Uptodai.com - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbukti menjadi tulang punggung yang vital bagi stabilitas ekonomi nasional. Namun, banyak pelaku UMKM menghadapi tantangan serius, terutama dalam hal pengembangan kapasitas dan menjaga keberlanjutan usaha. Menyikapi kondisi ini, platform pendanaan digital AdaKami meluncurkan inisiatif nyata. Melalui program #UsahaBarengAdaKami, platform ini secara spesifik memberikan dukungan kepada delapan UMKM inklusif dan berbasis komunitas, mulai dari produsen minuman tradisional hingga pengelola agrowisata.

Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan melampaui sekadar akses permodalan. Menurutnya, program ini dirancang untuk mendampingi UMKM sesuai kebutuhan spesifik mereka. Tujuannya adalah mendorong keberlanjutan bisnis sekaligus menciptakan dampak sosial positif di tengah komunitas tempat mereka beroperasi.

Fokus pada Keberlanjutan Usaha dan Dampak Sosial

Pendekatan pendampingan yang diterapkan AdaKami sangat personal, disesuaikan dengan karakter unik dan kebutuhan mendasar dari setiap unit usaha. Fokus utama program ini mencakup penguatan kapasitas manajemen, memastikan kelancaran operasional harian, dan memperkokoh keberlanjutan bisnis. Dengan strategi ini, UMKM diharapkan mampu tumbuh secara mandiri dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pendekatan holistik ini tercermin jelas pada ragam UMKM yang dipilih. AdaKami dukung UMKM inklusif yang bergerak di sektor kuliner, kopi, kerajinan, hingga pengelolaan lingkungan. Keberagaman ini menunjukkan komitmen untuk mendukung ekosistem usaha yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga memiliki misi sosial dan pelestarian budaya yang kuat.

Mendukung Inklusi Lewat Kopi dan Kerajinan

Di wilayah Jakarta Selatan, AdaKami memberikan perhatian khusus pada UMKM yang mengedepankan inklusi. Dua kedai kopi, Kopi Tuli dan Akurasa, merupakan contoh nyata usaha yang membuka ruang kerja dan pemberdayaan bagi penyandang tuna rungu. Dukungan yang disalurkan difokuskan untuk memperkuat operasional harian, meningkatkan kualitas layanan, dan mengembangkan strategi pemasaran agar jangkauan pelanggan mereka semakin luas.

Selain sektor kuliner, pendekatan inklusif juga diwujudkan melalui dukungan kepada Difabel Zone, sebuah komunitas perajin batik yang anggotanya adalah difabel. Pendiri Difabel Zone, Lidwina Wurie Akhdiyanti, mengungkapkan bahwa minat kolaborasi dan permintaan pameran terhadap produk mereka sangat tinggi. Namun, mereka sering terkendala keterbatasan sarana pendukung pameran dan kapasitas produksi.

“Dukungan dari #UsahaBarengAdaKami sangat membantu kami menjawab kebutuhan tersebut, terutama dalam melengkapi sarana pameran yang memadai,” ujar Lidwina. Bantuan ini memungkinkan Difabel Zone untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pameran besar, sehingga karya batik mereka dapat dikenal oleh pasar yang lebih luas.

Mengangkat Potensi Daerah dan Budaya Lokal

Pengembangan UMKM minuman tradisional dan potensi daerah juga menjadi pilar penting dalam program ini. Di Yogyakarta, Kopi Moka Menoreh dan Kopi Selarong tidak hanya menjual produk, tetapi juga mempromosikan kopi khas sekaligus budaya lokal di wilayah tersebut. Dukungan program dimanfaatkan untuk memperkuat proses produksi, meningkatkan standar penyajian, dan memastikan kualitas produk konsisten, seiring upaya mereka meningkatkan daya saing kopi lokal di pasar nasional.

Sementara itu, di Tanah Datar, Sumatra Barat, terdapat House of Kawa, sebuah usaha yang dijalankan lintas generasi dengan misi pelestarian minuman tradisional Minangkabau. Melalui intervensi AdaKami, House of Kawa kini mampu meningkatkan efisiensi pengolahan bahan baku. Hal ini krusial untuk menjaga konsistensi rasa dan proses produksi dalam skala yang lebih besar, memastikan warisan kuliner ini tetap lestari.

Tidak hanya berfokus pada kuliner dan kerajinan, program ini juga merambah sektor lingkungan dan agrowisata. Di Bali, Urban Compost menjadi penerima dukungan yang berfokus pada pengelolaan sampah organik skala komunitas. Bantuan ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses pengolahan sampah menjadi kompos. Peningkatan efisiensi ini memungkinkan Urban Compost untuk memperluas jangkauan layanan mereka dan berkontribusi lebih besar pada upaya pelestarian lingkungan di Pulau Dewata.

Secara keseluruhan, program #UsahaBarengAdaKami menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM harus bersifat adaptif dan berkelanjutan. Dengan memberikan pendampingan yang tepat sasaran, AdaKami berharap dapat menciptakan ekosistem bisnis yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap isu-isu sosial, budaya, dan lingkungan di Indonesia.