Uptodai.com - Teja Paku Alam Persib Bandung kini berada di ambang sejarah besar dalam kancah sepak bola kasta tertinggi tanah air. Penjaga gawang andalan Pangeran Biru tersebut berpeluang besar memecahkan rekor nirbobol atau clean sheet terbanyak dalam satu musim kompetisi.

Meski catatan individu itu sudah di depan mata, Teja justru menunjukkan sikap yang sangat rendah hati. Ia menegaskan bahwa ambisi pribadinya tidak lebih penting daripada kesuksesan kolektif tim di akhir musim nanti.

Kiper berusia 31 tahun ini lebih memilih fokus membawa Maung Bandung meraih gelar juara secara beruntun. Baginya, mengangkat trofi bersama rekan setim memberikan kepuasan yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar mengejar angka di papan statistik.

Ambisi Lampaui Rekor Legendaris Yoo Jae-hoon

Hingga pekan ini, Teja Paku Alam Persib Bandung telah mengoleksi 16 clean sheet di ajang Super League 2025/2026. Catatan impresif ini membawanya mendekati rekor legendaris yang selama ini dipegang oleh mantan kiper Persipura Jayapura, Yoo Jae-hoon.

Yoo Jae-hoon mencatatkan tinta emas dengan 17 kali nirbobol saat membela tim Mutiara Hitam pada musim 2013 silam. Teja hanya membutuhkan satu laga lagi untuk menyamai rekor tersebut dan dua laga untuk menjadi pemegang rekor baru di Indonesia.

Mengingat kompetisi masih menyisakan tujuh pertandingan, peluang Teja untuk melampaui pencapaian sang mantan pelatih kiper Timnas Indonesia itu sangat terbuka lebar. Konsistensi lini belakang Persib menjadi faktor pendukung utama bagi Teja untuk terus menjaga kesucian gawangnya.

Namun, eks pemain Semen Padang ini enggan terbuai dengan sorotan media mengenai rekor individu tersebut. Ia berkali-kali menekankan bahwa kemenangan tim adalah prioritas mutlak dalam setiap pertandingan yang ia jalani.

Fokus Utama Hattrick Juara Super League

Motivasi terbesar Teja Paku Alam Persib Bandung saat ini adalah mengantar timnya mencetak sejarah dengan meraih hattrick juara liga. Persib Bandung berambisi mempertahankan gelar mereka untuk ketiga kalinya secara berturut-turut di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Peluang tersebut kini terbuka sangat lebar mengingat posisi Persib yang masih kokoh di puncak klasemen sementara. Tim asuhan Bojan Hodak ini mengumpulkan 64 poin dan unggul empat angka dari pesaing terdekatnya, Borneo FC.

“Yang paling penting bagi saya sekarang adalah membawa tim meraih kemenangan di setiap laga. Saya ingin kami bisa meraih hattrick juara terlebih dahulu sebelum memikirkan hal lainnya,” ujar Teja dengan penuh optimisme.

Sikap profesional ini mendapat apresiasi luas dari para pendukung setia, Bobotoh, yang melihat Teja sebagai sosok pemimpin di lini pertahanan. Dedikasinya untuk lambang di dada mengalahkan ego untuk menjadi yang terbaik secara statistik individu.

Ujian Berat Menanti di Banten International Stadium

Langkah Teja Paku Alam Persib Bandung untuk mewujudkan ambisi tersebut akan diuji pada laga pekan depan. Persib dijadwalkan bertandang ke markas Dewa United di Banten International Stadium (BIS) pada Senin, 20 April 2026 mendatang.

Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit karena Dewa United selalu tampil menyulitkan saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Teja harus bekerja ekstra keras untuk menghalau gempuran lini serang lawan demi menjaga peluang juara tetap aman.

Jika berhasil mencatatkan clean sheet dalam laga ini, Teja secara otomatis akan menyamai rekor abadi milik Yoo Jae-hoon. Namun, fokus utamanya tetaplah membawa pulang tiga poin penuh ke Bandung guna menjauh dari kejaran Borneo FC.

Kematangan mental Teja di bawah mistar gawang diharapkan mampu menjadi kunci stabilitas permainan Persib di sisa musim. Perburuan gelar juara Super League musim ini dipastikan akan mencapai puncaknya dalam beberapa pekan ke depan.