Uptodai.com - Tren HP lipat book-style diprediksi akan menjadi penguasa baru dalam industri telekomunikasi global pada tahun 2026 mendatang. Meskipun pasar ponsel pintar secara umum menghadapi tantangan berat, segmen perangkat lipat justru menunjukkan daya tahan yang luar biasa. Para analis melihat adanya pergeseran minat konsumen yang cukup signifikan dari model konvensional ke perangkat yang lebih fungsional.

Lembaga riset Counterpoint melaporkan bahwa jenis ponsel lipat dengan form-factor menyerupai buku ini akan mengambil porsi besar dalam ekosistem gadget. Mereka memproyeksikan bahwa model ini mampu meraup pangsa pasar hingga 65 persen dari total penjualan ponsel lipat di seluruh dunia. Angka ini menunjukkan dominasi yang kuat dibandingkan model clamshell atau lipatan vertikal yang sempat populer sebelumnya.

Dominasi Model Buku Menggeser Desain Clamshell

Pangsa pasar yang tersisa sebesar 35 persen diperkirakan akan diisi oleh jenis ponsel lipat clamshell yang memiliki ukuran lebih ringkas. Perubahan peta persaingan ini menandakan bahwa konsumen mulai mencari nilai lebih dari sekadar desain yang unik. Model tren HP lipat book-style kini lebih diminati karena menawarkan luas layar yang menyerupai tablet saat dibuka.

Sebagai perbandingan, pada sepanjang tahun 2025, pangsa pasar model lipat buku baru menyentuh angka 52 persen. Pertumbuhan yang pesat menuju tahun 2026 membuktikan bahwa perangkat seperti Samsung Galaxy Z Fold dan Google Pixel Fold semakin diterima masyarakat. Produsen kini berlomba-lomba menyempurnakan engsel dan ketahanan layar untuk memikat lebih banyak pembeli.

Produktivitas Menjadi Alasan Utama Konsumen

Fenomena tingginya minat terhadap model lipat buku sebenarnya sudah mulai terlihat sejak semester kedua tahun 2025. Kala itu, angka pengapalan unit Samsung Galaxy Z Fold 7 secara mengejutkan berhasil melampaui saudaranya, Galaxy Z Flip 7. Padahal, dari segi harga, model lipat buku biasanya dibanderol jauh lebih mahal dibandingkan model clamshell.

Para ahli menilai bahwa pertumbuhan ini mengindikasikan adanya perubahan perilaku konsumen dalam memilih perangkat harian mereka. Pengguna kini lebih memprioritaskan aspek produktivitas, seperti kemampuan multitasking yang lebih baik dan layar luas untuk bekerja. Spesifikasi perangkat lipat buku yang umumnya lebih mentereng juga menjadi daya tarik tersendiri bagi segmen pasar premium.

Kehadiran Apple dan Tantangan Krisis Komponen

Langkah Apple yang dikabarkan akan segera terjun ke pasar ponsel lipat juga menjadi faktor krusial dalam pertumbuhan industri ini. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut digadang-gadang akan memperkenalkan iPhone lipat pertamanya pada semester kedua 2026. Kehadiran Apple diprediksi akan memicu ledakan permintaan yang lebih besar di seluruh dunia.

Di sisi lain, industri ponsel saat ini masih dibayangi oleh ancaman kelangkaan chip memori yang cukup mengkhawatirkan. Namun, krisis ini diprediksi hanya akan menghantam ponsel segmen bawah atau low-end secara telak. Perangkat flagship seperti ponsel lipat justru dianggap lebih aman karena memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi bagi produsen.

Direktur Peneliti Counterpoint, Tarun Pathak, menjelaskan bahwa produsen kini lebih menekankan fokus pada perangkat bernilai tinggi. Perusahaan teknologi mulai memprioritaskan keuntungan finansial dibandingkan sekadar mengejar volume penjualan unit yang besar. Dalam transisi strategi ini, tren HP lipat book-style berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk memimpin pasar gadget masa depan.