Maarten Paes Buka Suara Soal Skandal Paspoortgate di Liga Belanda
Uptodai.com - Skandal Paspoortgate Maarten Paes kini menjadi perbincangan hangat setelah sang kiper akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai polemik yang menyeret namanya. Isu ini sempat memicu kegaduhan di kompetisi kasta tertinggi Belanda karena berdampak langsung pada status para pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Masalah ini bermula saat Ajax Amsterdam memutuskan untuk memboyong Maarten Paes pada jendela transfer musim dingin musim 2025-2026. Sebagai klub raksasa, Ajax segera mengurus segala keperluan administratif, mulai dari kontrak kerja hingga perizinan tinggal bagi kiper andalan Garuda tersebut.
Namun, proses kepindahan ini tidak berjalan semulus yang dibayangkan oleh publik sepak bola. Paes bahkan sempat mengalami keterlambatan bergabung dengan skuad utama lantaran visa kerjanya belum juga diterbitkan oleh otoritas terkait di Belanda.
Awal Mula Terbongkarnya Masalah Izin Kerja
Situasi semakin memanas ketika NAC Breda melayangkan laporan resmi terhadap pemain Go Ahead Eagles, Dean James. Klub tersebut menuduh James bermain tanpa izin kerja yang sah setelah resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025.
Langkah NAC Breda ini seolah membuka kotak pandora mengenai status hukum para pemain naturalisasi asal Belanda yang membela negara lain. Ajax sendiri secara mengejutkan memberikan dukungan terbuka kepada NAC Breda agar seluruh klub lebih tertib dalam mengurus administrasi pemain.
Kebijakan ini menyasar para pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia dan Suriname di kancah internasional. Mengingat ketiga negara tersebut menganut status kewarganegaraan tunggal, para pemain wajib melepaskan salah satu paspor mereka agar tidak melanggar aturan hukum.
Klarifikasi Maarten Paes Terkait Status Kewarganegaraan
Menanggapi tudingan yang menyebut dirinya sebagai pemicu masalah, Maarten Paes menegaskan bahwa situasi hukumnya sangat jelas. Ia menjelaskan bahwa permasalahan administratif tersebut baru muncul ke permukaan saat dirinya memutuskan kembali berkarier di tanah kelahirannya.
Selama membela FC Dallas di Amerika Serikat, Paes mengaku tidak pernah menemui kendala serupa meski sudah berpindah kewarganegaraan. Hal ini dikarenakan ia memegang Green Card pribadi yang bersifat independen dan tidak terikat pada status paspor tertentu.
Kiper berusia 27 tahun ini merasa perlu meluruskan simpang siur yang merugikan reputasi para pemain naturalisasi. Menurutnya, perbedaan regulasi antara Liga Amerika Serikat (MLS) dan Eredivisie Belanda menjadi faktor utama munculnya perdebatan hukum tersebut.
Keputusan Pengadilan dan Nasib Pemain Timnas Indonesia
Perselisihan ini sempat dibawa ke meja hijau setelah NAC Breda menggugat KNVB ke Pengadilan Utrecht. Namun, hakim akhirnya menolak gugatan tersebut karena khawatir akan menimbulkan efek domino yang merusak stabilitas kompetisi sepak bola nasional Belanda.
Meskipun KNVB mengakui adanya kesalahan prosedur pada kasus Dean James, mereka tidak mengabulkan permintaan tanding ulang. Keputusan ini diambil demi menjaga integritas liga dan menghindari kekacauan jadwal pertandingan yang sudah tersusun rapi.
Keputusan pengadilan tersebut menjadi angin segar bagi sederet pilar Timnas Indonesia lainnya yang berkarier di Eredivisie. Nama-nama seperti Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, hingga Tim Geypens kini dipastikan bisa kembali merumput tanpa bayang-bayang sanksi administratif.
Maarten Paes menyatakan rasa syukurnya karena rekan-rekannya sesama pemain naturalisasi kini sudah bisa fokus kembali ke lapangan hijau. Baginya, penyelesaian masalah ini sangat krusial demi menjaga ritme kompetisi dan karier profesional para pemain di Eropa.