NASA Temukan Planet Berlian, Bentuknya Aneh Mirip Buah Lemon
Uptodai.com - Dunia antariksa kembali dikejutkan oleh penemuan yang melampaui batas imajinasi ilmiah. Teleskop canggih milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengidentifikasi sebuah eksoplanet yang sangat unik, bahkan berpotensi menjadi sumber harta karun kosmik.
NASA temukan planet berlian yang memecahkan semua teori pembentukan planet yang sudah ada. Planet ekstrim ini, yang diberi nama PSR J2322-2650b, memiliki karakteristik yang benar-benar di luar nalar ilmiah, membuat para peneliti dibuat bingung oleh komposisi uniknya yang didominasi karbon.
Temuan ini memicu perdebatan serius di kalangan astrofisikawan global. Eksoplanet ini memiliki massa yang sebanding dengan Jupiter, namun komposisinya sangat berbeda dari raksasa gas yang biasa kita kenal.
Alih-alih dipenuhi hidrogen, atmosfer PSR J2322-2650b justru kaya akan helium dan karbon. Komposisi inilah yang membuka kemungkinan planet tersebut menyimpan material paling berharga di alam semesta.
Keunikan Bentuk Planet Mirip Buah Lemon
Keunikan planet ini tidak berhenti pada komposisinya saja. Bentuk fisiknya sangat ekstrem, menyerupai buah lemon yang tertekan di kedua ujungnya.
Distorsi bentuk ini disebabkan oleh tarikan gravitasi dahsyat dari bintang induknya. Bintang induk tersebut adalah sebuah pulsar, yakni bintang neutron yang berputar sangat cepat.
Gravitasi luar biasa dari pulsar itulah yang secara harfiah meremas planet PSR J2322-2650b hingga bentuknya menjadi tidak bulat sempurna. Planet ini mengorbit sangat dekat dengan bintang neutron super padat tersebut.
Potensi Harta Karun: Kristalisasi Karbon Menjadi Berlian
Mengutip laporan Science Daily, para ilmuwan juga mendeteksi adanya awan gelap yang menyerupai jelaga menyelimuti planet tersebut. Di bawah tekanan internal yang sangat ekstrem di bagian dalam planet, karbon yang melimpah diyakini akan mengkristal.
Proses ini berpotensi besar menghasilkan formasi berlian raksasa jauh di bawah permukaan. Inilah yang membuat PSR J2322-2650b dijuluki sebagai planet harta karun.
Michael Zhang, astrofisikawan dari Universitas Chicago sekaligus peneliti utama studi ini, menyatakan keheranannya terhadap penemuan ini. “Sangat sulit membayangkan bagaimana komposisi yang begitu kaya karbon seperti ini bisa terbentuk,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini seolah menyingkirkan semua mekanisme pembentukan planet yang selama ini dipahami. Tim peneliti bahkan tidak menemukan molekul normal yang biasanya diharapkan ada pada eksoplanet, seperti air, metana, atau karbon dioksida.
Sebaliknya, mereka hanya melihat karbon molekuler, khususnya C3 dan C2. Temuan yang tidak lazim ini membuat para ilmuwan kesulitan menjelaskan asal-usul planet yang melanggar hukum kosmik tersebut.
Mengorbit Bintang Neutron yang Super Padat
Faktor lain yang membuat PSR J2322-2650b sangat unik adalah bintang induknya yang merupakan pulsar. Pulsar adalah bintang neutron yang memiliki massa setara Matahari, namun diameternya hanya seukuran sebuah kota kecil.
Bintang super padat ini dikenal memancarkan radiasi elektromagnetik berenergi tinggi dalam interval waktu yang sangat singkat. Untungnya, sebagian besar radiasi tersebut tidak terdeteksi oleh instrumen inframerah James Webb Space Telescope (JWST).
Kondisi ini memungkinkan para peneliti mengamati planet secara utuh sepanjang orbitnya tanpa gangguan cahaya bintang yang berlebihan. Maya Beleznay, peneliti dari Universitas Stanford, menyoroti keistimewaan observasi ini.
“Sistem ini benar-benar unik. Kami bisa melihat planetnya dengan sangat jelas, tetapi hampir tidak melihat bintang induknya sama sekali,” jelasnya. Situasi langka tersebut memberikan spektrum atmosfer planet yang jauh lebih bersih dibandingkan pengamatan eksoplanet pada umumnya.
PSR J2322-2650b, yang mengorbit sangat dekat dengan pulsarnya, kini menjadi sistem yang ideal untuk mempelajari materi ekstrem dan pembentukan planet yang tidak konvensional.