Uptodai.com - Situasi di Old Trafford masih jauh dari kata stabil, terutama setelah Manchester United (MU) dipastikan akan melakukan perombakan besar di jajaran manajemen dan kepelatihan. Di tengah ketidakpastian mengenai masa depan manajer permanen, nama Oliver Glasner, pelatih Crystal Palace, muncul sebagai kandidat serius. Namun, Respon Oliver Glasner Manchester United terhadap spekulasi ini sangat tegas dan lugas.

Klub berjuluk Setan Merah tersebut memang tengah berburu sosok yang tepat untuk memimpin skuad pada musim panas mendatang, sejalan dengan visi baru di bawah kepemimpinan INEOS. Glasner dianggap memiliki profil yang menarik, terutama karena rekam jejaknya yang sukses di Bundesliga dan performa impresifnya bersama Crystal Palace sejak kedatangannya.

Glasner Tegas Menepis Rumor Manajer Baru Manchester United

Menjelang pertandingan penting Crystal Palace, Oliver Glasner buru-buru menepis spekulasi yang mengaitkannya dengan kursi panas di Old Trafford. Pelatih asal Austria ini memilih untuk fokus penuh pada tugasnya saat ini dan menolak memberikan komentar yang dapat memicu rumor lebih lanjut.

Saat ditanya oleh awak media mengenai kemungkinan pindah ke Manchester United, Glasner menggunakan analogi unik yang merujuk pada larangan berjudi. Ia menekankan bahwa sebagai manajer profesional, ia terikat kontrak yang melarangnya terlibat dalam hal-hal spekulatif.

“Saya tidak diizinkan untuk berjudi. Kontrak saya memiliki satu paragraf yang melarang saya untuk berjudi,” ujar Glasner dengan nada santai namun serius.

Glasner menambahkan bahwa memberikan informasi orang dalam atau berkomentar mengenai klub lain akan melanggar etika profesionalnya. Ia menegaskan posisinya saat ini adalah sebagai manajer Crystal Palace, dan segala pertanyaan lebih lanjut mengenai masa depannya di klub lain dianggap tidak relevan.

“Saya juga tidak bisa memberikan informasi orang dalam. Itu juga akan melanggar kontrak saya. Saya adalah manajer Crystal Palace, dan tidak ada gunanya bagi Anda untuk menanyakan lebih banyak pertanyaan mengenai hal itu,” tambahnya, menutup pintu diskusi tentang kepindahan.

Mengapa Oliver Glasner Menjadi Calon Pelatih Permanen MU yang Menarik?

Meskipun Glasner menolak berkomentar, ketertarikan Manchester United terhadapnya bukanlah tanpa alasan. Pelatih berusia 49 tahun ini dikenal memiliki filosofi permainan yang adaptif dan berhasil meraih prestasi signifikan di Jerman, terutama saat memimpin Eintracht Frankfurt.

Glasner sukses besar dengan membawa Frankfurt menjuarai Liga Europa musim 2021/2022, sebuah pencapaian yang patut diperhitungkan. Kemenangan tersebut diraih dengan status tak terkalahkan, menunjukkan kemampuan Glasner dalam membangun mentalitas juara dan strategi yang solid di kompetisi Eropa.

Selain catatan prestasinya, fleksibilitas taktik Glasner menjadi nilai jual utama di mata Direktur Olahraga MU yang baru, Jason Wilcox. Wilcox dikabarkan mencari pelatih yang tidak hanya kaku pada satu formasi, melainkan mampu menyesuaikan sistemnya berdasarkan lawan dan komposisi pemain yang tersedia.

Di Crystal Palace, Glasner kerap menggunakan formasi berbasis tiga bek (3-4-3 atau 3-4-2-1), namun ia dikenal bisa beralih ke skema empat bek jika diperlukan. Pendekatan ini sangat kontras dengan beberapa kandidat lain yang mungkin terlalu terikat pada satu sistem tertentu.

Kontrak dan Potensi Bursa Transfer

Salah satu faktor yang membuat Oliver Glasner dianggap mudah direkrut adalah situasi kontraknya. Kontraknya bersama Crystal Palace dikabarkan akan berakhir pada akhir musim ini, yang berarti proses negosiasi perekrutan bisa menjadi lebih sederhana bagi klub peminat, termasuk Manchester United.

Namun, penolakan Glasner untuk terlibat dalam spekulasi menunjukkan komitmen profesionalnya untuk menghormati kontrak yang ada. Ia memilih untuk memprioritaskan penyelesaian musim yang sukses bersama The Eagles, sebelum mempertimbangkan langkah karier berikutnya di bursa transfer manajer.

Manchester United harus bergerak cepat dan konkret jika benar-benar menginginkan jasa Glasner. Saat ini, fokus sang pelatih sepenuhnya tertuju pada sisa pertandingan Crystal Palace, menjadikannya salah satu manajer yang paling dicari, namun juga yang paling tertutup, di Liga Inggris.