Uptodai.com - Pemerintah akhirnya memberikan kejelasan mengenai nasib karyawan Hotel Sultan yang terdampak setelah pengosongan kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK). Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyatakan bahwa saat ini proses pendataan dan verifikasi terhadap para pekerja sedang berlangsung secara intensif. Pemerintah juga telah mendirikan posko pelayanan khusus di Gedung Parkir A, tepat di seberang Istora GBK, sebagai pusat informasi bagi para pekerja. Hingga kini, tercatat puluhan hingga ratusan mantan staf telah melaporkan diri untuk mendapatkan tindak lanjut.

Latar Belakang Sengketa dan Pengosongan Hotel Sultan

Pengosongan ini merupakan buntut dari sengketa lahan yang berkepanjangan antara pemerintah melalui Kemensetneg dan PT Indobuildco selaku pengelola lama. Konflik hukum terkait Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan strategis Blok 15 GBK ini telah berjalan selama bertahun-tahun di pengadilan. Setelah berbagai upaya hukum, negara akhirnya mengambil alih penuh aset berharga ini demi kepentingan publik yang lebih luas. Akibatnya, operasional hotel legendaris tersebut terpaksa dihentikan sepenuhnya dan memicu kekhawatiran besar terkait kelangsungan hidup para pekerjanya.

Skema Penyaluran dan Klasifikasi Pekerja

Terkait kelanjutan kerja para staf, Juri Ardiantoro menegaskan bahwa keputusan akhir berada di bawah kewenangan penuh pihak PPK GBK. Proses penyaluran kembali ini tidak dilakukan secara seragam, melainkan akan dipilah berdasarkan status kepegawaian mereka sebelumnya. Manajemen akan membedakan penanganan antara pegawai tetap dan pegawai harian lepas yang bekerja di berbagai sektor operasional hotel. Diharapkan, pengurus GBK dapat memfasilitasi pemberdayaan kembali tenaga kerja terampil ini pada proyek-proyek kawasan ke depan.

Rencana Besar dan Keterlibatan Danantara

Hingga saat ini, pihak Istana masih enggan membeberkan secara rinci mengenai rencana perombakan fisik bangunan Hotel Sultan yang bersejarah tersebut. Namun, pemerintah telah menunjuk badan baru Danantara untuk merancang master plan komprehensif bagi masa depan seluruh kawasan GBK. Transformasi ini diproyeksikan akan mengubah wajah kawasan Senayan menjadi pusat bisnis dan olahraga bertaraf internasional yang lebih modern. Melalui cetak biru baru ini, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru yang dapat memprioritaskan penyerapan eks pekerja hotel tersebut.