Uptodai.com - Setelah sebulan diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor hebat, kabar baik datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengklaim bahwa progres pemulihan sinyal internet Aceh sudah mencapai angka yang sangat signifikan dan hampir tuntas.

Meutya menyebutkan bahwa jaringan telekomunikasi di tiga kabupaten terdampak parah telah menunjukkan kemajuan pesat. Wilayah tersebut meliputi Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Gayo Lues, yang kini telah pulih melampaui 95 persen.

Angka tinggi ini menunjukkan upaya cepat pemerintah dan mitra operator dalam mengembalikan akses komunikasi vital bagi masyarakat di zona merah. Meutya menjelaskan bahwa tim teknis terus bekerja keras memantau kondisi infrastruktur di lapangan.

Tantangan Listrik dan Konektivitas Darurat

Meskipun progresnya mendekati sempurna, Meutya menekankan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi adalah ketersediaan pasokan listrik yang stabil. Pemulihan konektivitas sangat bergantung pada daya, mengingat banyak titik Base Transceiver Station (BTS) yang terdampak mati listrik.

“Pemulihan jaringan telekomunikasi sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik,” jelas Meutya dalam siaran persnya. “Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk memastikan pemulihan total bisa segera tercapai dalam waktu dekat.”

Kemkomdigi memastikan bahwa pengawalan pemulihan konektivitas ini merupakan prioritas utama. Tujuannya adalah agar warga di wilayah bencana tetap bisa mengakses informasi darurat, menjalankan layanan publik, dan menjaga komunikasi keluarga tetap berjalan tanpa terputus.

Bantuan Kemanusiaan dan Logistik Dasar

Selain fokus pada infrastruktur digital, Meutya Hafid juga memimpin langsung penyaluran bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa kebutuhan harian mendesak bagi masyarakat yang terdampak langsung bencana, menunjukkan peran ganda Kemkomdigi dalam situasi darurat.

Salah satu bantuan vital yang disalurkan adalah air bersih. Banjir yang terjadi menyebabkan banyak sumber air masyarakat tercemar, sehingga kebutuhan air minum dan sanitasi menjadi sangat krusial.

Distribusi 118 Tangki Air Bersih dan Obat-obatan

Total 118 tangki air berkapasitas 8.000 liter didistribusikan secara bertahap ke wilayah yang paling membutuhkan. Fokus utama penyaluran logistik ini berada di Aceh Tamiang, yang mengalami kerusakan infrastruktur terparah.

“Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra,” ucap Meutya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. “Kami berharap bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita di wilayah terdampak.”

Tidak hanya air, warga juga menerima logistik penting lainnya untuk bertahan hidup. Paket bantuan mencakup obat-obatan esensial, pakaian layak pakai, perlengkapan ibadah, hingga tenda darurat yang dilengkapi fasilitas MCK portabel.

Sinergi Operator dan Pemulihan Lingkungan

Upaya pemulihan yang masif ini merupakan sinergi kuat dari berbagai pihak di bawah koordinasi Kemkomdigi. Kementerian menggandeng Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Kolaborasi antara pemerintah dan operator telekomunikasi ini mempercepat proses perbaikan infrastruktur yang rusak. Mereka bahu membahu memastikan bahwa janji 95 persen pemulihan sinyal internet Aceh dapat segera menjadi 100 persen.

Selain fokus pada kebutuhan dasar dan konektivitas, aspek pemulihan lingkungan juga menjadi perhatian. Alat berat dan sumur bor telah disiapkan untuk membersihkan sisa-sisa lumpur tebal. Langkah ini bertujuan memulihkan lingkungan permukiman agar warga dapat kembali ke rumah mereka dengan aman dan nyaman.