Uptodai.com - Rencana peluncuran layanan berbayar Truth API oleh Trump Media & Technology Group (TMTG) kini tengah memicu kontroversi besar di jagat finansial global. Perusahaan induk platform Truth Social ini dilaporkan menawarkan akses data super cepat kepada para pelaku pasar di Wall Street dengan tarif fantastis mencapai Rp1,7 milar per bulan. Bagi korporasi yang bersedia berkomitmen selama tiga tahun, TMTG memberikan harga diskon khusus sebesar US$60.000 atau setara Rp1,07 miliar per bulan. Langkah komersialisasi ini dinilai sebagai strategi agresif perusahaan untuk membuka keran pendapatan baru.

Layanan eksklusif yang dijadwalkan meluncur pada 1 Agustus ini dirancang untuk mengirimkan unggahan dari sepuluh akun Truth Social paling berpengaruh secara instan. Kecepatan transmisi data ini menjadi sangat krusial bagi perusahaan perdagangan berfrekuensi tinggi (high-frequency trading) di bursa saham. Dalam dunia perdagangan modern, selisih waktu beberapa milidetik saja dapat menentukan keuntungan atau kerugian hingga ratusan ribu dolar AS. Keunggulan informasi inilah yang coba dimonetisasi oleh perusahaan milik Donald Trump tersebut.

Pengaruh pernyataan Donald Trump terhadap pergerakan pasar keuangan memang sudah tidak diragukan lagi sejak masa kepresidenan pertamanya. Sebagai contoh nyata, pada April 2025 lalu, indeks utama di Wall Street langsung melonjak tajam setelah Trump mengumumkan penundaan tarif baru melalui akun pribadinya. Fenomena ini membuktikan bahwa setiap kata yang diunggah oleh sang mantan presiden memiliki daya gerak pasar yang luar biasa kuat. Oleh karena itu, memiliki akses prioritas terhadap pernyataan tersebut menjadi komoditas yang sangat berharga bagi para spekulan.

Namun, langkah bisnis ini langsung memantik reaksi keras dan hujan kritik dari politisi Partai Demokrat di Amerika Serikat. Senator Ron Wyden secara tegas menyatakan bahwa skema ini berpotensi memberikan keuntungan finansial yang tidak etis bagi keluarga besar Trump. Senada dengan Wyden, Senator Elizabeth Warren juga mengecam keras program ini dan menyebutnya sebagai upaya eksploitasi jabatan yang sangat keterlaluan. Menurut Warren, tindakan menjual informasi cepat ini hanya akan memperkaya segelintir raksasa Wall Street tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Tantangan Etika dan Kinerja Finansial TMTG

Di sisi lain, pengamat pasar modal menilai langkah TMTG ini diambil untuk mendongkrak kinerja keuangan perusahaan yang selama ini dinilai kurang stabil. Sejak melantai di bursa saham, nilai valuasi TMTG sangat bergantung pada popularitas personal Donald Trump ketimbang fundamental bisnis yang solid. Tekanan untuk menghasilkan arus kas yang konsisten memaksa manajemen mencari model bisnis alternatif di luar iklan digital konvensional. Layanan lisensi data premium seperti ini akhirnya dipilih sebagai solusi instan untuk memuaskan para pemegang saham.

Sorotan Regulasi dan Masa Depan Truth Social

Meskipun menuai polemik etis, TMTG mengklaim telah berhasil mengamankan beberapa pelanggan awal untuk layanan teranyar mereka ini. Kendati demikian, identitas dari perusahaan-perusahaan Wall Street yang telah mendaftar tersebut masih dirahasiakan rapat-rapat oleh pihak manajemen. Beberapa pakar hukum menilai bahwa aktivitas ini berpotensi memicu penyelidikan lebih lanjut dari komisi pengawas pasar modal (SEC) terkait keadilan akses informasi bagi publik. Perkembangan kasus ini dipastikan akan terus menjadi sorotan hangat di tengah memanasnya suhu politik Amerika Serikat.