Uptodai.com - Cristiano Ronaldo coba puasa Ramadan menjadi perbincangan hangat setelah rahasia kecilnya selama berkarier di Arab Saudi terungkap ke publik. Megabintang asal Portugal tersebut ternyata memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi terhadap tradisi religi rekan-rekan setimnya di Al Nassr. Ia tidak ingin sekadar menjadi penonton saat pemain lain menjalankan ibadah di bulan suci.

Keinginan Ronaldo untuk merasakan atmosfer spiritual di Timur Tengah bukan sekadar isapan jempol belaka. Penyerang legendaris ini benar-benar mencoba menahan lapar dan haus layaknya umat Muslim yang sedang berpuasa. Langkah ini ia ambil demi memahami lebih dalam budaya lokal yang kini menjadi bagian dari perjalanan karier profesionalnya.

Pengakuan Shaye Sharahili Mengenai Cristiano Ronaldo Coba Puasa Ramadan

Informasi menarik ini pertama kali mencuat melalui pernyataan mantan pemain Al Nassr, Shaye Sharahili. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan “Studio Al-Jamahir” melalui aplikasi Thmanyah Sports, Sharahili membeberkan momen unik tersebut. Ia menyebutkan bahwa Ronaldo sempat ikut berpuasa bersama para pemain lainnya pada musim lalu.

Menurut Sharahili, Cristiano Ronaldo coba puasa Ramadan selama dua hari penuh. Namun, tantangan fisik yang sangat berat membuat sang kapten timnas Portugal itu harus menyerah di hari ketiga. Ronaldo menyadari bahwa menjalankan ibadah puasa sambil tetap menjalani latihan intensitas tinggi bukanlah perkara mudah bagi atlet profesional.

Sharahili menjelaskan bahwa motivasi utama Ronaldo adalah empati terhadap rekan-rekan setimnya. Ia ingin merasakan langsung bagaimana rasanya tetap beraktivitas di bawah terik matahari tanpa asupan air dan makanan. Meskipun hanya bertahan dua hari, niat tulus Ronaldo tersebut mendapat apresiasi besar dari internal klub Al Nassr.

Tantangan Fisik Megabintang Dunia Saat Ikut Berpuasa

Bagi seorang atlet dengan standar disiplin setinggi Ronaldo, mengubah pola makan secara drastis merupakan tantangan besar. Selama ini, Ronaldo terkenal dengan pola makan enam kali sehari yang terukur untuk menjaga massa ototnya. Ketika Cristiano Ronaldo coba puasa Ramadan, ritme metabolisme tubuhnya tentu mengalami perubahan signifikan.

Apalagi, jadwal latihan di Liga Arab Saudi biasanya mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan. Para pemain sering kali harus berlatih pada malam hari atau menjelang waktu berbuka. Ronaldo tetap berusaha mengikuti ritme tersebut, namun keterbatasan energi fisik akhirnya menjadi penghalang utama baginya untuk lanjut berpuasa lebih lama.

Keputusan untuk berhenti di hari kedua menunjukkan bahwa Ronaldo tetap mengedepankan profesionalisme medis. Sebagai pemain kunci, ia harus memastikan kondisi fisiknya tetap berada di level optimal untuk memimpin tim di lapangan. Namun, pengalaman singkat tersebut sudah cukup memberinya perspektif baru mengenai kekuatan mental para pemain Muslim.

Sisi Humanis dan Adaptasi Budaya CR7 di Arab Saudi

Aksi Ronaldo ini semakin menegaskan sisi humanisnya yang jarang tersorot kamera pertandingan. Sejak menginjakkan kaki di Riyadh, ia memang menunjukkan upaya luar biasa untuk membaur dengan masyarakat setempat. Tidak hanya soal bahasa, tetapi juga menghormati nilai-nilai religius yang sangat kental di Arab Saudi.

Langkah Cristiano Ronaldo coba puasa Ramadan dipandang sebagai gestur rasa hormat yang luar biasa dari seorang non-Muslim. Hal ini memperkuat ikatan emosional antara dirinya dengan para pendukung Al Nassr. Ia membuktikan bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan untuk memahami perbedaan budaya dan keyakinan secara lebih mendalam.

Hingga saat ini, Ronaldo terus menjadi ikon transformasi sepak bola di Timur Tengah. Kehadirannya tidak hanya membawa prestasi teknis di lapangan, tetapi juga membawa pesan toleransi yang kuat. Pengalaman berpuasanya akan selalu diingat sebagai salah satu momen paling berkesan dalam sejarah adaptasi pemain asing di Liga Pro Saudi.