Uptodai.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pembaruan krusial terkait penanganan Korban Banjir Sumatra BNPB. Lembaga tersebut hampir memastikan bahwa tidak ada lagi jasad korban yang tertimbun di lokasi bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra.

Peristiwa yang terjadi pada November 2025 lalu ini telah menimbulkan kerugian material dan korban jiwa yang masif di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Meskipun probabilitas penemuan korban baru sangat kecil, tim gabungan tetap melanjutkan operasi pencarian secara intensif.

Operasi Pencarian Korban Banjir Sumatra Terus Dilakukan

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa fokus pencarian kini telah bergeser. Tim gabungan telah menyisir sebagian besar kawasan pemukiman dan pusat aktivitas warga terdampak.

“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, di beberapa titik sentral sudah hampir dipastikan tidak ada lagi jasad korban yang mungkin masih berada di kawasan pemukiman,” ujar Abdul Muhari dalam jumpa pers pada Minggu (28/12/2025).

Namun demikian, tim SAR Gabungan masih mengidentifikasi dan menyisir lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi site-site pencarian tambahan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah mitigasi dan memastikan tidak ada satu pun korban yang terlewatkan.

Abdul Muhari menekankan bahwa penanganan bencana banjir ini dilaksanakan tanpa mengenal hari libur. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait berupaya keras untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah yang terdampak parah.

Mempercepat Pemulihan Infrastruktur di Fase Transisi Darurat

Memasuki fase transisi darurat, BNPB melaporkan sejumlah kemajuan signifikan dalam proses pemulihan. Fokus utama penanganan saat ini adalah perbaikan infrastruktur vital dan fasilitas publik yang rusak diterjang air bah.

Di Aceh Utara, khususnya wilayah Langkahan, upaya pembukaan dan pembersihan akses jalan terus digenjot siang dan malam. Aksesibilitas menjadi kunci utama agar bantuan logistik dan mobilisasi alat berat dapat berjalan lancar.

Selain jalan, pembersihan fasilitas pendidikan seperti sekolah dan madrasah juga menjadi prioritas. Hal ini penting agar aktivitas belajar mengajar dapat segera dipulihkan setelah libur akhir tahun berakhir.

Proses pemulihan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi multi-pihak. Tim dari Kementerian PUPR, BNPB, TNI, Polri, relawan, hingga BPBD daerah semuanya bekerja bersama bahu membahu di lapangan.

“Kita optimalkan dan maksimalkan semua sumber daya yang ada supaya proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal,” tegas Abdul Muhari.

Data Korban Jiwa Mencapai Ribuan

Meskipun operasi pencarian jasad hampir dipastikan nihil di kawasan pemukiman, dampak bencana ini meninggalkan catatan kelam. Laporan terbaru dari BNPB menunjukkan skala tragedi yang besar.

Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat meningkat drastis. Hingga Minggu (28/12/2025), total korban meninggal dunia mencapai 1.140 orang.

Sementara itu, sebanyak 163 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan masuk dalam daftar pencarian. Data ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah-wilayah rawan Sumatra.