Uptodai.com - Status kewarganegaraan Tim Geypens kini menemui titik terang setelah sang pemain sempat terjebak dalam pusaran polemik hukum yang rumit di Belanda. Bek muda berbakat yang kini membela FC Emmen tersebut akhirnya mendapatkan kepastian hukum untuk melanjutkan karier profesionalnya di Negeri Kincir Angin.

Sebelumnya, pemain yang memiliki darah Indonesia ini sempat mengalami situasi sulit yang dikenal dengan istilah “Paspoortgate”. Kabar baik ini muncul setelah proses hukum yang panjang akhirnya memberikan ruang bagi Geypens untuk kembali ke lapangan hijau.

Geypens mengungkapkan rasa leganya setelah mendapatkan panggilan dari sang pengacara mengenai izin bermainnya. Ia mengaku sangat bahagia bisa kembali berlatih secara profesional bersama rekan-rekannya di FC Emmen setelah sempat terkatung-katung tanpa kejelasan status.

Kronologi Polemik Paspor Tim Geypens di Belanda

Masalah bermula ketika Geypens memutuskan untuk menjalani proses naturalisasi sebagai pemain naturalisasi Timnas Indonesia pada awal tahun 2025. Keputusan besar ini ia ambil demi mewujudkan mimpi membela tanah leluhurnya di kancah internasional bersama skuad Garuda.

Namun, langkah tersebut ternyata memicu konsekuensi hukum yang tidak terduga di negara kelahirannya. Belanda dan Indonesia sama-sama menerapkan asas kewarganegaraan tunggal yang sangat ketat bagi warga negaranya yang sudah dewasa.

Secara otomatis, ketika Geypens resmi memegang paspor Indonesia, otoritas Belanda mencabut status kewarganegaraannya. Hal ini membuat sang pemain sempat berada dalam posisi yang sangat sulit karena dianggap sebagai warga asing di tanah kelahirannya sendiri.

Geypens mengakui bahwa dirinya sempat mengalami “tunnel vision” saat proses naturalisasi berlangsung. Ia terlalu fokus pada peluang membela Timnas Indonesia hingga kurang mendalami dampak hukum terhadap status tinggalnya di Belanda.

Izin Tinggal Sementara Menjadi Solusi Krusial

Pihak FC Emmen bertindak cepat untuk membantu penggawa Garuda keturunan Belanda ini agar tetap bisa berkarier. Klub mengumumkan bahwa Geypens telah mengantongi izin tinggal sementara yang berlaku hingga tahun 2031 mendatang.

Izin ini menjadi jembatan hukum yang memungkinkan Geypens tetap tinggal dan bekerja sebagai atlet profesional di Belanda. Meskipun ia bukan lagi warga negara Belanda, status legalitasnya kini sudah terjamin oleh otoritas setempat.

Geypens menceritakan betapa aneh rasanya merasa menjadi orang asing di negara tempat ia tumbuh besar. Beruntung, dukungan dari pengacara dan manajemen klub membuatnya mampu melewati masa-masa penuh ketidakpastian tersebut dengan kepala tegak.

Kini, fokus utama pemain berusia 20 tahun tersebut adalah mengembalikan sentuhan bolanya di lapangan. Ia mengakui sempat merasa kaku pada sesi latihan perdana, namun kondisi fisiknya tetap terjaga dengan baik selama masa vakum.

Komitmen untuk Tetap Membela Timnas Indonesia

Meski sempat tersandung masalah administrasi yang pelik, komitmen Geypens untuk Indonesia tidak luntur sedikit pun. Ia tetap bangga telah memilih menjadi bagian dari proyek besar sepak bola Indonesia di bawah naungan PSSI.

Pengalaman pahit ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain diaspora lainnya yang ingin menempuh jalur naturalisasi. Pemahaman mendalam mengenai regulasi lintas negara sangat diperlukan agar karier di level klub tidak terganggu oleh masalah birokrasi.

Geypens tidak menyalahkan pihak mana pun atas kejadian ini, termasuk federasi sepak bola Indonesia. Ia justru menyalahkan dirinya sendiri yang kurang teliti dalam mempelajari detail konsekuensi hukum dari perpindahan kewarganegaraan tersebut.

Dengan selesainya masalah status kewarganegaraan Tim Geypens, kini ia siap memberikan kontribusi maksimal. Baik untuk FC Emmen di kompetisi domestik maupun untuk Timnas Indonesia di ajang internasional yang sudah menanti di depan mata.