Uptodai.com - Performa Timnas Indonesia FIFA Series 2026 baru-baru ini menjadi buah bibir di kancah sepak bola internasional meski gagal membawa pulang trofi juara. Skuad asuhan John Herdman menunjukkan progres signifikan yang memicu beragam reaksi dari media-media di kawasan Asia Tenggara hingga Eropa.

Kekalahan tipis dari Bulgaria di partai puncak tidak lantas membuat citra Garuda meredup di mata dunia. Sebaliknya, statistik pertandingan yang mencolok justru menempatkan Indonesia sebagai tim yang patut diwaspadai dalam kalender FIFA mendatang.

Sindiran Media Vietnam Terhadap Pernyataan John Herdman

Media asal Vietnam, The Thao247, memberikan atensi khusus terhadap komentar pelatih John Herdman setelah pertandingan berakhir. Mereka menyoroti satu kalimat tajam dari pelatih asal Inggris tersebut yang dianggap menyentil kualitas permainan Bulgaria.

Herdman secara terbuka menyatakan bahwa anak asuhnya bermain jauh lebih baik daripada tim lawan sepanjang laga berlangsung. Pernyataan ini didukung oleh fakta di lapangan di mana Indonesia mendominasi penguasaan bola hingga angka 71 persen.

Meskipun kalah skor, dominasi total tersebut membuat media Vietnam merasa pernyataan Herdman cukup provokatif bagi kubu lawan. Namun, sang pelatih tetap menunjukkan sportivitas dengan memberikan selamat kepada Bulgaria yang mampu menjaga konsistensi pertahanan.

Bagi Herdman, hasil ini merupakan bagian dari proses panjang untuk membentuk mentalitas pemenang di skuad Garuda. Ia percaya bahwa kemampuan mengontrol permainan adalah modal utama untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Pengakuan Media Bulgaria Atas Ketangguhan Skuad Garuda

Kekalahan 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi publik sepak bola Bulgaria. Media ternama mereka, Top Sport, mengakui bahwa performa Timnas Indonesia FIFA Series 2026 tampil lebih atraktif dan meyakinkan.

Gol tunggal yang dicetak oleh Marin Petkov melalui titik putih pada menit ke-38 dianggap sebagai keberuntungan bagi tim tamu. Pasca gol tersebut, Indonesia justru semakin beringas dalam melancarkan serangan bertubi-tubi ke jantung pertahanan Bulgaria.

Dua peluang emas yang membentur mistar gawang pada babak kedua menjadi bukti betapa rapuhnya pertahanan Bulgaria saat ditekan. Top Sport bahkan menyebut tim nasional mereka sangat kewalahan menghadapi agresivitas para pemain Indonesia yang tak kenal lelah.

Penampilan individu seperti Rizky Ridho dan Ole Romeny mendapat pujian karena keberanian mereka dalam duel satu lawan satu. Sementara itu, ketenangan Emil Audero di bawah mistar gawang memberikan rasa aman bagi lini belakang Indonesia.

Media Malaysia Terheran-heran dengan Kegagalan Indonesia

Di sisi lain, media Malaysia menunjukkan reaksi yang cukup unik dengan mengungkapkan keheranan mereka atas hasil akhir pertandingan. Mereka melihat bagaimana Indonesia mampu mendikte permainan tim Eropa namun gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Sorotan tajam juga mengarah pada sosok Jay Idzes yang tampil lugas dalam menjaga kedalaman lini tengah dan belakang. Media Negeri Jiran tersebut menilai level permainan Indonesia saat ini sudah melampaui standar tim-tim di Asia Tenggara pada umumnya.

Ketidakmampuan Indonesia meraih kemenangan di tengah dominasi total tersebut menjadi bahan diskusi hangat di media sosial Malaysia. Mereka menganggap faktor keberuntungan belum berpihak pada Indonesia meskipun secara kualitas teknis sudah sangat mumpuni.

PSSI sendiri menilai partisipasi dalam ajang ini memberikan pengalaman berharga bagi para pemain muda. Uji coba melawan tim dengan peringkat FIFA yang lebih tinggi terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri para pemain di lapangan.