Vinicius Jr Jadi Korban Rasisme, Mbappe: Pelaku Tak Layak di UCL!
Uptodai.com - Kasus rasisme Vinicius Jr di Liga Champions kembali mencoreng wajah sepak bola Eropa saat Real Madrid bertandang ke markas Benfica. Insiden memuakkan ini terjadi di tengah tensi tinggi pertandingan babak playoff 16 besar yang berlangsung di Estadio Da Luz.
Kemenangan tipis Los Blancos harus ternoda oleh perilaku tidak terpuji pemain lawan yang mengincar penyerang asal Brasil tersebut. Kejadian ini memicu kemarahan besar, terutama dari rekan setimnya, Kylian Mbappe, yang menyaksikan langsung kejadian memalukan itu di lapangan hijau.
Kronologi Pelecehan Rasial di Estadio Da Luz
Pertandingan yang berlangsung pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB itu sebenarnya berjalan cukup sengit sejak menit awal. Real Madrid berhasil memecah kebuntuan lewat gol tunggal Vinicius Junior pada menit ke-50 yang memastikan keunggulan krusial bagi tim tamu.
Selebrasi gol tersebut memicu reaksi keras dari pendukung tuan rumah yang memadati tribun stadion di Lisbon. Namun, situasi semakin memanas ketika pemain Benfica, Gianluca Prestianni, mendekati Vinicius dengan cara yang sangat provokatif dan tidak profesional.
Pemain asal Argentina itu diduga melontarkan ejekan rasis sambil menutupi mulutnya menggunakan jersey untuk menghindari pantauan kamera maupun pembaca gerak bibir. Vinicius yang menyadari penghinaan tersebut langsung bereaksi keras dan melaporkan kejadian itu kepada wasit Francois Letexier.
Wasit Letexier segera mengambil tindakan tegas dengan menghentikan jalannya pertandingan untuk sementara waktu sesuai protokol UEFA. Langkah ini diambil guna menenangkan situasi dan memberikan perlindungan kepada pemain yang menjadi target serangan verbal berbau SARA tersebut.
Kylian Mbappe Tuntut UEFA Berikan Sanksi Berat
Kylian Mbappe yang berada di lokasi kejadian mengaku mendengar dengan jelas kata-kata rasis yang keluar dari mulut Prestianni. Penyerang asal Prancis itu mengungkapkan rasa muaknya terhadap perilaku yang dianggapnya sangat merusak nilai-nilai sportivitas olahraga.
Mbappe menegaskan bahwa pemain yang melakukan tindakan rasisme tidak pantas berada di kompetisi bergengsi sekelas Liga Champions. Ia mengklaim mendengar ejekan bernada rasis tersebut diulang sebanyak lima kali selama perselisihan terjadi di area pertahanan lawan.
Menurut Mbappe, para pemain profesional seharusnya memberikan contoh positif bagi jutaan anak-anak yang menyaksikan mereka bertanding. Ia mendesak UEFA untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan menjatuhkan hukuman yang memberikan efek jera maksimal bagi pelaku rasisme.
Dukungan untuk Vinicius mengalir deras dari berbagai pihak setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Real Madrid. Banyak pengamat menilai bahwa perlindungan terhadap pemain dari serangan rasial harus menjadi prioritas utama otoritas sepak bola dunia saat ini.
Manajemen Real Madrid kabarnya tengah menyiapkan laporan resmi untuk memperkuat bukti pelecehan yang dialami oleh bintang andalan mereka. Kasus rasisme Vinicius Jr di Liga Champions kini menjadi sorotan utama media internasional yang menunggu langkah konkret dari komite disiplin UEFA.