Uptodai.com - Reaksi Declan Rice usai Arsenal menelan kekalahan pahit di partai puncak Liga Champions menggambarkan betapa kejamnya drama sepak bola. Gelandang andalan tim nasional Inggris tersebut tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah The Gunners takluk dari Paris Saint-Germain (PSG). Pertandingan dramatis yang berlangsung hingga babak adu penalti itu menyisakan luka mendalam bagi seluruh skuad Meriam London.

Meskipun demikian, Rice tetap mencoba melihat sisi positif dari pencapaian luar biasa timnya sepanjang musim ini. Ia menegaskan bahwa kegagalan menyakitkan di laga krusial ini bukanlah akhir dari segalanya bagi armada Mikel Arteta. Sebaliknya, momen ini justru menjadi fondasi penting untuk kebangkitan Arsenal pada masa depan.

Kronologi Arsenal Kalah Adu Penalti di Partai Puncak

Pertempuran sengit di atas lapangan hijau sebenarnya sempat berpihak pada Arsenal sejak menit-menit awal laga. Kai Havertz sukses membuka keunggulan raksasa London Utara tersebut lewat gol cepatnya pada menit keenam. Mereka sukses mempertahankan keunggulan tipis satu gol ini dengan disiplin tinggi hingga babak pertama usai.

Namun, petaka datang bagi kubu Arsenal pada babak kedua ketika wasit menunjuk titik putih untuk PSG. Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor tanpa cela menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-65. Skor imbang tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan.

Kedua tim gagal mencetak gol tambahan selama dua kali babak perpanjangan waktu sehingga adu penalti menjadi penentu pemenang. Pada momen krusial inilah dewi fortuna lebih berpihak kepada sang raksasa Prancis di bawah asuhan Luis Enrique. Empat penendang PSG sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, sementara hanya Nuno Mendes yang gagal.

Nasib buruk justru menimpa kubu Arsenal setelah dua eksekutor mereka gagal menyarangkan bola ke gawang lawan. Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes tidak mampu mengatasi tekanan mental sehingga sepakan mereka meleset dari sasaran. Kegagalan tersebut memastikan trofi si kuping besar jatuh ke pelukan PSG untuk kedua kalinya secara beruntun.

Komentar Declan Rice Setelah Kegagalan Dramatis di Final

Berbicara kepada media setelah peluit panjang berbunyi, Rice mengungkapkan betapa beratnya menerima kenyataan pahit tersebut. Mantan pemain West Ham United itu menyebut bahwa kekalahan di partai final selalu terasa sangat kejam bagi tim yang sudah berjuang mati-matian. Tekanan mental dan emosi yang meluap di lapangan membuat atmosfer ruang ganti menjadi sangat emosional.

Ia juga membeberkan pesan menyentuh dari sang manajer, Mikel Arteta, sesaat setelah pertandingan berakhir di ruang ganti. Menurut Rice, Arteta langsung merangkul seluruh pemain dan mengungkapkan rasa bangga serta cinta yang mendalam kepada timnya. Pelatih asal Spanyol tersebut sangat mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang selalu memberikan kemampuan seratus persen.

Meskipun diliputi kesedihan mendalam, Rice tetap memelihara rasa optimisme yang tinggi terhadap masa depan Arsenal di kompetisi Eropa. Ia mengingatkan publik bahwa grafik performa The Gunners terus menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sejak ia bergabung, klub ini terus melangkah lebih jauh di panggung Liga Champions.

Pemain berusia 27 tahun itu merinci bagaimana Arsenal perlahan-lahan merangkak naik dari babak perempat final, semifinal, hingga akhirnya mencapai final. Baginya, pencapaian luar biasa musim ini hanyalah sebuah awal dari era baru kesuksesan klub yang bermarkas di Emirates Stadium tersebut. Mereka berkomitmen untuk terus membangun kekuatan dan kembali lebih kuat pada musim berikutnya.