Uptodai.com - Persija Jakarta tertinggal 9 poin dari pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung, setelah melakoni pekan ke-26 kompetisi kasta tertinggi tanah air. Kekalahan tipis yang diderita Macan Kemayoran saat bertandang ke markas Bhayangkara FC menjadi penyebab utama melebarnya jarak tersebut. Kondisi ini membuat ambisi tim ibu kota untuk merengkuh gelar juara musim ini menghadapi tantangan yang sangat berat.

Persija Jakarta gagal membawa pulang poin saat menyambangi Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada Minggu sore WIB. Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, anak asuh Mauricio Souza sebenarnya sempat unggul dua kali atas tim tuan rumah. Namun, kelengahan di lini pertahanan membuat Bhayangkara FC mampu membalikkan keadaan dan menutup laga dengan skor 3-2.

Hasil minor ini terasa semakin menyakitkan karena pada saat yang hampir bersamaan, rival abadi mereka, Persib Bandung, justru tampil perkasa. Pangeran Biru sukses mengamankan tiga poin penuh setelah menumbangkan Semen Padang FC dengan skor 2-0 di Stadion Haji Agus Salim. Kemenangan tersebut memperkokoh posisi Persib di puncak klasemen sekaligus memperlebar defisit angka dengan para pesaingnya.

Analisis Klasemen BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-26

Hingga berakhirnya pekan ke-26, Persija Jakarta kini tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 52 poin dari 26 pertandingan. Sementara itu, Persib Bandung melesat sendirian di posisi teratas dengan raihan 61 poin, meninggalkan kejaran tim-tim di bawahnya. Jarak sembilan angka ini menjadi margin terbesar yang harus dihadapi Macan Kemayoran dalam perburuan gelar juara musim ini.

Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pendukung setia, The Jakmania, mengingat kompetisi sudah memasuki fase krusial. Kekalahan dari Bhayangkara FC juga menunjukkan adanya masalah konsistensi yang tengah menghantui skuad Persija. Jika tidak segera berbenah, posisi mereka di tiga besar bahkan terancam oleh tim-tim lain yang terus mengintai di bawahnya.

Optimisme Mauricio Souza di Tengah Tekanan

Meski Persija Jakarta tertinggal 9 poin, pelatih kepala Mauricio Souza menegaskan bahwa timnya belum menyerah dalam perebutan gelar juara. Pelatih asal Brasil tersebut menolak untuk mengibarkan bendera putih meski situasi saat ini terlihat sangat sulit bagi timnya. Ia percaya bahwa dinamika sepak bola masih memungkinkan segala hal terjadi di sisa musim ini.

“Kalau bicara soal poin, secara matematis peluang kami masih terbuka lebar karena ada delapan pertandingan tersisa,” ujar Souza dalam sesi konferensi pers. Ia menghitung masih ada 24 poin maksimal yang bisa diperjuangkan oleh pasukannya hingga akhir musim nanti. Souza meminta para pemainnya untuk tetap fokus dan tidak terbebani oleh jarak poin dengan Persib Bandung.

Souza mengakui bahwa tertinggal sembilan poin dari pemimpin klasemen bukanlah situasi yang ideal bagi tim sebesar Persija. Namun, ia menekankan bahwa semangat juang para pemain tidak boleh luntur hanya karena satu hasil buruk di Lampung. Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim, terutama dalam menjaga keunggulan di menit-menit kritis.

Evaluasi Performa dan Larangan Buang Poin

Menatap delapan laga sisa, Mauricio Souza memberikan peringatan keras kepada seluruh anggota skuad Macan Kemayoran. Ia menyoroti tren negatif Persija yang kerap membuang poin saat menghadapi tim-tim yang secara peringkat berada di bawah mereka. Sebelum kalah dari Bhayangkara FC, Persija juga sempat ditahan imbang oleh Borneo FC Samarinda dan Dewa United Banten FC.

“Tim yang memiliki ambisi menjadi juara tidak boleh membiarkan poin hilang begitu saja di laga-laga krusial,” tegas Souza dengan nada serius. Ia menilai kegagalan meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir adalah kerugian besar yang seharusnya bisa dihindari. Souza menuntut konsentrasi penuh dari para pemain sejak peluit pertama hingga pertandingan benar-benar berakhir.

Kini, fokus utama Persija Jakarta adalah menyapu bersih seluruh sisa pertandingan dengan kemenangan sambil berharap pesaing mereka terpeleset. Manajemen dan tim pelatih diharapkan mampu membangkitkan mentalitas pemenang agar target juara tetap dalam jangkauan. Ujian sesungguhnya akan terlihat pada laga-laga berikutnya, di mana setiap poin akan terasa sangat berharga layaknya emas.