Uptodai.com - Performa Jay Idzes di Serie A terus mencuri perhatian publik sepak bola internasional, terutama setelah mendapatkan apresiasi langsung dari pelatih legendaris Fabio Grosso. Bek tangguh yang juga menjabat sebagai kapten Timnas Indonesia ini telah membuktikan kualitasnya sebagai pilar utama di lini pertahanan Sassuolo sepanjang musim ini.

Sejak didatangkan dari Venezia pada bursa transfer musim panas lalu, Idzes langsung nyetel dengan skema permainan Neroverdi. Ia tidak butuh waktu lama untuk mengamankan posisi inti di bawah arahan Grosso yang merupakan pahlawan Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006. Kehadirannya memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan tim di kasta tertinggi Liga Italia.

Konsistensi Jay Idzes sebagai Jenderal Pertahanan Sassuolo

Statistik mencatat bahwa performa Jay Idzes di Serie A musim ini sangat luar biasa dengan total 27 penampilan. Menariknya, Idzes selalu turun sebagai starter dan hampir tidak pernah ditarik keluar oleh sang pelatih sebelum peluit panjang berbunyi. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kepercayaan Fabio Grosso terhadap ketangguhan fisik dan pembacaan bola pemain berusia 25 tahun tersebut.

Kontribusi Idzes menjadi faktor kunci yang membantu Sassuolo menjauh dari zona degradasi dan kini nyaman di papan tengah. Sebagai tim promosi, target awal mereka hanyalah bertahan di kasta tertinggi, namun Idzes dan kawan-kawan melampaui ekspektasi tersebut. Saat ini, Sassuolo bertengger di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan raihan 38 poin.

Meskipun baru saja menelan kekalahan tipis 1-2 dari Lazio di Stadio Olimpico, penampilan Idzes tetap mendapatkan nilai positif. Berdasarkan data Sofascore, ia mengantongi rating 6,8, yang merupakan salah satu nilai tertinggi di barisan belakang Sassuolo. Ia hanya kalah tipis dari bek kiri Ulisses Garcia yang mencatatkan nilai 7,4 dalam laga sengit tersebut.

Visi Fabio Grosso Membangun Skuad Multikultural

Dalam sesi wawancara dengan media ternama Sky Sport Italia, Fabio Grosso mengungkapkan rahasia di balik solidnya tim asuhannya. Ia menekankan pentingnya keberagaman budaya di dalam ruang ganti sebagai kekuatan utama Sassuolo. Grosso merasa bangga memiliki pemain dari berbagai latar belakang negara, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Jay Idzes.

Grosso menjelaskan bahwa kombinasi antara pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman menciptakan harmoni yang sempurna. Selain Idzes, tim ini juga diperkuat oleh talenta internasional seperti Tarik Muharemovic dari Bosnia dan Armand Lauriente asal Prancis. Perpaduan ini dianggap Grosso sebagai aset berharga untuk bersaing di kompetisi seketat Liga Italia.

“Kami memiliki gabungan dari berbagai kebangsaan dan budaya, ditambah beberapa pemain Italia yang sudah berkontribusi banyak di masa lalu,” ujar Grosso. Ia juga menyebut nama Domenico Berardi sebagai sosok pemimpin yang membantu para pemain asing beradaptasi dengan cepat. Berardi sendiri merupakan veteran yang pernah membawa Italia menjuarai Piala Eropa 2020.

Dampak Positif bagi Timnas Indonesia

Keberhasilan Idzes mempertahankan level permainan tinggi di Italia tentu menjadi kabar baik bagi Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia. Pengalaman menghadapi penyerang-penyerang kelas dunia di Serie A secara otomatis meningkatkan mentalitas dan kualitas teknis sang kapten. Hal ini sangat krusial mengingat agenda padat skuad Garuda di kualifikasi Piala Dunia mendatang.

Publik sepak bola tanah air kini semakin antusias melihat perkembangan karier Idzes yang terus menanjak di Eropa. Keberaniannya berduel satu lawan satu dan ketenangannya dalam membangun serangan dari bawah menjadi ciri khas yang sulit tergantikan. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin Idzes akan dilirik oleh klub-klub raksasa Italia di bursa transfer mendatang.

Sassuolo kini menatap sisa musim dengan kepercayaan diri tinggi berkat fondasi pertahanan yang digalang oleh Idzes. Dengan selisih 14 poin dari zona merah, mereka kini bisa bermain lebih lepas untuk mengejar posisi yang lebih baik di klasemen. Perjalanan Jay Idzes di Italia masih panjang, namun ia sudah membuktikan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia.