Uptodai.com - Pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Tim Geypens, akhirnya mendapatkan lampu hijau untuk kembali memperkuat klubnya, FC Emmen. Kepastian ini muncul setelah sang pemain sempat menepi cukup lama akibat kendala administratif yang cukup rumit di kompetisi sepak bola Belanda.

Kabar kembalinya Geypens menjadi angin segar bagi sang pemain maupun pendukung Timnas Indonesia. Sebelumnya, ia terpaksa absen dari aktivitas tim sejak 25 Maret 2026 lalu karena status kewarganegaraannya yang berubah setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Dampak Status Kewarganegaraan Tunggal Indonesia

Indonesia menganut sistem kewarganegaraan tunggal yang mengharuskan setiap pemain keturunan melepas paspor lama mereka. Hal ini berdampak langsung pada Tim Geypens yang lahir di Belanda dan sebelumnya memegang paspor Uni Eropa. Begitu ia memilih menjadi WNI, statusnya di Liga Belanda otomatis berubah menjadi pemain asing non-Uni Eropa.

Perubahan status ini membawa konsekuensi finansial yang sangat berat bagi pihak klub. Berdasarkan regulasi yang berlaku di Belanda, klub wajib memberikan gaji minimal sebesar 600 ribu euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun bagi pemain non-Uni Eropa. Angka tersebut dianggap terlalu tinggi dan di luar kemampuan finansial FC Emmen saat ini.

Masalah ini tidak hanya menimpa Tim Geypens seorang di daratan Eropa. Sejumlah nama beken lainnya seperti Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, hingga Dean James juga menghadapi situasi serupa. Bahkan, beberapa pemain naturalisasi yang membela Timnas Suriname pun sempat ditepikan oleh klub masing-masing karena kendala regulasi yang sama.

Solusi Izin Kerja hingga Tahun 2031

Manajemen FC Emmen bergerak cepat untuk mencari jalan keluar tanpa harus memutus kontrak sang pemain. Mereka memilih untuk mengurus izin kerja (work permit) khusus agar Geypens tetap bisa bermain tanpa melanggar aturan gaji minimum yang mencekik. Langkah ini diambil demi mempertahankan talenta muda berbakat tersebut di dalam skuad.

Upaya keras klub berbuah manis setelah otoritas terkait menerbitkan izin kerja sementara bagi sang pemain. Berdasarkan laporan terbaru, izin tersebut berlaku dalam jangka waktu yang cukup lama, yakni hingga tahun 2031 mendatang. Dengan dokumen ini, Tim Geypens secara legal dapat kembali merumput di kompetisi kasta kedua Liga Belanda tersebut.

Pihak klub mengonfirmasi bahwa izin kerja ini menjadi kunci utama kembalinya sang bek kiri ke lapangan hijau. Tanpa adanya dokumen tersebut, FC Emmen terancam sanksi berat jika nekat menurunkan pemain asing ilegal. Risiko denda besar hingga pengurangan poin di klasemen menjadi pertimbangan utama klub selama memarkir Geypens.

Tantangan Fisik Setelah Absen Lama

Meskipun secara administratif sudah tidak ada masalah, Tim Geypens masih menghadapi tantangan besar terkait kondisi fisiknya. Selama masa pembekuan statusnya, ia dilarang keras terlibat dalam sesi latihan resmi tim. Bahkan, sang pemain tidak diizinkan untuk memasuki area fasilitas latihan klub demi menghindari pelanggaran hukum.

Kondisi ini membuat kebugaran bertanding Geypens menjadi tanda tanya besar bagi jajaran pelatih. Ia harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan fisik dari rekan-rekan setimnya yang terus berlatih secara rutin. Pelatih FC Emmen kemungkinan besar akan memantau perkembangan kondisinya dalam beberapa hari ke depan sebelum memberikan menit bermain.

Kembalinya Geypens ke skuad utama diharapkan mampu mendongkrak performa tim di sisa musim ini. Bagi pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini, momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk membuktikan kualitasnya agar tetap dilirik oleh pelatih Shin Tae-yong dalam agenda internasional mendatang.