Uptodai.com - Keputusan terbaru mengenai kru Misi Artemis III NASA menuai gelombang protes dan kritik tajam dari warganet di seluruh dunia. Publik menyayangkan keputusan badan antariksa Amerika Serikat tersebut yang tidak menyertakan satu pun astronaut wanita dalam misi penting ini. Padahal, misi ini digadang-gadang menjadi tonggak sejarah baru dalam eksplorasi luar angkasa modern menuju Bulan.

Tim utama yang diumumkan terdiri dari tiga astronaut NASA yaitu Randy Bresnik, Frank Rubio, dan Andrew Douglas. Sementara itu, satu slot astronaut lainnya diisi oleh Luca Parmitano yang berasal dari Badan Antariksa Eropa (ESA). Ketiadaan representasi perempuan dalam formasi ini langsung memicu reaksi keras di berbagai platform media sosial.

Banyak netizen menyebut keputusan ini sebagai langkah mundur, terutama setelah kesuksesan Christina Koch dalam misi Artemis II sebelumnya. Koch menjadi satu-satunya wanita yang berhasil terbang melintasi Bulan pada awal tahun ini dan menjadi inspirasi global. Absennya tokoh perempuan di Artemis III dinilai memotong momentum positif kesetaraan gender di antariksa.

Komitmen Awal Program Artemis NASA

Program Artemis sejak awal diperkenalkan dengan janji ambisius untuk mendaratkan wanita pertama dan orang kulit berwarna di kutub selatan Bulan. Kampanye global ini sempat membangkitkan antusiasme generasi muda, khususnya perempuan yang bercita-cita berkarier di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Namun, absennya figur wanita pada fase krusial ini memicu kekecewaan mendalam bagi komunitas ilmiah global.

Secara historis, keterlibatan perempuan dalam misi luar angkasa telah membuktikan kompetensi luar biasa, mulai dari era Sally Ride hingga rekor tinggal terlama oleh Peggy Whitson. Para kritikus menilai bahwa NASA seharusnya konsisten mempertahankan representasi gender guna menjaga inspirasi publik tetap hidup. Langkah ini dianggap krusial untuk mempertahankan dukungan anggaran publik terhadap program luar angkasa jangka panjang.

Tanggapan NASA Terhadap Kontroversi

Menanggapi kekhawatiran publik, Administrator NASA Jared Isaacman meminta masyarakat untuk tidak menafsirkan keputusan ini secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa NASA telah mengerahkan astronaut terbaik demi menyukseskan tujuan teknis misi yang sangat kompleks ini. Sayangnya, Isaacman tidak menjelaskan secara rinci mengenai parameter dan metode pemilihan kru tersebut.

Misi Artemis III sendiri dirancang sebagai pengujian terakhir sebelum pendaratan manusia sesungguhnya di Bulan pada misi Artemis IV tahun 2028. Selama dua minggu, para kru akan menguji operasi penyambungan pesawat ruang angkasa Orion dengan sistem pendarat manusia komersial di orbit Bumi. Meskipun menuai kecaman, komandan misi Randy Bresnik mengaku sangat terhormat dan siap menjalankan tugas berat ini.