Uptodai.com - Perdebatan mengenai keputusan wasit Argentina vs Mesir dalam babak 16 besar Piala Dunia 2026 akhirnya mendapat tanggapan resmi dari FIFA. Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, secara terbuka pasang badan untuk membela kepemimpinan wasit Francois Letexier. Menurut legenda wasit asal Italia tersebut, seluruh keputusan yang diambil oleh Letexier di lapangan sudah sepenuhnya tepat dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Laga dramatis yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, itu berakhir dengan kemenangan tipis Argentina 3-2 atas Mesir. Mesir sebenarnya sempat memimpin dua gol terlebih dahulu melalui aksi gemilang Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko. Namun, Argentina berhasil bangkit di menit-menit akhir lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan gol penentu dari Enzo Fernandez di masa injury time.

Kemenangan dramatis La Albiceleste ini langsung menuai protes keras dari kubu Mesir akibat dua keputusan krusial Letexier. Pertama, sang pengadil menganulir gol kedua Mostafa Ziko karena menganggap Marwan Attia terlebih dahulu melanggar Lisandro Martinez. Tak hanya itu, Letexier juga mengabaikan tuntutan penalti setelah Mohamed Salah terjatuh di kotak terlarang akibat berduel dengan Julian Alvarez.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Pierluigi Collina memberikan penjelasan teknis yang sangat mendalam untuk meredakan tensi. Collina menegaskan bahwa pelanggaran Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez terlihat sangat jelas dalam tayangan ulang karena adanya injakan kaki. Ia menambahkan bahwa fungsi teknologi VAR telah dioptimalkan dengan sangat baik oleh tim wasit untuk memastikan keadilan di atas lapangan hijau.

Tantangan Teknologi VAR dan Tekanan di Piala Dunia

Turnamen sebesar Piala Dunia selalu menghadirkan tekanan mental yang luar biasa besar bagi para pengadil lapangan seperti Francois Letexier. FIFA sendiri terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas keputusan wasit melalui pelatihan intensif sebelum turnamen dimulai. Collina menekankan bahwa kontak fisik dalam sepak bola modern harus dinilai secara objektif tanpa terpengaruh oleh nama besar pemain di lapangan.

Insiden jatuhnya Mohamed Salah di kotak penalti dinilai Collina sebagai perebutan bola yang bersih dan minim benturan ilegal. Keputusan Letexier untuk melanjutkan pertandingan tanpa melakukan tinjauan VAR mandiri di layar tepi lapangan dianggap sudah sesuai dengan protokol yang disepakati. Dengan penjelasan resmi ini, FIFA berharap polemik mengenai hasil pertandingan babak gugur ini tidak terus diperpanjang oleh publik sepak bola global.