakang. Sejak didatangkan dari akademi Ajax Amsterdam dengan biaya yang relatif murah, ia telah berkembang menjadi pemimpin di lapangan hijau. Kemampuannya dalam membaca arah bola dan mendistribusikan permainan membuatnya sangat dihargai oleh para pendukung setia klub tersebut.

Manajemen klub merasa sangat beruntung memiliki pemain dengan profil seperti Struijk yang mampu bermain di berbagai posisi bertahan. Selain tangguh sebagai bek tengah, ia juga kerap diandalkan untuk mengisi posisi bek kiri maupun gelandang bertahan jika dibutuhkan. Fleksibilitas inilah yang membuat nilai pasarnya terus melonjak drastis di bursa transfer pemain Eropa.

Keberhasilan Struijk di Inggris menjadi bukti bahwa kualitas yang ia miliki memang berada di level tertinggi sepak bola dunia. Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa PSSI sangat ngebet untuk mendapatkan tanda tangannya beberapa waktu lalu. Sayangnya, visi sang pemain ternyata lebih condong untuk mengejar mimpi besar bersama tim nasional di Benua Biru.

Respon Pascal Struijk Terhadap Antusiasme Suporter Indonesia

Meskipun akhirnya Pascal Struijk tolak Timnas Indonesia, ia mengaku sangat terkesan dengan dukungan luar biasa yang diberikan oleh netizen tanah air. Ia seringkali melihat ribuan komentar yang membanjiri akun Instagram pribadinya, meminta dirinya untuk segera menjalani proses naturalisasi. Struijk menganggap fenomena tersebut sebagai bukti betapa besarnya gairah sepak bola di Indonesia.

Pemain berusia 25 tahun ini sempat berkelakar bahwa antusiasme tersebut terkadang terasa lucu namun sekaligus sangat membanggakan. Ia merasa tersanjung karena kemampuannya diakui oleh masyarakat yang berada ribuan kilometer dari tempatnya berkarier. Meski demikian, Struijk menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa Leeds United kembali ke kasta tertinggi Premier League.

Struijk juga tidak menutup mata terhadap perkembangan pesat yang dialami oleh skuad asuhan Shin Tae-yong dalam setahun terakhir. Ia memuji bagaimana Timnas Indonesia mulai menunjukkan taji di kancah internasional dengan mengandalkan kombinasi pemain lokal dan keturunan. Baginya, Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat besar dengan potensi yang belum sepenuhnya tergali.

Ambisi Menembus Skuad Utama De Oranje

Alasan utama di balik keputusan Struijk adalah keinginannya untuk bisa menembus skuad utama Timnas Belanda atau De Oranje. Ia percaya bahwa dengan tampil konsisten di Liga Inggris, kesempatan untuk dipanggil oleh pelatih tim nasional Belanda akan terbuka lebar. Persaingan di lini belakang Belanda memang sangat ketat, namun Struijk optimis bisa bersaing dengan nama-nama besar lainnya.

Konsistensi menjadi kunci bagi Struijk jika ingin mewujudkan impian mengenakan seragam oranye di turnamen mayor seperti Euro atau Piala Dunia. Ia terus mengasah kemampuannya di bawah arahan pelatih klub demi mencapai level permainan yang diinginkan tim nasional. Ambisi besar inilah yang membuatnya tetap teguh pada pendiriannya meski tawaran dari Indonesia terus berdatangan.

Kini, publik sepak bola hanya bisa menyaksikan kehebatan Pascal Struijk dari kejauhan melalui layar kaca saat ia bertanding di Inggris. Walaupun gagal dinaturalisasi, kehadirannya tetap menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda keturunan lainnya di luar negeri. PSSI sendiri terus bergerak mencari talenta-talenta baru untuk memastikan kekuatan Timnas Indonesia tetap kompetitif di masa depan.