Uptodai.com - Kontroversi penalti Liverpool lawan PSG dalam laga perempat final Liga Champions musim ini memicu reaksi keras dari bek andalan The Reds, Ibrahima Konate. Pemain asal Prancis tersebut merasa timnya dirugikan oleh keputusan wasit yang menganulir tendangan dua belas pas di momen krusial. Kekalahan 2-0 di Anfield pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan skuad asuhan Arne Slot di kompetisi kasta tertinggi Eropa.

Atmosfer Anfield yang biasanya angker bagi tim tamu berubah menjadi penuh ketegangan saat wasit meninjau ulang pelanggaran terhadap Alexis Mac Allister. Gelandang asal Argentina tersebut terjatuh di kotak terlarang setelah mendapat kontak fisik yang cukup keras dari pemain bertahan Les Parisiens. Awalnya, wasit menunjuk titik putih, namun intervensi Video Assistant Referee (VAR) membatalkan keputusan tersebut secara mendadak.

Ibrahima Konate tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah melihat peluang emas untuk menyamakan kedudukan hilang begitu saja. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi titik balik yang meruntuhkan mentalitas bertanding rekan-rekan setimnya di lapangan. Ia menilai jalannya pertandingan akan sangat berbeda jika Liverpool berhasil mengeksekusi penalti tersebut menjadi gol penyeimbang.

Dampak Keputusan VAR Laga Liverpool vs PSG

Bek bertubuh jangkung itu menegaskan bahwa keputusan VAR laga Liverpool vs PSG sangat tidak adil bagi tim tuan rumah yang sedang mendominasi permainan. Konate yang berada tepat di belakang wasit saat kejadian berlangsung meyakini bahwa benturan tersebut adalah pelanggaran nyata. Ia merasa wasit terlalu mudah mengubah keputusan awal hanya berdasarkan tayangan ulang yang seringkali tidak menggambarkan intensitas di lapangan.

“Musim lalu, kami sering melihat penalti diberikan untuk situasi yang jauh lebih ringan dari ini,” ujar Konate dengan nada bicara yang tegas. Ia menambahkan bahwa kehilangan momentum di kompetisi sekelas Liga Champions selalu berakibat fatal bagi tim mana pun. Liverpool sebenarnya tampil menekan sejak menit awal, namun kegagalan mengonversi peluang menjadi gol membuat mereka kian frustrasi.

Absennya gol dari titik putih tersebut memaksa Liverpool bermain lebih terbuka untuk mengejar agregat gol yang tertinggal. PSG yang memiliki kecepatan transisi luar biasa justru berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan The Reds untuk menambah keunggulan. Hasil ini memastikan langkah raksasa Prancis tersebut melaju ke babak semifinal dengan agregat yang meyakinkan.

Ibrahima Konate Kecewa Wasit dan Fokus ke Liga Inggris

Rasa Ibrahima Konate kecewa wasit tidak lantas membuat dirinya menyerah begitu saja pada sisa musim ini. Meski impian mengangkat trofi Si Kuping Besar harus kandas, Konate mengajak seluruh elemen tim untuk segera bangkit dari keterpurukan. Fokus utama Liverpool kini beralih sepenuhnya ke kompetisi domestik demi mengamankan posisi di empat besar klasemen.

Saat ini, Liverpool masih tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris dan harus bersaing ketat dengan rival-rival lainnya. Konate menekankan bahwa bermain di Liga Champions musim depan adalah harga mati bagi klub sebesar Liverpool. Ia menuntut konsistensi maksimal dari seluruh pemain dalam enam pertandingan sisa yang akan menjadi penentu nasib mereka.

“Kami harus memberikan segalanya di setiap laga yang tersisa, karena target minimal kami adalah kembali ke kompetisi elite Eropa,” tegas Konate. Ia percaya bahwa skuad The Reds memiliki kualitas untuk bangkit dan menutup musim dengan catatan positif. Dukungan para penggemar di Anfield diharapkan tetap solid meski tim baru saja menelan pil pahit di panggung internasional.

Arne Slot sendiri harus memutar otak untuk menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal yang sangat padat. Kegagalan di Liga Champions ini menjadi pelajaran berharga bagi manajer asal Belanda tersebut dalam meramu strategi di kompetisi dengan tekanan tinggi. Evaluasi menyeluruh di lini depan dan efektivitas serangan menjadi pekerjaan rumah utama sebelum melakoni laga krusial berikutnya.