Uptodai.com - Tanda-tanda kenaikan harga komponen PC naik drastis kini mulai terlihat nyata. Jepang menjadi lokasi pertama yang merasakan dampaknya secara langsung. Pasar perangkat keras di Akihabara, pusat teknologi Tokyo, mengirimkan sinyal bahaya. Para perakit komputer harus bersiap menghadapi krisis stok dan harga yang melonjak.

Situasi ini bukan sekadar isu lokal. Ini adalah efek domino dari permintaan chip kecerdasan buatan (AI) global. Lantas, seberapa parah kondisi ini? Mari kita bedah lebih dalam mengenai fenomena kelangkaan ini.

Krisis Komponen PC di Akihabara: Harga Komponen PC Naik Drastis

Beberapa toko PC ikonik di Akihabara sudah menerapkan kebijakan pembatasan pembelian. Ambil contoh Tsukomo eX. Toko PC ini membatasi pembelian kartu grafis performa tinggi. Pembeli hanya boleh membawa pulang satu unit per transaksi. Batasan ini berlaku untuk GeForce RTX 5060 Ti 16 GB ke atas. Kebijakan serupa juga diterapkan pada seri Radeon RX 9000 atau yang lebih tinggi.

Pihak toko memang mengklaim masih memiliki stok. Namun, mereka tidak tahu kapan pasokan baru akan tiba. *Bahkan*, mereka meragukan apakah kiriman berikutnya benar-benar akan datang. “Kartu grafis dengan memori berkapasitas tinggi sulit didapatkan,” kata perwakilan toko. Mereka menghadapi situasi serba tidak pasti.

Mengapa GPU dan RAM Langka? Gelembung AI Jadi Biang Kerok

Kelangkaan ini berpusat pada VRAM (Video Random Access Memory). VRAM adalah komponen vital pada kartu grafis. Selain itu, VRAM masih berbasis pada teknologi semikonduktor DRAM yang sama. *Oleh sebab itu*, setiap masalah pada produksi DRAM akan langsung memengaruhi GPU.

Masalahnya, produsen memori global kini fokus pada gelembung AI. Mereka mengalihkan kapasitas produksi DRAM standar. Produsen besar seperti Samsung dan SK Hynix berlomba membuat HBM (High Bandwidth Memory). HBM ini adalah jenis memori khusus untuk chip AI kelas atas. *Akibatnya*, produksi DRAM tipe lama yang dipakai GPU dan RAM standar terpotong drastis.

Dampak ini sudah terasa sejak tahun lalu. Harga modul RAM dan SSD melompat lebih dari 246% pada tahun 2025. *Meskipun demikian*, kenaikan harga ini diprediksi akan terus berlanjut. Kelangkaan GPU dan RAM Jepang makin parah. Situasi ini membuat perakit PC kustom terpuruk. Produsen Framework, misalnya, tidak lagi menjual RAM secara terpisah. Beberapa toko di Jepang bahkan menyetop pesanan PC desktop hingga tahun 2026.

Dampak Domino: Produsen Chip Mulai Batasi Pasokan

Saat tiga produsen chip besar memangkas produksi DRAM, efeknya menjalar ke GDDR. GDDR adalah memori yang digunakan pada kartu grafis. *Oleh karena itu*, pasokan kartu grafis mulai menipis. Ini memicu kekhawatiran serius di kalangan raksasa teknologi.

AMD, Intel, dan Nvidia adalah pihak yang paling terdampak. Mereka bergantung pada pasokan memori yang stabil. *Namun*, dengan fokusnya industri pada AI, pasokan untuk kartu grafis konsumen menjadi terhambat. Kelangkaan ini bukan hanya memengaruhi kartu grafis kelas atas. GPU dengan VRAM 8GB juga makin sulit ditemukan di pasaran.

Prediksi Masa Depan Pasar Perangkat Keras

Para analis memprediksi situasi tidak akan membaik dalam waktu dekat. Permintaan untuk infrastruktur AI terus melonjak tajam. *Maka dari itu*, prioritas produksi memori tidak akan kembali ke pasar konsumen.

Konsumen mungkin harus membayar harga premium untuk spesifikasi standar. Bahkan, mereka mungkin harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan komponen. Para perakit PC harus lebih kreatif. Mereka mungkin perlu mencari alternatif komponen atau beralih ke pasar bekas.

Waspada Sebelum Terlambat

Kenaikan harga komponen PC naik drastis di Jepang adalah peringatan dini bagi pasar global. Pemerintah dan regulator perlu memantau situasi ini. *Selain itu*, produsen harus mempertimbangkan keseimbangan produksi. Keseimbangan antara kebutuhan AI yang masif dan pasar konsumen yang mendasar. *Intinya*, jika Anda berencana merakit PC baru, lakukan pembelian secepatnya. Stok yang ada saat ini mungkin menjadi stok terakhir dengan harga yang masih ‘masuk akal’.