Uptodai.com - Fenomena global saat ini menunjukkan bahwa HP jadul bakal hilang sinyal seiring dengan langkah para operator seluler dunia mematikan jaringan generasi lama. Salah satu langkah konkret diambil oleh Virgin Media O2, operator raksasa asal Inggris, yang resmi mengumumkan rencana penghentian total layanan 2G pada Juni 2029. Keputusan strategis ini merupakan bagian dari Mobile Transformation Plan demi mempercepat transisi ke teknologi yang lebih modern. Sebelumnya, perusahaan ini juga telah menjadwalkan suntik mati jaringan 3G pada akhir tahun 2025.

Langkah mematikan jaringan warisan (legacy network) ini sebenarnya bukan hal baru di industri telekomunikasi global. Beberapa negara maju di Asia seperti Jepang dan Singapura, serta operator di Amerika Serikat, telah lebih dahulu mematikan sinyal 2G mereka untuk mengalokasikan spektrum frekuensi ke jaringan yang lebih cepat. Tren ini dipicu oleh kebutuhan mendesak akan pita frekuensi yang lebih lebar guna mendukung adopsi teknologi 5G dan menyongsong era 6G di masa depan. Akibatnya, perangkat-perangkat lama yang belum mendukung teknologi minimal 4G dipastikan tidak akan bisa digunakan lagi untuk berkomunikasi.

Alasan Efisiensi Energi dan Layanan Masa Depan

Bagi Virgin Media O2, mempertahankan jaringan 2G dinilai sangat tidak efisien dari segi operasional dan konsumsi daya. Saat ini, jaringan 2G hanya menangani kurang dari 0,5% dari total lalu lintas data seluler mereka dan sudah tidak digunakan untuk roaming internasional. Namun, infrastruktur kuno tersebut justru mengonsumsi lebih dari 10% total energi di seluruh stasiun pemancar (BTS) milik perusahaan. Dengan mematikan 2G, operator dapat menghemat konsumsi energi secara signifikan sekaligus menekan emisi karbon perusahaan.

Selain berdampak pada ponsel genggam lawas, migrasi ini juga memengaruhi berbagai perangkat berbasis Internet of Things (IoT) yang masih mengandalkan modul 2G. Banyak sistem alarm keamanan rumah, mesin pembayaran elektronik (EDC) tipe lama, hingga meteran listrik pintar yang masih menggunakan frekuensi ini. Oleh karena itu, masa transisi yang cukup panjang hingga tahun 2029 sengaja diberikan agar sektor industri dan rumah tangga memiliki waktu untuk memperbarui perangkat mereka. Pemerintah Inggris juga turut mengawal proses ini agar tidak terjadi gangguan layanan yang masif di masyarakat.

Dukungan Transisi dan Investasi Jumbo

Virgin Media O2 berkomitmen penuh untuk membantu para pelanggan setianya selama masa transisi krusial ini berlangsung. Perusahaan berjanji akan menghubungi pengguna perangkat lama jauh-jauh hari dan memberikan bantuan peningkatan perangkat jika diperlukan. Di sisi lain, mereka juga terus memperkuat infrastruktur baru dengan meluncurkan layanan satelit langsung ke perangkat bernama O2 Satellite yang menjangkau 95% daratan Inggris. Chief Technology Officer Virgin Media O2, Jeanie York, mengungkapkan bahwa investasi sebesar 700 juta euro telah digelontorkan tahun ini untuk mentransformasi jaringan agar mampu memenuhi lonjakan permintaan konsumen.