Uptodai.com - Sebuah transaksi bisnis bernilai jutaan dolar mendadak dibatalkan setelah intervensi langsung dari Gedung Putih. Presiden Donald Trump secara tegas mengeluarkan perintah eksekutif yang secara efektif membuat Trump batalkan akuisisi HieFo, sebuah perusahaan yang diduga dikendalikan oleh warga negara Republik Rakyat China.

Pembatalan yang dramatis ini menyangkut pembelian aset Emcore, perusahaan spesialis kedirgantaraan dan pertahanan asal New Jersey. Nilai kesepakatan yang dibatalkan tersebut mencapai US$2,92 juta, atau setara dengan sekitar Rp 50 miliar (kurs saat itu), sebuah jumlah yang signifikan mengingat sensitivitas teknologi yang diperjualbelikan.

Ancaman Keamanan Nasional AS Picu Pembatalan

Keputusan pembatalan ini tertuang jelas dalam perintah presiden yang dirilis Gedung Putih pada Jumat (2/1). Dalam dokumen resmi tersebut, Trump menyatakan bahwa akuisisi yang dilakukan HieFo pada tahun 2024 berpotensi besar mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

Meskipun demikian, perintah presiden itu tidak merinci secara spesifik bentuk ancaman keamanan nasional yang dimaksud. Dokumen tersebut juga tidak menyebutkan identitas pasti individu yang diklaim mengendalikan HieFo, hanya menegaskan bahwa perusahaan tersebut berada di bawah kontrol China.

Departemen Keuangan AS mengonfirmasi bahwa Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS) telah melakukan penyelidikan mendalam terhadap transaksi ini. CFIUS adalah badan pemerintah yang bertugas meninjau potensi risiko keamanan yang timbul dari investasi asing di AS. Mereka menemukan adanya risiko yang cukup besar sehingga merekomendasikan pembatalan kepada Presiden.

Fokus pada Teknologi Chip Indium Fosfida

Emcore, sebelum bertransaksi, dikenal sebagai perusahaan terbuka yang berfokus pada teknologi pertahanan dan kedirgantaraan yang sangat sensitif. Aset yang dibeli HieFo adalah bisnis chip serta fasilitas fabrikasi wafer indium fosfida milik Emcore.

Teknologi indium fosfida ini merupakan komponen krusial dalam pembuatan semikonduktor canggih yang digunakan untuk aplikasi militer dan luar angkasa. Karena sifatnya yang strategis, pengalihan kepemilikan teknologi ini kepada entitas asing, terutama yang terkait dengan pesaing geopolitik, selalu diawasi ketat oleh Washington.

HieFo sendiri sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan mereka didirikan oleh dua mantan petinggi Emcore. Mereka adalah Genzao Zhang, mantan wakil presiden bidang teknik Emcore, dan Harry Moore, yang pernah menjabat sebagai direktur senior penjualan di perusahaan tersebut.

Perintah Divestasi dalam 180 Hari

Sebagai tindak lanjut dari perintah pembatalan, Trump menegaskan bahwa transaksi tersebut dilarang keras. Presiden memerintahkan HieFo untuk segera melepaskan seluruh kepentingan dan hak atas aset Emcore.

Pelepasan aset ini harus dilakukan di mana pun aset itu berada, dan HieFo diberikan jangka waktu maksimal 180 hari untuk menyelesaikan proses divestasi. Perintah ini memberikan tenggat waktu yang ketat bagi perusahaan China tersebut untuk menarik investasinya sepenuhnya dari teknologi pertahanan AS.

Hingga Jumat malam setelah pengumuman tersebut, HieFo dan Emcore belum memberikan komentar resmi kepada publik. Kedua perusahaan juga belum memublikasikan pernyataan apa pun di situs web masing-masing, menunjukkan kesenyapan di tengah gejolak politik dan bisnis yang besar ini.