Uptodai.com - Mengonsumsi makanan pemicu kanker harian tanpa disadari telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern saat ini. Berbagai jenis makanan bertepung yang dimasak dengan suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa kimia berbahaya bernama akrilamida. Senyawa ini terbentuk secara alami saat bahan makanan nabati kaya pati dipanggang, digoreng, atau dibakar di atas suhu 120 derajat Celsius.

Meskipun penelitian mengenai dampaknya pada manusia masih terus berkembang, lembaga kesehatan internasional telah mengategorikan akrilamida sebagai potensi karsinogen. Paparan zat ini dalam jangka panjang dapat merusak jaringan sel dan meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker di dalam tubuh. Oleh karena itu, memahami jenis asupan yang mengandung zat ini sangat penting untuk tindakan pencegahan dini.

Daftar Asupan Olahan Tinggi Akrilamida

1. Gorengan dan Keripik Kentang

Gorengan seperti keripik dan kentang goreng menjadi pemicu utama terbentuknya senyawa akrilamida dalam jumlah tinggi. Gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino saat digoreng dalam suhu tinggi dan durasi lama. Kadar zat ini pada keripik kentang bahkan bisa mencapai lebih dari 2.000 µg/kg jika digoreng hingga sangat gelap.

2. Biskuit, Kue Kering, dan Makanan Ringan

Biskuit dan kue kering komersial umumnya diproses melalui pemanggangan suhu tinggi yang memicu reaksi kimia serupa. Selain mengandung akrilamida hingga 1.000 µg/kg, makanan ringan ini juga kaya akan gula rafinasi dan bahan pengawet sintesis. Kombinasi bahan-bahan tersebut dapat memperburuk peradangan kronis di dalam tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

3. Roti Panggang Berwarna Gelap

Tingkat kematangan roti panggang sangat menentukan tingkat bahaya racun yang terkandung di dalamnya. Roti yang dipanggang hingga berwarna cokelat tua atau gosong mengandung kadar akrilamida jauh lebih tinggi dibanding roti yang dipanggang ringan. Memanggang roti hingga berwarna keemasan saja dapat meminimalisir pembentukan senyawa karsinogenik ini secara signifikan.

4. Mie Instan dan Kopi Sachet

Proses pengeringan mie instan melalui penggorengan suhu tinggi juga berpotensi menghasilkan sisa senyawa beracun ini. Begitu pula dengan biji kopi yang disangrai pada suhu ekstrem untuk pembuatan kopi sachet instan. Kombinasi konsumsi harian mie dan kopi instan secara berlebihan dapat meningkatkan akumulasi paparan toksik dalam sistem pencernaan.

Langkah Bijak Mengurangi Risiko Karsinogen

Mengubah metode memasak harian adalah langkah paling efektif untuk menekan paparan senyawa berbahaya ini. Anda bisa mengalihkan metode memasak dari menggoreng deep frying menjadi merebus, mengukus, atau menggunakan air fryer dengan suhu terukur. Selain itu, menyimpan kentang di tempat sejuk dan gelap alih-alih di dalam kulkas dapat mencegah pembentukan gula bebas pemicu akrilamida.

Penerapan pola makan seimbang yang kaya akan antioksidan juga sangat disarankan oleh para ahli nutrisi. Antioksidan dari buah dan sayuran segar dapat membantu menetralkan radikal bebas serta memperbaiki kerusakan sel akibat karsinogen. Mengurangi asupan makanan olahan pabrikan secara bertahap akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan tubuh Anda.