Uptodai.com - Takjil favorit Shayne Pattynama menjadi perbincangan hangat setelah bek naturalisasi Timnas Indonesia tersebut merasakan suasana Ramadan pertamanya di Tanah Air. Pemain yang kini memperkuat Persija Jakarta itu mengaku sangat antusias menyambut tradisi berbuka puasa meskipun dirinya tidak menjalankan ibadah tersebut. Kehadirannya di kompetisi domestik memberikan warna baru bagi karier profesionalnya di Asia.

Bergabung dengan Macan Kemayoran pada bursa transfer tengah musim Super League 2025-2026, Shayne langsung dihadapkan pada budaya unik masyarakat Indonesia. Suasana sore hari yang penuh dengan penjual kudapan manis dan gorengan menarik perhatian pemain kelahiran Belanda ini. Ia merasa beruntung bisa merasakan langsung kehangatan bulan suci di Jakarta bersama rekan-rekan setimnya.

Daftar Takjil Favorit Shayne Pattynama yang Menggoda Selera

Shayne secara terang-terangan menyebutkan empat jenis kudapan yang ingin ia cicipi selama bulan Ramadan tahun ini. Menu buka puasa Shayne Pattynama tersebut meliputi lemper, martabak, bakwan jagung, hingga lumpia yang memang sangat populer di kalangan masyarakat. Keempat makanan ini sering ia lihat dikonsumsi oleh para pemain Persija saat waktu berbuka tiba di mess atau stadion.

“Lemper, martabak, bakwan jagung, dan lumpia,” ujar Pattynama saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia tampak sangat penasaran dengan perpaduan rasa gurih dan tekstur dari gorengan khas Indonesia tersebut yang aromanya selalu menggoda. Baginya, ragam kuliner lokal merupakan salah satu hal paling menarik yang ia temukan selama tinggal di Ibu Kota.

Rasa penasaran ini muncul karena ia sering melihat antusiasme masyarakat yang berburu takjil menjelang azan Magrib. Shayne menilai bahwa tradisi kuliner selama Ramadan memiliki keunikan tersendiri yang tidak ia temukan di Eropa. Hal ini membuatnya semakin betah berkarier di Indonesia dan ingin mengeksplorasi lebih banyak budaya lokal.

Kekaguman Shayne Pattynama terhadap Kedisiplinan Rekan Setim

Selain urusan kuliner, bek kiri andalan Timnas Indonesia ini juga menaruh rasa hormat yang tinggi kepada rekan-rekannya di Persija. Ia menyaksikan sendiri bagaimana para pemain tetap profesional menjalankan latihan keras meski sedang menahan lapar dan dahaga. Pengalaman Ramadan Shayne Pattynama ini memberikan perspektif baru baginya mengenai kekuatan mental atlet Muslim.

Shayne menilai bahwa mentalitas pemain Indonesia sangat luar biasa saat memasuki bulan suci setiap tahunnya. Mereka tetap mampu tampil maksimal dalam sesi latihan maupun pertandingan resmi di bawah cuaca Jakarta yang cukup terik. “Para pemain melakukannya saat Ramadhan, dan juga betapa disiplinnya mereka,” puji Shayne dengan nada kagum.

Kedisiplinan tersebut membuatnya semakin menghargai karakteristik dan budaya kerja para pemain lokal di Liga Indonesia. Ia melihat bahwa ibadah puasa tidak menjadi penghalang bagi para pemain untuk memberikan yang terbaik bagi klub. Hal ini justru menjadi motivasi tambahan bagi Shayne untuk ikut menunjukkan performa maksimal di lapangan hijau.

Adaptasi Budaya dan Fokus Bersama Persija Jakarta

Momen Ramadan perdana ini membantu Shayne beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan barunya di Jakarta. Interaksi yang intens saat momen menunggu waktu berbuka mempererat hubungannya dengan anggota tim lainnya di luar urusan taktik. Ia merasa atmosfer kekeluargaan di Persija sangat membantu proses transisinya dari sepak bola Eropa ke Asia.

Kini, fokus utama Shayne adalah membantu Persija Jakarta merangkak naik di klasemen Super League 2025-2026. Sambil mengejar prestasi di lapangan hijau, ia juga ingin terus mengeksplorasi kekayaan budaya dan kuliner Nusantara lainnya. Kehadirannya diharapkan mampu membawa dampak signifikan bagi lini pertahanan tim kebanggaan Jakmania tersebut sepanjang musim ini.