Uptodai.com - Raksasa teknologi asal Taiwan, Asus, memproyeksikan bahwa perangkat komputer personal berbasis kecerdasan buatan (AI PC) akan mendominasi pasar global. Komponen pintar ini diperkirakan bakal menyumbang lebih dari separuh total penjualan komputer global pada periode tahun ini.

​Proyeksi optimistis tersebut disampaikan langsung oleh Co-CEO Asus, Samson Hu, di sela-sela pergelaran Computex di Taipei, yang merupakan pameran teknologi AI terbesar di Asia. Menurutnya, lonjakan ini dipicu oleh lompatan teknologi agentic AI yang mengubah secara radikal cara konsumen berinteraksi dengan gawai mereka.

​Gelaran Computex tahun ini menjadi panggung penting bagi arah industri masa depan, dengan dihadiri oleh lebih dari 6.000 eksibitor global serta para petinggi perusahaan teknologi dunia. Momentum ini dimanfaatkan industri untuk memamerkan ekosistem komputasi generasi terbaru yang kian cerdas.

​Hu meyakini bahwa gelombang baru inovasi berbasis kecerdasan buatan ini akan menjadi motor penggerak utama yang mempercepat adopsi massal. Tren penetrasi pasar untuk perangkat pintar ini pun diprediksi akan terus menanjak dan mencatatkan pertumbuhan yang konsisten hingga tahun depan.

​Pernyataan bos Asus tersebut senada dengan langkah strategis yang diambil oleh Nvidia. Raksasa cip asal Amerika Serikat tersebut baru saja mengumumkan ekspansi besarnya ke ranah PC konsumen melalui kolaborasi strategis dengan sejumlah manufaktur global, termasuk Asus.

​Dalam kerja sama ini, Nvidia memperkenalkan cip mutakhir terbarunya, RTX Spark, yang dijadwalkan mulai memperkuat jajaran laptop berbasis Microsoft Windows pada akhir tahun ini. Kehadiran prosesor super tersebut digadang-gadang bakal mendongkrak kemampuan komputasi pintar pada perangkat personal secara masif.

​Langkah ini dinilai sebagai tonggak sejarah baru bagi industri karena menawarkan daya komputasi yang sangat praktis dan bertenaga tinggi untuk mendukung ekosistem agentic AI. Cip anyar ini diklaim mampu menyentuh performa hingga ratusan TOPS (trillions of operations per second) sebagai standar baru pengukuran kinerja kecerdasan buatan.

​Asus sendiri menargetkan pangsa pasar produk pintar ini mampu menyentuh angka 60 persen dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh transisi teknologi dari AI generatif biasa menuju sistem agentic AI yang lebih mandiri. Sistem terbaru ini memungkinkan perangkat untuk memahami tujuan pengguna, bernalar, dan mengeksekusi tugas secara otomatis, yang diyakini menjadi daya tarik utama bagi konsumen masa kini.