Uptodai.com - Fenomena supernatural Generasi Z kini menjadi sorotan setelah sebuah riset terbaru mengungkap fakta mengejutkan mengenai kepercayaan mereka terhadap hal-hal ghaib. Sebanyak 33 persen dari generasi yang lahir di era digital ini mengklaim telah mengalami momen-momen supranatural dalam kehidupan sehari-hari. Angka ini tercatat dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan pengalaman serupa yang dilaporkan oleh generasi Baby Boomer.

Laporan dari Talker Research menunjukkan bahwa cakupan kemampuan supranatural yang dimaksud oleh anak muda ini sangat luas. Hal tersebut tidak hanya terbatas pada komunikasi dengan entitas tak kasat mata, tetapi juga mencakup kemampuan meramal masa depan. Sebagian besar responden mengaitkan kemampuan ini dengan kekuatan intuisi yang sangat tajam dalam membaca situasi tertentu.

Berdasarkan data yang dikutip dari Euronews, sekitar 33 persen responden mengaku langsung mengetahui ketika ada sesuatu yang tidak beres di lingkungan mereka. Selain itu, sebanyak 28 persen lainnya merasa mampu mendeteksi kebohongan lawan bicara dengan sangat akurat. Sementara itu, 26 persen anak muda melaporkan sering mendapatkan firasat kuat untuk segera menjauh dari situasi yang dianggap berbahaya.

Perbedaan Intuisi Antar Generasi

Meskipun fenomena supernatural Generasi Z sangat dominan, setiap kelompok usia ternyata memiliki fokus “indra keenam” yang berbeda-beda. Generasi Baby Boomer dan Gen Z cenderung memiliki intuisi yang kuat dalam urusan finansial atau keuangan. Mereka sering kali merasa tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan besar terkait uang.

Berbeda dengan mereka, Generasi Milenial justru menunjukkan intuisi yang lebih tajam dalam urusan asmara atau kencan. Mereka merasa lebih peka terhadap dinamika hubungan dan karakter pasangan sejak pertemuan awal. Di sisi lain, Generasi X tercatat sebagai kelompok yang paling akurat dalam memprediksi hasil akhir dari sebuah peristiwa atau situasi tertentu.

Kepercayaan terhadap hal-hal mistis ini terus berkembang seiring dengan masifnya penggunaan media sosial di seluruh dunia. Platform digital telah mengubah cara anak muda berinteraksi dengan praktik-praktik esoteris yang dulunya dianggap tabu. Kini, konten mengenai spiritualitas modern menjadi konsumsi harian yang sangat populer di kalangan anak muda.

Pengaruh Budaya Populer dan Media Sosial

Minat terhadap kartu tarot, penggunaan kristal penyembuh, hingga pemahaman mendalam tentang astrologi kini meningkat drastis. Berbagai teori populer seperti manifestasi dan istilah “delulu” menjadi viral di berbagai platform video pendek. Konsep ini berpusat pada gagasan bahwa mempercayai sesuatu dengan sangat kuat dapat mewujudkannya menjadi kenyataan fisik.

Studi tahun 2025 dari Pew Research Center memperkuat temuan ini dengan data bahwa 30 persen warga Amerika rutin berkonsultasi dengan astrolog. Mereka setidaknya sekali dalam setahun menggunakan jasa peramal atau membaca kartu tarot untuk mencari petunjuk hidup. Sebagian besar dari mereka mengaku melakukan hal tersebut hanya untuk tujuan hiburan atau sekadar bersenang-senang.

Namun, para ahli melihat ada motif yang lebih dalam di balik tren spiritualitas baru ini. Ketidakpastian global yang terjadi saat ini memaksa banyak orang untuk mencari pegangan di luar logika konvensional. Mereka mencoba menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan hidup yang sulit dijawab oleh sains maupun data statistik semata.

Kecemasan Global dan Pencarian Kendali

Meningkatnya fenomena supernatural Generasi Z terjadi di tengah tingginya tingkat kecemasan terhadap kondisi dunia saat ini. Ketidakstabilan sosial ekonomi serta gejolak geopolitik yang tak menentu menjadi faktor pendorong utama. Anak muda merasa perlu memiliki instrumen tambahan untuk menavigasi hidup mereka yang penuh dengan tekanan.

Selain masalah ekonomi, kecemasan terhadap perubahan iklim juga menghantui pikiran generasi muda secara konsisten. Kurangnya dukungan kesehatan mental yang memadai membuat mereka mencari rasa kendali melalui jalur spiritualitas alternatif. Hal ini memberikan rasa tenang dan kepastian di tengah badai informasi yang sering kali membingungkan.

Pada akhirnya, fenomena ini mencerminkan cara unik anak muda dalam beradaptasi dengan dunia yang semakin kompleks. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan logika, tetapi juga mulai mempercayai bisikan intuisi sebagai kompas kehidupan. Praktik-praktik supranatural kini menjadi mekanisme pertahanan diri bagi mereka dalam menghadapi masa depan yang penuh tanda tanya.