Uptodai.com - Peristiwa tragis akibat ledakan tangki kimia pabrik kertas di Washington, Amerika Serikat, kini memasuki babak baru setelah otoritas menghentikan upaya penyelamatan. Petugas penyelamat kini memfokuskan diri pada proses pemulihan korban yang tertimbun reruntuhan material. Langkah berat ini diambil setelah harapan untuk menemukan korban selamat dalam kondisi hidup dinilai sangat tipis.

Insiden mengerikan ini menimpa pabrik milik Nippon Dynawave Packaging yang berlokasi di wilayah Longview. Sebanyak dua pekerja terkonfirmasi meninggal dunia di lokasi kejadian akibat hantaman material tangki raksasa. Sementara itu, sembilan pekerja lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan diduga kuat turut tewas di bawah puing-puing.

Dampak Mengerikan Ledakan Tangki Kimia Pabrik Kertas

Pihak berwenang setempat menjelaskan bahwa tangki yang runtuh tersebut berisi cairan kimia berbahaya jenis white liquor. Senyawa ini mengandung bahan aktif berupa sodium hidroksida dan sodium sulfida yang sangat korosif. Industri kertas biasanya memanfaatkan cairan keras ini untuk melunakkan serat kayu sebelum masuk ke tahap penggilingan bubur kertas.

Daya rusak dari runtuhnya struktur raksasa ini menghancurkan puluhan kendaraan operasional dan bangunan di sekitarnya. Foto-foto udara dari lokasi bencana memperlihatkan pemandangan memilukan dengan tangki baja yang kini miring dan koyak tak berbentuk. Meskipun demikian, tim darurat melaporkan masih ada sekitar 25.000 galon cairan kimia yang tersisa di dalam wadah tersebut.

Petugas pemadam kebakaran terus bersiaga penuh guna mengantisipasi kebocoran susulan dari sisa cairan berbahaya itu. Mereka telah menyiapkan skema mitigasi darurat untuk menstabilkan posisi tangki agar tidak kembali roboh. Proses evakuasi sisa bahan kimia korosif tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat dari ahli lingkungan.

Tragedi Industri Paling Mematikan di Washington

Gubernur Washington, Bob Ferguson, menyampaikan rasa duka mendalam bagi seluruh warga Longview yang berpenduduk sekitar 40.000 jiwa. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah bersiap menghadapi kenyataan pahit dari kecelakaan kerja berskala besar ini. Ferguson juga menyebut insiden ini berpotensi menjadi tragedi industri paling mematikan dalam sejarah modern wilayahnya.

Dampak psikologis dan sosial dari peristiwa ini dipastikan akan membekas sangat lama bagi komunitas lokal yang tergolong kecil. Sebagian besar warga setempat menggantungkan hidup mereka pada operasional pabrik pengolahan kayu tersebut. Kehilangan belasan pekerja sekaligus menjadi pukulan telak bagi perekonomian domestik kota industri tersebut.

Sebagai informasi, Nippon Dynawave Packaging merupakan anak perusahaan dari raksasa manufaktur asal Jepang, Nippon Paper Group. Pabrik ini memiliki peran vital dalam menyuplai sekitar delapan miliar kemasan sekali pakai ke pasar global setiap tahunnya. Penghentian operasional sementara akibat kecelakaan ini diprediksi akan mengganggu rantai pasok kemasan di Asia dan Amerika Utara.

Rentetan Insiden Kimia Berbahaya di Amerika Serikat

Kecelakaan fatal di negara bagian Washington ini menambah panjang daftar hitam kedaruratan industri kimia di Amerika Serikat. Hanya berselang beberapa hari sebelumnya, insiden serupa hampir terjadi di wilayah Orange County, California. Saat itu, sebuah tangki penyimpanan zat metil metakrilat mengalami lonjakan suhu ekstrem yang memicu alarm bahaya ledakan.

Kondisi darurat tersebut sempat memaksa otoritas setempat mengevakuasi puluhan ribu warga yang tinggal di sekitar zona bahaya. Beruntung, kesigapan petugas pemadam kebakaran dalam mendinginkan tangki berisi 7.000 galon bahan kimia tersebut berhasil mencegah bencana. Seluruh perintah evakuasi akhirnya dicabut setelah situasi dinyatakan benar-benar aman bagi publik.