Uptodai.com - Industri perfilman nasional kembali bersiap menyambut tontonan mencekam. Salah satu yang paling dinantikan adalah Film Horor Buto Ijo 2026, sebuah proyek ambisius yang menjanjikan reinterpretasi gelap dari salah satu legenda paling populer di Jawa, yakni kisah Timun Mas.

Film ini dijadwalkan tayang pada Januari 2026, membawa angin segar bagi genre horor Indonesia dengan mengangkat folklor yang sudah sangat dikenal masyarakat. Produksi besar ini merupakan hasil kolaborasi antara Creator Media, Maxstream Studios, Seru Juga Film Studio, dan Vibe.

Di bawah arahan sutradara Achmad Romie, film ini tidak hanya sekadar mengulang kisah lama. Tim produksi berupaya mengemasnya dalam balutan horor modern yang menakutkan, sekaligus memperkaya konflik keluarga yang lebih emosional dan relevan bagi penonton saat ini.

Mengupas Sisi Kelam Legenda Timun Mas

Film Penunggu Rumah: Buto Ijo mengadaptasi secara bebas kisah legendaris Timun Mas. Namun, fokus ceritanya bergeser untuk mengeksplorasi konsekuensi dan sisi gelap dari perjanjian mistis yang melatarbelakangi legenda tersebut.

Trailer resmi yang telah dirilis menampilkan sosok Buto Ijo dengan visual yang mengerikan, menjadikannya pusat teror yang tak terhindarkan. Karakter raksasa hijau ini digambarkan sebagai entitas supranatural yang menuntut janji dan mengancam kehidupan manusia.

Dalam narasi yang dibangun, teror ini bermula dari Srini (diperankan oleh Celine Evangelista), seorang janda yang hidup bersama satu anak perempuan. Menjelang ulang tahun keenam sang anak, Srini mulai merasakan gangguan supranatural yang intens dari sosok raksasa misterius tersebut.

Plot Mencekam dan Desakan Kebutuhan Ekonomi

Dalam kondisi terdesak dan ketakutan, Srini memutuskan untuk menghubungi Ali (Gandhi Fernando), mantan kekasihnya yang kini dikenal sebagai konten kreator horor ternama. Ali, yang sering melakukan uji nyali, dianggap memiliki kemampuan untuk menghadapi entitas gaib.

Ali kemudian mengajak adiknya, Lana (Valerie Thomas), untuk membantunya. Desakan kebutuhan ekonomi yang dialami Ali dan Lana membuat keduanya menerima permintaan Srini, meskipun mereka menyadari bahaya besar yang mengintai di rumah tersebut.

Situasi berubah drastis ketika Penunggu Rumah Buto Ijo mulai menampakkan diri secara nyata dan meneror Ali serta Lana. Teror yang mereka hadapi bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis, memaksa mereka menggali rahasia kelam yang tersimpan di balik dinding rumah tersebut.

Buto Ijo: Simbol Keserakahan dan Konsekuensi

Penunggu Rumah: Buto Ijo mencoba menghadirkan pengalaman horor yang berbeda. Film ini tidak hanya mengandalkan teknik jumpscare, melainkan membangun ketegangan melalui atmosfer mencekam, simbol budaya Jawa yang kuat, serta relasi emosional yang mendalam antarkarakter.

Teror demi teror yang terjadi secara berulang akhirnya mengungkap makna sebenarnya dari sosok Buto Ijo dalam folklor Jawa. Ia bukan sekadar monster, melainkan penjaga yang juga membawa malapetaka sebagai konsekuensi dari janji yang dilanggar.

Gandhi Fernando, yang tidak hanya berperan sebagai aktor tetapi juga bertindak sebagai penulis dan produser, menjelaskan visi di balik proyek ini. Ia menegaskan bahwa tim ingin menyajikan horor yang membekas secara emosional.

“Kami ingin menghadirkan horor yang tidak sekadar menakutkan, tetapi juga membekas secara emosional,” ujar Gandhi. “Mitos Buto Ijo dari cerita Timun Mas kami tafsirkan sebagai keserakahan dan konsekuensi dari pilihan manusia yang harus ditanggung oleh keturunannya,” tambahnya, memberikan kedalaman tematik pada Film Horor Buto Ijo 2026 ini.

Dengan eksplorasi yang lebih mendalam terhadap mitologi dan konflik batin, film ini diharapkan mampu menjadi tontonan horor yang cerdas dan berbobot saat dirilis pada awal tahun 2026.