7 Game Capcom Paling Underrated yang Layak Dimainkan Ulang
Uptodai.com - Capcom, studio game legendaris asal Jepang, memiliki katalog judul yang sangat luas, namun tidak semua mendapatkan sorotan yang layak. Di tengah popularitas Resident Evil dan Monster Hunter, tersimpan harta karun berupa 7 Game Capcom paling underrated yang kualitasnya seringkali setara dengan judul-judul AAA mereka.
Sejak berdiri pada tahun 1979, Capcom memang dikenal sangat produktif, melahirkan seri ikonik seperti Mega Man dan Dino Crisis. Sayangnya, banyak judul brilian yang terpaksa tenggelam di tengah persaingan pasar atau kurangnya promosi. Padahal, beberapa di antaranya menawarkan mekanik permainan yang sangat unik dan narasi yang mendalam.
Beberapa permainan ini layak mendapatkan kesempatan kedua, baik melalui remaster atau sekuel yang sudah lama dinantikan. Berikut adalah tujuh game dari Capcom yang sangat diremehkan, padahal wajib Anda coba.
Menggali Harta Karun: Game Capcom Paling Underrated yang Terlupakan
1. The Nightmare Before Christmas: Oogie’s Revenge (2004)
Banyak penggemar film animasi klasik karya Tim Burton, The Nightmare Before Christmas, menanti-nanti kelanjutan ceritanya di layar lebar. Namun, tanpa disadari, sekuel resmi dari kisah Jack Skellington ini sebenarnya sudah hadir dalam format game yang dikembangkan Capcom untuk konsol PlayStation 2 dan Xbox.
Game aksi ini menempatkan Jack sebagai karakter utama yang harus kembali ke Kota Halloween demi menghentikan kebangkitan Oogie Boogie. Mekanik gameplay utamanya mengandalkan kemampuan Jack untuk menyerang musuh dan memecahkan teka-teki menggunakan lendir lengket. Judul ini juga memiliki versi Game Boy Advance dan sering dianggap sebagai game aksi platformer yang cukup solid sekaligus kelanjutan cerita yang memuaskan dari film klasiknya.
2. Chaos Legion (2003)
Dirilis untuk PlayStation 2 dan kemudian di-porting ke PC, Chaos Legion seringkali dianggap sebagai alternatif yang lebih gelap dari Devil May Cry. Game ini menyajikan tempo pertarungan yang sangat cepat, namun dengan satu elemen strategi yang membuatnya menonjol.
Pemain dapat merekrut dan mengatur pasukan Legion, yang merupakan prajurit iblis dengan berbagai kelas, mulai dari penyerang jarak dekat hingga pemanah. Pemain tidak hanya mengendalikan karakter utama, tetapi juga harus menaikkan level dan mengembangkan Legion mereka hingga menjadi armada iblis yang kuat. Meskipun gameplay loop-nya sangat adiktif, sayangnya game ini tidak pernah mendapatkan sekuel meski memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
3. Strider (2014)
Seri Strider awalnya lahir sebagai manga dan kemudian diangkat Capcom menjadi seri game populer di era 90-an. Sempat tenggelam, seri ini akhirnya dibangkitkan kembali lewat game reboot pada tahun 2014.
Strider (2014) merupakan hasil kolaborasi dengan Double Helix Games, sebuah studio asal California yang dikenal piawai memberikan sentuhan Barat pada seri game Jepang legendaris. Game ini dieksekusi sebagai game Metroidvania yang indah dengan fokus pada eksplorasi dan gameplay aksi yang sangat cepat. Banyak kritikus menganggapnya sebagai salah satu karya terbaik dari Double Helix, berhasil menghidupkan kembali pesona ninja futuristik Hiryu.
4. God Hand (2006)
Dibuat oleh Shinji Mikami (kreator Resident Evil dan Dino Crisis) bersama Clover Studio, God Hand menjadi salah satu game aksi paling unik yang pernah didukung oleh Capcom. Meskipun memiliki visual kartun yang cerah, game ini terkenal karena tingkat kesulitan yang brutal dan mekanik pertarungan yang mendalam.
Pemain mengendalikan Gene, seorang petarung yang diberkahi kekuatan ‘God Hand’ untuk melawan iblis. Fitur utamanya adalah kemampuan untuk membuat kombo serangan kustom yang tak terbatas, memungkinkan pemain merancang gaya bertarung mereka sendiri. Meskipun penjualannya tidak fantastis, God Hand kini dihormati sebagai mahakarya kultus karena humornya yang absurd dan fokusnya pada pertarungan tangan kosong yang sangat memuaskan.
Permainan Lawas Capcom Terbaik yang Layak Dikenang
5. Okami (2006)
Meskipun mendapat pujian kritis yang luar biasa, Okami seringkali terlewatkan oleh khalayak umum saat pertama kali dirilis. Game ini merupakan perpaduan antara aksi petualangan ala The Legend of Zelda dengan gaya seni sumi-e (lukisan tinta Jepang) yang memukau.
Pemain berperan sebagai Amaterasu, dewi matahari yang menjelma menjadi serigala putih, bertugas mengembalikan warna dan kehidupan ke dunia yang terkutuk. Mekanik ‘Celestial Brush’ memungkinkan pemain untuk menggambar di layar guna memanipulasi lingkungan dan menyerang musuh. Untungnya, Capcom telah merilis ulang Okami di berbagai platform modern, memberikannya kesempatan untuk mendapatkan pengakuan yang memang layak ia dapatkan.
6. Viewtiful Joe (2003)
Dikembangkan oleh Clover Studio, Viewtiful Joe adalah penghormatan yang sangat bergaya terhadap film aksi klasik dan serial tokusatsu. Game side-scrolling beat ‘em up ini menonjol berkat estetika cel-shaded yang cerah dan mekanik yang berpusat pada manipulasi waktu.
Joe, sang pahlawan, bisa memperlambat waktu (Slow) untuk meningkatkan kerusakan serangan atau mempercepat waktu (Mach Speed) untuk bergerak lebih cepat. Kombinasi unik antara aksi cepat, humor, dan gaya visual yang berani menjadikan Viewtiful Joe sebagai salah satu game aksi terbaik di era PS2. Sayangnya, seri ini tidak pernah benar-benar mencapai potensi komersialnya.
7. Zack & Wiki: Quest for Barbaros’ Treasure (2007)
Bagi pemilik konsol Nintendo Wii, Zack & Wiki adalah salah satu permata yang paling tersembunyi. Game petualangan teka-teki ini memanfaatkan kontrol gerakan Wii secara maksimal, mengubah setiap teka-teki menjadi interaksi fisik yang cerdas.
Pemain harus membantu bajak laut muda Zack dan monyetnya, Wiki, mencari harta karun dengan memecahkan serangkaian teka-teki lingkungan yang sangat kreatif. Desain levelnya sangat cerdas dan menantang, memaksa pemain berpikir di luar kotak. Zack & Wiki membuktikan bahwa Capcom mampu menghasilkan inovasi luar biasa di luar genre pertarungan atau horor, menjadikannya penutup yang sempurna untuk daftar Game Capcom paling underrated ini.