Uptodai.com - Mengetahui apa saja alat elektronik yang harus dicabut dari stopkontak saat tidak digunakan adalah langkah krusial untuk menjaga keselamatan keluarga Anda. Banyak orang keliru menganggap mematikan tombol daya saja sudah cukup aman untuk mencegah bahaya kelistrikan. Padahal, arus listrik tetap mengalir secara pasif dan berpotensi memicu hubungan arus pendek yang fatal.

Fenomena ini sering dikenal sebagai beban hantu atau phantom load, di mana perangkat tetap menyedot daya meski dalam keadaan mati. Selain membuat tagihan listrik membengkak tanpa disadari, aliran listrik konstan ini terus memanaskan komponen internal perangkat. Jika komponen tersebut sudah usang atau berkualitas rendah, risiko kebakaran rumah akan meningkat drastis.

Berdasarkan data otoritas keselamatan di Indonesia, lebih dari 30 persen kasus kebakaran rumah dipicu oleh korsleting listrik. Jerry Poon, seorang ahli instalasi listrik dari Redo Dog Engineering, menegaskan pentingnya kewaspadaan ini. Ia mengingatkan bahwa perangkat yang menghasilkan panas tinggi atau memiliki kabel usang harus menjadi prioritas utama untuk dicabut.

Bahaya Penggunaan Stopkontak Ekstensi yang Salah

Banyak pemilik rumah yang kerap menumpuk colokan berdaya besar pada satu kabel sambungan atau stopkontak ekstensi yang murah. Kebiasaan buruk ini sangat berbahaya karena kabel ekstensi tersebut tidak dirancang untuk menahan beban arus yang terlalu besar secara bersamaan. Akibatnya, kabel akan meleleh secara perlahan dan memicu percikan api yang tidak terdeteksi sejak awal.

1. Air Fryer dan Oven Portable

Sebagai perangkat dapur modern yang sangat populer, air fryer bekerja dengan menghasilkan panas ekstrem dalam waktu singkat. Karena membutuhkan daya yang sangat besar, membiarkan steker air fryer tetap menancap sangatlah berisiko. Pastikan Anda selalu mencabutnya segera setelah selesai memasak demi menghindari akumulasi panas pada steker.

2. Microwave dan Pembuat Kopi

Sama seperti air fryer, microwave dan mesin pembuat kopi otomatis juga mengonsumsi energi listrik yang besar untuk elemen pemanasnya. Perangkat ini sering kali dilengkapi dengan jam digital atau lampu indikator standby yang terus menyala. Fitur-fitur tambahan tersebut menandakan bahwa arus listrik masih terus mengalir aktif di dalam sirkuit mesin.

3. Charger HP dan Laptop Non-Original

Meskipun pengisi daya atau charger berkualitas orisinal relatif aman, hal ini tidak berlaku untuk produk tiruan yang murah. Charger non-original sering kali tidak memiliki sirkuit pemutus arus otomatis ketika baterai sudah penuh atau saat terjadi lonjakan tegangan. Membiarkannya terus tercolok tanpa beban pengisian dapat memicu panas berlebih yang berujung pada ledakan kecil.