Uptodai.com - Indonesia kembali dihebohkan oleh kemunculan air terjun mendadak Sembalun yang sangat mengejutkan. Fenomena alam langka ini langsung menarik perhatian publik dan para ilmuwan. Pemandangan tak lazim tersebut terjadi di kawasan perbukitan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banyak warga lokal menyebutnya sebagai ‘gunung menangis’. Lantas, apa sebenarnya tanda di balik peristiwa geologi ini? Badan Geologi telah merilis analisis resmi mereka.

Fenomena Gunung Menangis Sembalun dan Lokasi Terdampak

Peristiwa langka ini terpantau jelas di kawasan Sembalun, khususnya Desa Sembalun Bumbung. Beberapa titik utama terdampak meliputi Bukit Telaga dan Bukit Amben. Selain itu, aliran deras juga terlihat di Bukit Batu Nunggang hingga Bukit Long. Aliran air tampak mengalir deras karena kondisi alam yang tidak biasa. Secara umum, Sembalun adalah daerah penyangga Gunung Rinjani. Oleh karena itu, wilayah ini memiliki karakteristik geologi yang unik dan kompleks. Pemandangan ini menunjukkan adanya limpasan air yang masif di permukaan bukit.

Penyebab Air Terjun Dadakan Menurut Badan Geologi

Badan Geologi memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena ini. Analisis resmi mereka diunggah melalui akun Instagram resmi lembaga tersebut. Secara geologi, perbukitan Sembalun tersusun oleh tanah vulkanik. Material ini juga bercampur dengan lava yang relatif kedap air. Akibatnya, kemampuan tanah meresapkan air menjadi sangat terbatas. Kemudian, ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut berhari-hari, air tidak bisa terserap sempurna. Ini menghasilkan limpasan permukaan yang sangat besar, atau dikenal sebagai runoff.

Limpasan air ini selanjutnya mengikuti alur-alur alami di perbukitan. Alur tersebut berupa sungai atau cekungan intermiten yang memang sudah terbentuk. Oleh sebab itu, aliran air mendadak terlihat seperti air terjun sesaat. Fenomena ini muncul hanya ketika intensitas hujan mencapai puncaknya. Badan Geologi menyimpulkan bahwa fenomena ‘gunung menangis’ ini hanyalah proses alamiah. Proses ini terjadi karena limpasan besar pada bukit-bukit yang curam.

Mengapa Tanah Vulkanik di Sembalun Kedap Air?

Meskipun tanah vulkanik sering dianggap subur, struktur batuan di bawahnya berperan penting. Material lava yang mengeras membentuk lapisan kedap air. Lapisan ini dikenal sebagai batuan beku ekstrusif. Maka dari itu, air hujan tidak dapat menembus lapisan tersebut ke bawah. Air terpaksa mengalir di permukaan lereng. Kondisi ini berbeda jauh dengan tanah yang memiliki porositas tinggi. Selanjutnya, setelah hujan mereda, suplai air otomatis berkurang drastis. Aliran air terjun tersebut akan mengecil, lalu menghilang sepenuhnya. Ini menunjukkan bahwa fenomena air terjun mendadak Sembalun bersifat sementara.

Waspada Potensi Bahaya di Geologi Bukit Sembalun

Badan Geologi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Mereka mengimbau agar tetap berhati-hati saat berada di lokasi. Lereng dan tebing pada kondisi hujan deras tentu menjadi sangat licin. Selain itu, limpasan air berpotensi membawa material longsoran. Material ini bisa berupa lumpur, kerikil, atau bahkan batu kecil. Oleh karena itu, hindari mendekati alur limpasan saat hujan deras terjadi. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengunjung. Perhatikan selalu peringatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang di Sembalun.

Memahami Tanda Alam untuk Mitigasi Bencana

Fenomena air terjun sesaat ini sebenarnya memberikan tanda penting. Tanda tersebut berkaitan dengan potensi bahaya hidrometeorologi di wilayah tersebut. Meskipun bukan bencana, limpasan air yang besar menandakan saturasi tanah tinggi. Dengan demikian, risiko pergerakan tanah atau longsor meningkat drastis di lereng curam. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyebab air terjun dadakan ini sangat krusial. Pemahaman ini membantu mitigasi bencana di sekitar kawasan Gunung Rinjani. Pemerintah daerah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan.