Uptodai.com - Akhir pekan kembali menyajikan aksi menarik dari para punggawa Garuda yang tengah meniti karier di benua biru. Sorotan utama tertuju pada Performa Pemain Timnas Indonesia di Eropa yang menunjukkan kontribusi signifikan, terutama dari sektor pertahanan.

Dua nama yang menjadi perhatian adalah Jay Idzes di Italia dan Joey Pelupessy di Belgia. Keduanya berhasil membantu tim masing-masing meraih hasil positif, sekaligus membuktikan bahwa pemain Indonesia memiliki kualitas yang diakui di kompetisi Eropa yang ketat.

Jay Idzes Bersinar di Italia, Jadi Tembok Kokoh Sassuolo

Jay Idzes kembali menjadi tembok andalan Sassuolo dalam lanjutan kompetisi Italia. Dalam laga tandang melawan Pisa di Arena Garibaldi pada Sabtu (31/1/2026) malam WIB, Idzes dipercaya tampil penuh selama 90 menit.

Bek tengah berusia 25 tahun itu memainkan peran krusial dalam kemenangan 3-1 yang diraih Neroverdi. Konsistensi permainannya di lini belakang membuatnya mendapatkan rating impresif 7,2 dari penyedia statistik ternama, Sofascore.

Kontribusi Idzes di lini pertahanan sangat menonjol sepanjang pertandingan. Ia tercatat melakukan 11 aksi defensif penting, termasuk enam kali sapuan bola yang sangat vital.

Bahkan, salah satu sapuan krusialnya berhasil menggagalkan peluang emas Pisa yang nyaris menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Selain itu, Idzes sukses memblokir dua tembakan lawan dan melakukan dua intersep, menunjukkan insting bertahan yang matang.

Meskipun statistik duel udaranya kurang maksimal, Idzes tetap solid dalam duel darat. Ia berhasil memenangkan dua dari tiga duel di lapangan, dilengkapi dengan tujuh kali recovery bola yang efektif.

Joey Pelupessy Konsisten di Belgia, Bertarung Melawan Nainggolan

Bergeser ke Belgia, Joey Pelupessy menunjukkan konsistensi yang tak kalah penting bersama Lommel SK. Gelandang bertahan ini kembali dipercaya sebagai starter penuh saat timnya menghadapi Patro Eisden.

Pertandingan ini semakin menarik karena Pelupessy berhadapan langsung dengan Radja Nainggolan, mantan pemain AS Roma dan Inter Milan yang juga memiliki darah keturunan Indonesia. Laga tersebut berakhir imbang 1-1, di mana Nainggolan bahkan berhasil mencetak gol.

Pelupessy bermain selama 90 menit penuh dan mendapatkan rating 6,8. Walaupun Patro Eisden berhasil mencetak gol, Pelupessy tampil cukup solid di lini tengah.

Pemain bernomor punggung enam ini berhasil memenangkan satu tekel dan melakukan satu intersep. Kehadirannya sangat terasa dalam memutus serangan lawan, dibuktikan dengan empat kali recovery bola yang ia catatkan.

Secara keseluruhan, Pelupessy memenangkan dua dari empat duel yang ia hadapi di lapangan. Kontribusi ini menegaskan posisinya sebagai salah satu gelandang bertahan paling diandalkan di skuad Lommel.

Ole Romeny Akhirnya Raih Menit Bermain di Championship

Kabar baik juga datang dari Divisi Championship Inggris, di mana Ole Romeny akhirnya mendapatkan kesempatan bermain. Penyerang Timnas Indonesia ini dimasukkan oleh pelatih Oxford United, Matt Bloomfield, dalam duel kontra Birmingham.

Romeny masuk pada menit ke-65, momen ketika Oxford United masih tertinggal 0-1. Sayangnya, satu menit setelah ia masuk, timnya justru kebobolan gol kedua, membuat tugasnya semakin berat.

Meskipun demikian, Romeny memanfaatkan menit bermainnya dengan baik. Ia mencatatkan rating 6,7 dari Sofascore, berkat dua kali tembakan yang keduanya tepat mengarah ke gawang lawan.

Sayangnya, kedua upaya tembakan Romeny belum berhasil dikonversi menjadi gol. Ia juga terlibat dalam empat duel di lapangan dan berhasil memenangkan dua di antaranya, menunjukkan agresivitasnya sebagai penyerang.

Kevin Diks Masih Menepi Akibat Cedera Kepala

Situasi berbeda dialami oleh Kevin Diks yang berkarier di Bundesliga Jerman. Bek kanan tersebut masih harus menepi dari skuad Borussia Monchengladbach dalam pertandingan kontra Werder Bremen.

Diks diketahui mengalami cedera kepala cukup serius dua pekan sebelumnya, saat timnya berhadapan dengan Hamburg. Tim medis Monchengladbach memutuskan untuk tidak mengambil risiko, memberikan waktu pemulihan penuh bagi Diks sebelum kembali merumput.