Uptodai.com - Ancaman bom konser BTS Gwanghwamun mengejutkan publik Korea Selatan hanya sehari sebelum acara megah tersebut berlangsung. Badan Administrasi Warisan Nasional Korea Selatan melaporkan temuan pesan ancaman di kawasan Istana Gyeongbokgung pada Jumat, 20 Maret 2026. Kabar ini sempat memicu kepanikan di tengah persiapan intensif konser bertajuk ‘ARIRANG’ tersebut.

Lembaga berwenang menerima laporan terkait temuan sebuah surat misterius di area istana sekitar pukul 14.10 KST atau 12.10 WIB. Isi surat tersebut mengklaim bahwa seseorang telah menanam alat peledak di area Gwanghwamun Square. Lokasi ini merupakan titik sentral yang akan menjadi panggung utama bagi RM dan kawan-kawan.

Selain surat ancaman, petugas keamanan menemukan benda mencurigakan berupa dua kantong belanja di dekat kios tiket masuk Istana Gyeongbokgung. Salah satu kantong memiliki tulisan bertuliskan ‘container’, sementara kantong lainnya bertuliskan ‘peledak’. Penemuan ini langsung memicu prosedur darurat di sekitar lokasi wisata sejarah tersebut.

Penyisiran Lokasi dan Penangkapan Terduga Pelaku

Pihak kepolisian segera bergerak cepat setelah menerima laporan dari staf Istana Gyeongbokgung. Tim penjinak bom melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut lokasi yang disebutkan dalam surat ancaman. Petugas menutup akses sementara untuk memastikan keselamatan warga dan staf yang sedang bertugas di lapangan.

Beruntung, hasil penyisiran menunjukkan bahwa tidak ada bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian. Polisi memastikan bahwa benda mencurigakan dalam kantong belanja tersebut bukan merupakan bom asli. Meski demikian, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan di sekitar teror bom Gwanghwamun Square untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam waktu singkat, kepolisian berhasil mengamankan seorang perempuan berusia sekitar 60 tahun. Perempuan tersebut diduga kuat sebagai sosok yang menulis surat ancaman dan meletakkan kantong belanja di area istana. Polisi langsung membawa terduga pelaku ke kantor polisi terdekat untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kondisi Psikologis Pelaku dan Kelanjutan Hukum

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa perempuan tersebut diduga mengalami gangguan mental. Alasan ini pula yang membuat petugas memutuskan untuk melepaskannya setelah proses interogasi sementara selesai. Namun, proses hukum terhadap dirinya dipastikan akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Pihak berwenang akan melakukan pemeriksaan resmi terkait kasus dugaan intimidasi publik yang telah meresahkan masyarakat. Tindakan ini dianggap serius karena menyasar fasilitas umum dan acara berskala internasional. Polisi juga mendalami motif di balik aksi nekat yang dilakukan oleh perempuan lansia tersebut.

Pengamanan Super Ketat untuk Konser ARIRANG

Pemerintah Kota Seoul tidak mau mengambil risiko meski ancaman bom tersebut terbukti palsu. Mereka mengerahkan sedikitnya 6.500 petugas polisi untuk mengawal jalannya konser Live ‘ARIRANG’ pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sebanyak 70 unit pasukan antihuru-hara juga bersiaga di titik-titik strategis sekitar venue.

Langkah keamanan konser BTS Seoul ini juga melibatkan 3.400 staf tambahan dan 803 petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 102 unit armada pemadam kebakaran telah terparkir di sekitar Gwanghwamun Square sebagai langkah mitigasi bencana. Pengamanan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah konser musik di Korea Selatan.

Konser ini diperkirakan akan menyedot perhatian luar biasa dengan estimasi kehadiran 260.000 penonton. Netflix selaku mitra penyelenggara dikabarkan telah membagikan 22.000 tiket gratis untuk para penggemar. Kerumunan massa yang masif menjadi alasan utama mengapa otoritas keamanan menerapkan standar proteksi tingkat tinggi.

Para penggemar BTS yang akrab disapa ARMY diprediksi akan tetap memadati lokasi meski tidak memiliki tiket masuk. Semangat para penggemar untuk melihat idolanya tetap tinggi di tengah isu keamanan yang sempat memanas. Pihak penyelenggara mengimbau agar semua penonton tetap tenang dan mengikuti instruksi petugas di lapangan demi kelancaran acara.