Pengakuan Igor Matanovic Soal Gol Kroasia yang Dianulir
Uptodai.com - Pengakuan Igor Matanovic akhirnya mengungkap tabir di balik keputusan kontroversial wasit yang menganulir gol penyeimbang Kroasia saat melawan Portugal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga dramatis yang berlangsung di BMO Field, Kanada, tersebut berakhir dengan kemenangan tipis Portugal 2-1. Kroasia harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari turnamen setelah gol Josko Gvardiol di detik-detik akhir laga dibatalkan oleh VAR.
Sebelum drama di menit akhir terjadi, Kroasia sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu lewat aksi gemilang Ivan Perisic. Namun, Portugal berhasil bangkit berkat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo sebelum Goncalo Ramos mencetak gol penentu di menit ke-94. Gol penyeimbang Gvardiol yang lahir setelahnya langsung memicu protes keras sebelum akhirnya wasit menganulirnya karena posisi offside Mario Pasalic.
Teknologi Sensor Bola dan Drama Detik Akhir
Keputusan krusial ini diambil setelah wasit memanfaatkan teknologi sensor mutakhir yang tertanam di dalam bola resmi Piala Dunia 2026. Chip canggih tersebut mampu mendeteksi sentuhan sekecil apa pun, yang dalam kasus ini membuktikan adanya kontak fisik dengan Matanovic sebelum bola mengarah ke Pasalic. Teknologi ini dirancang untuk meminimalisir kesalahan manusia, meski sering kali memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta sepak bola dunia.
Matanovic sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sepenuhnya yakin apakah bola benar-benar menyentuh kepalanya saat itu. Penyerang asal klub SC Freiburg tersebut mengungkapkan bahwa ia hanya merasakan sedikit gesekan pada rambutnya sebelum bola berbelok arah. Meskipun merasa kecewa, ia tetap menghormati keputusan wasit dan bangga atas perjuangan luar biasa yang ditunjukkan oleh rekan-rekan setimnya.
“Sangat sulit untuk menerima hasil pertandingan ini karena kami merasa layak mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujar Matanovic pasca-laga. Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi generasi emas Kroasia yang kemungkinan besar menjalani Piala Dunia terakhir mereka. Publik sepak bola Kroasia pun merasa terpukul karena perjuangan gigih mereka harus terhenti lewat keputusan teknologi yang sangat tipis.
Langkah Portugal dan Rekor Baru Cristiano Ronaldo
Di sisi lain, kemenangan dramatis ini mengantarkan Portugal melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi rival abadi mereka, Spanyol. Pertandingan bertajuk Derby Iberia ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat Spanyol lolos dengan performa meyakinkan setelah menekuk Austria tiga gol tanpa balas. Laga ini juga akan menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi skuad asuhan Roberto Martinez.
Selain membawa timnya lolos, Cristiano Ronaldo juga berhasil mengukir sejarah baru dalam karier sepak bola profesionalnya. Megabintang Al Nassr tersebut kini tercatat sebagai pemain tertua yang pernah tampil di fase gugur Piala Dunia pada usia 41 tahun. Kehadiran Ronaldo di lapangan hijau terus membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk tetap tampil di level tertinggi kompetisi internasional.